📑 Daftar Isi

Perbandingan smartphone POCO X8 Pro dan POCO X7 dari depan dan belakang, menampilkan desain layar dan modul kamera

Perbandingan POCO X8 Pro vs X7: Jauh Panggang dari Api

Terbit:
⏱️8 menit membaca
Penulis:User Generated Content
Bagikan:
Mari kita mulai dari layar, karena ini yang pertama Anda lihat setiap hari. POCO X8 Pro menawarkan panel AMOLED LTPO 6,59 inci dengan resolusi QHD+ (1268 x 2756) dan densitas 460 ppi, sementara POCO X7 menggunakan AMOLED 6,67 inci FHD+ (1220 x 2712) dengan 446 ppi. Perbedaan resolusinya signifikan—X8 Pro punya ketajaman 20% lebih tinggi, yang terlihat saat membaca teks kecil atau melihat foto detail. Keduanya sama-sama 120Hz, tapi X8 Pro unggul di kecerahan puncak 3500 nits vs 3000 nits, dan PWM 3840Hz vs 1920Hz yang lebih ramah mata bagi yang sensitif kedipan layar. Dari sisi desain, X8 Pro menggunakan material kaca dan metal dengan bobot 204 gram dan sertifikasi IP68/IP69, sedangkan X7 memakai polycarbonate 185 gram dengan IP68. X8 Pro jelas lebih premium, meski lebih berat—trade-off yang wajar untuk build quality yang lebih kokoh. Dari segi performa, ini bukan pertarungan, ini pembantaian. POCO X8 Pro ditenagai MediaTek Dimensity 8500 Elite (4nm) dengan CPU Cortex-A725 hingga 3.4GHz dan GPU Mali-G720 MC8, menghasilkan skor Antutu 2.285.536 (CPU 586.268, GPU 636.090). POCO X7 hanya punya Dimensity 7300 Ultra (4nm) dengan CPU Cortex-A78 2.5GHz dan GPU Mali-G615 MC2, yang mencetak 823.173 (CPU 303.102, GPU 124.187). Selisihnya hampir 3x lipat! Dalam gaming, X8 Pro mampu menjalankan Genshin Impact di setting tertinggi dengan stabil 60fps, sementara X7 akan mulai tersendat di area ramai. RAM LPDDR5X 12GB vs LPDDR4X 8GB dan storage UFS 4.1 vs UFS 2.2 juga membuat perbedaan nyata dalam kecepatan loading aplikasi dan multitasking—X8 Pro bisa buka 20 aplikasi tanpa refresh, X7 mulai lelah di aplikasi ke-8. Baterai adalah area di mana X8 Pro menunjukkan kelasnya. Kapasitas 6500 mAh Si-Carbon vs 5110 mAh Li-Polymer—perbedaan 27% yang setara dengan hampir satu hari pemakaian ekstra. X8 Pro diklaim tahan ~66 jam pemakaian normal, sementara X7 hanya sekitar 40 jam. Fast charging juga timpang: 100W vs 45W, artinya X8 Pro bisa terisi penuh dalam ~35 menit vs ~70 menit di X7. X8 Pro juga punya reverse charging dan 1000 siklus pengisian (dua kali lipat X7), jadi baterainya lebih awet dalam jangka panjang. Ini bukan sekadar angka, ini soal apakah Anda bisa meninggalkan power bank di rumah. Kamera: keduanya sama-sama pakai sensor utama Sony IMX882 50MP dengan OIS dan aperture ƒ/1.5, jadi hasil foto siang hari akan serupa. Tapi X8 Pro punya keunggulan laser autofocus yang mempercepat fokus dalam kondisi minim cahaya, dan X7 mengandalkan PDAF biasa. Lensa ultrawide juga beda: X8 Pro 8MP tanpa info sensor spesifik, X7 pakai Sony IMX355 8MP—secara praktis hampir sama. X7 punya lensa makro 2MP yang tidak berguna, sementara X8 Pro tidak memilikinya (dan itu justru nilai plus). Video: X7 bisa slow motion 240fps vs X8 Pro 120fps, tapi X8 Pro punya fitur noise reduction dan flicker sensor yang lebih baik. Selfie: keduanya 20MP ƒ/2.2, jadi hasilnya kurang lebih identik. Software adalah medan perang lain. X8 Pro hadir dengan Android 16 dan HyperOS 3.X, plus janji update 5 tahun untuk OS dan security—berarti aman hingga 2031. X7 masih Android 14 dengan HyperOS, dan cuma dapat 2 tahun update—berakhir di 2027. Di tahun 2026, membeli HP dengan dukungan software 2 tahun itu seperti membeli mobil tanpa ban cadangan: bisa jalan, tapi kalau ada masalah, Anda sendiri. Konektivitas: X8 Pro unggul dengan Bluetooth 6.0 vs 5.4, navigasi dual-band GPS L1+L5 vs single-band L1, dan dukungan band 5G yang lebih lengkap. Keduanya punya NFC, Infrared, dan WiFi 6. X7 punya eSIM di beberapa versi, tapi X8 Pro tidak—sedikit nilai tambah untuk X7, meski tidak signifikan. Kesimpulannya, POCO X8 Pro adalah pilihan yang jelas lebih unggul di hampir semua aspek: layar lebih tajam, performa 3x lebih cepat, baterai lebih besar dan awet, fast charging lebih kencang, software support lebih panjang, dan build quality lebih premium. X7 hanya menang di harga, bobot, dan eSIM. Jika budget Anda cukup, X8 Pro adalah pembelian yang cerdas untuk 4-5 tahun ke depan. Jika budget terbatas, X7 masih layak, tapi sadarilah bahwa Anda membeli teknologi 2025 di era 2026—dan itu seperti memakai kaset di era Spotify.
🏆 Pilihan Terbaik
2.3M
POCO X8 Pro

POCO X8 Pro

Rp 5.399.000
Launch price
Antutu: 2.3M
💾12GB / 512GB
📷50 MP + 8 MP
729K
POCO X7

POCO X7

Antutu: 729K
💾8GB / 256GB
📷50 MP + 8 MP + 2 MP

Kelebihan dan Kekurangan

POCO X8 Pro

✅ Kelebihan
  • Performa gahar dengan Dimensity 8500 Elite dan skor Antutu 2.285.536, mengalahkan banyak flagship 2025
  • Layar AMOLED QHD+ 6,59 inci dengan refresh rate 120Hz, kecerahan puncak 3500 nits, dan PWM 3840Hz yang ramah mata
  • Baterai Si-Carbon 6500 mAh dengan fast charging 100W, daya tahan ~66 jam dan 1000 siklus pengisian
  • Kamera utama Sony IMX882 50MP dengan OIS dan aperture ƒ/1.5, plus dukungan laser autofocus
  • Sertifikasi IP68/IP69 dan ketahanan jatuh 270 kali tanpa cacat, plus build quality kaca dan metal premium
  • Software update 5 tahun (OS + security) dengan Android 16 dan HyperOS 3.X, paling mutakhir di kelasnya
  • Bluetooth 6.0, WiFi 6, NFC, Infrared, dan navigasi dual-band GPS L1+L5 yang lengkap
  • Storage UFS 4.1 512GB dan RAM LPDDR5X 12GB, sangat cepat untuk multitasking dan gaming
❌ Kekurangan
  • Tidak ada slot microSD, jadi kapasitas 512GB adalah batasnya (cukup sih, tapi tetap)
  • Harga lebih tinggi dibanding POCO X7, mungkin di luar budget entry-level
  • Bobot 204 gram, agak berat di kantong celana—tapi itu harga untuk baterai 6500 mAh
  • Tidak ada audio jack 3.5mm, jadi harus pakai TWS atau dongle USB-C
  • Desain frameless dengan LTPO mungkin overkill untuk pengguna yang cuma scrolling sosmed

POCO X7

✅ Kelebihan
  • Harga lebih terjangkau dengan spesifikasi yang masih solid untuk kelas menengah
  • Layar AMOLED 6,67 inci 120Hz dengan Gorilla Glass Victus 2 dan kecerahan 3000 nits peak
  • Kamera utama 50MP dengan OIS dan sensor Sony IMX882, plus lensa ultrawide dan makro
  • Bobot ringan 185 gram dan dimensi lebih ramping, nyaman digenggam
  • Sertifikasi IP68, tahan air dan debu—langka di harga segini
  • Baterai 5110 mAh dengan fast charging 45W, cukup untuk pemakaian harian
  • Dukungan eSIM di beberapa versi, fleksibilitas konektivitas tambahan
❌ Kekurangan
  • Chipset Dimensity 7300 Ultra jauh lebih lemah: skor Antutu 823.173 vs 2.285.536 (hampir 3x lipat lebih rendah)
  • Software update cuma 2 tahun (OS + security), sangat singkat di era 2026—ini kelemahan fatal
  • RAM LPDDR4X dan storage UFS 2.2, lebih lambat dan boros daya dibanding LPDDR5X/UFS 4.1
  • Baterai Li-Polymer 5110 mAh lebih kecil dan tidak seefisien Si-Carbon, tanpa reverse charging
  • Kamera makro 2MP cuma pajangan, kualitasnya bikin mata pedih
  • Bluetooth 5.4 vs 6.0 di X8 Pro, dan navigasi GPS hanya single-band L1
  • Material polycarbonate dan polyurethane terasa kurang premium dibanding kaca-metal X8 Pro

Rekomendasi

POCO X8 Pro

POCO X8 Pro adalah pemenang telak dengan selisih yang tidak masuk akal. Skor Antutu-nya 2.285.536 vs 823.173—itu bukan perbedaan, itu jurang pemisah. Chipset Dimensity 8500 Elite dengan GPU Mali-G720 MC8 memberikan performa gaming yang jauh lebih mulus, dan RAM LPDDR5X + UFS 4.1 membuat segalanya terasa instan. Ditambah lagi, layar QHD+ dengan kecerahan 3500 nits, baterai Si-Carbon 6500 mAh yang tahan 66 jam, fast charging 100W, dan dukungan software 5 tahun. POCO X7 mungkin menang di harga dan bobot, tapi di tahun 2026, membeli HP dengan update cuma 2 tahun itu seperti membeli tiket ke masa lalu. Jika budget memungkinkan, X8 Pro adalah investasi yang jauh lebih cerdas.

Skor: 92/100

Perbandingan Spesifikasi

Spesifikasi
POCO
POCO X8 Pro
POCO
POCO X7
Type
AMOLED
AMOLED
Density
460 ppi, Very high density
446 ppi
Diagonal
6.59",
6.67 inchi
Resolution
1268 x 2756 px, QHD
1220 x 2712 px
Aspect Ratio
19.5:9
20:9
Size
75.2 mm x 157.5 mm x 8.2 mm
74.4 mm x 162.3 mm x 8.4 mm
Colors
BlackCyanRedWhite
BlackSilver
Weight
204 g
185 g
Materials
Glass, Metal
Polycarbonate, Polyurethane
Repairability
Class A B C D E
Usable surface
89 %
89 %
Drop resistance
Class A B C D E, 270 drops without defects
Resistance certificates
IP68, IP69
IP68
Others
Hole-punch Notch, TÜV Rheinland Flicker-free Certified, 3840 Hz PWM, Refresh rate 120 Hz, Touch sampling rate 480 Hz, Peak brightness - 3500 cd/m², 8000000:1 contrast ratio, TÜV Rheinland Eye Comfort Certification, HDR10+, Dolby Vision, Scratch resistant, Multi-touch, Frameless, LTPO (Low Temperature PolySilicon oxide), SGS Certified, TÜV Low Blue Light, DCI-P3, 12 Bits panel (10-bit +2-bit FRC), Capacitive
Hole-punch Notch, 1920 Hz PWM, TÜV Rheinland Flicker-free Certified, Refresh rate 120 Hz, Touch sampling rate 480 Hz, Peak brightness - 2500 cd/m², Peak brightness - 3000 cd/m², 5000000:1 contrast ratio, TÜV Rheinland Eye Comfort Certification, HDR10+, Dolby Vision, Scratch resistant, Corning Gorilla Glass Victus 2, Multi-touch, Frameless