Dalam perbandingan performa, POCO X8 Pro Max berdiri di puncak menara gading dengan chipset Dimensity 9500s (3nm) yang mencetak skor Antutu 3.085.998, meninggalkan jauh Tecno Camon 50 Ultra yang tertatih-tatih di angka 739.000 dengan Dimensity 7400. Sementara POCO X8 Pro (2,2 juta) sudah lebih dari cukup untuk gaming berat, varian Max memberikan stabilitas frame rate yang lebih baik di jangka panjang. Dari sisi display, POCO X8 Pro dan Max berbagi panel AMOLED 12-bit dengan 3500 nits, jauh melampaui Tecno yang masih menggunakan panel standar meski unggul di refresh rate 144Hz.
Sektor baterai menjadi panggung pertunjukan bagi POCO X8 Pro Max. Kapasitas 8500 mAh yang dibawanya seolah menertawakan standar industri saat ini yang berkutat di 5000-6500 mAh. Dengan efisiensi daya yang tinggi, perangkat ini mampu bertahan hingga 80 jam pemakaian. Tecno Camon 50 Ultra, meski memiliki kapasitas 6500 mAh yang sama dengan POCO X8 Pro reguler, hanya dibekali pengisian daya 45W, yang terasa seperti teknologi tahun 2022 di tengah persaingan 100W milik duo POCO.
Di departemen fotografi, Tecno mencoba melawan arus dengan menyertakan sensor telefoto 50MP yang absen di kedua seri POCO. Namun, sensor utama Sony LYT-700C pada Tecno tetap harus mengakui keunggulan sensor Sony LYT-600 pada POCO X8 Pro Max dalam hal pemrosesan gambar dan dukungan fitur OIS yang lebih matang. POCO X8 Pro reguler menggunakan IMX882, yang secara teknis memang sedikit di bawah seri LYT, namun tetap memberikan hasil yang konsisten untuk kebutuhan media sosial.
Konektivitas menjadi pembeda krusial di sini. POCO X8 Pro Max sudah mengadopsi Wi-Fi 7 dan eSIM, menjadikannya satu-satunya perangkat yang 'future-proof' dalam daftar ini. Sementara itu, Tecno masih tertahan di Wi-Fi 5 dan Bluetooth 5.3. Jika Anda mencari perangkat yang tidak perlu di-charge setiap 5 jam sekali dan memiliki kecepatan prosesor yang tidak akan membuat Anda kesal saat multitasking, POCO X8 Pro Max adalah pemenang mutlak yang membuat kompetitor lainnya terlihat seperti barang antik.
Kelebihan dan Kekurangan
POCO X8 Pro
✅ Kelebihan
- Layar AMOLED 12-bit dengan PWM 3840Hz yang sangat nyaman di mata
- Performa chipset Dimensity 8500 Elite sangat kencang (Antutu 2,2 juta+)
- Build quality premium dengan proteksi IP68/IP69
- Charging 100W yang sangat cepat
❌ Kekurangan
- Tidak ada lensa telefoto
- Absennya jack audio 3.5mm
- Kamera ultrawide hanya 8MP yang tergolong standar
POCO X8 Pro Max
✅ Kelebihan
- Baterai jumbo 8500 mAh dengan efisiensi tinggi
- Performa monster dengan Dimensity 9500s (Antutu 3 juta+)
- Konektivitas Wi-Fi 7 dan dukungan eSIM
- Layar luas 6.83 inci dengan kecerahan puncak 3500 nits
❌ Kekurangan
- Bobot cukup berat (219g)
- Harga lebih mahal dibanding varian reguler
- Masih menggunakan sensor ultrawide 8MP yang medioker
Tecno Camon 50 Ultra
✅ Kelebihan
- Sistem kamera triple dengan sensor telefoto 50MP
- Layar 144Hz dengan Gorilla Glass Victus 2
- Sertifikasi ketahanan militer MIL-STD-810H
- Desain tipis (7.4mm) dan ringan (178g)
❌ Kekurangan
- Performa tertinggal jauh (Antutu hanya 739k) dibandingkan seri POCO
- Charging 45W terasa lambat di tahun 2026
- Dukungan update OS hanya 3 tahun
Rekomendasi
POCO X8 Pro Max
Ini adalah definisi 'overkill' yang sesungguhnya. Dengan skor Antutu menembus 3 juta dan baterai 8500 mAh, ponsel ini tidak hanya sekadar gadget, tapi sebuah powerbank yang bisa menelepon. Kombinasi performa 3nm dan konektivitas masa depan (Wi-Fi 7) menjadikannya investasi jangka panjang yang paling masuk akal.
Skor: 92/100





