📑 Daftar Isi

Perbandingan smartphone POCO X8 Pro Max dan Samsung Galaxy S23 Ultra, menampilkan desain dan spesifikasi unggulan

POCO X8 Pro Max vs Samsung S23 Ultra: Hasil Analisis

Terbit:
⏱️9 menit membaca
Penulis:User Generated Content
Bagikan:
Mari kita bedah perang saudara antara dua raksasa ini. Di sektor **Display & Design**, POCO X8 Pro Max menawarkan layar AMOLED 6.83 inci QHD+ dengan refresh rate 120Hz, PWM 3840Hz yang ramah mata, dan peak brightness hingga 3500 nits. Samsung S23 Ultra hadir dengan Dynamic AMOLED 2X 6.8 inci QHD+ yang juga 120Hz, namun dengan peak brightness 1750 nits. Secara spesifikasi mentah, POCO jelas lebih unggul dengan kecerahan dua kali lipat dan PWM yang lebih tinggi untuk mengurangi mata lelah. Desainnya? POCO dengan bodi aluminium dan fiberglass terasa modern, sedangkan S23 Ultra dengan frame aluminium dan Gorilla Glass Victus 2 tetap premium, tapi desainnya sudah berumur. Keduanya tangguh, tapi POCO punya sertifikasi IP68/IP69 yang lebih tinggi dari IP68 milik Samsung. Bobot? POCO 219 gram vs S23 Ultra 234 gram, keduanya sama-sama 'berisi', tapi POCO sedikit lebih ramah di saku. Beralih ke **Connectivity**, POCO X8 Pro Max jelas melesat jauh ke depan. Dengan dukungan WiFi 7 dan Bluetooth 6.0, POCO siap untuk era konektivitas masa depan, sementara S23 Ultra 'hanya' WiFi 6E dan Bluetooth 5.3. Keduanya punya NFC, eSIM, dan port USB-C, tapi POCO menambahkan Infrared yang berguna untuk mengontrol perangkat rumah. Samsung masih unggul dengan USB-C 3.2 yang lebih cepat untuk transfer data, tapi bagi kebanyakan orang, ini bukan faktor penentu. POCO juga mendukung lebih banyak band 5G, memastikan kompatibilitas global yang lebih baik. Di area ini, POCO adalah pemenang telak. **Baterai** adalah panggung pembantaian. POCO X8 Pro Max membawa baterai Si-Carbon 8500 mAh yang sangat besar dengan fast charging 100W. Ini bukan hanya mengisi daya, tapi 'menyiram' energi ke ponsel. Dengan daya tahan ~80 jam, kamu bisa melupakan charger selama berhari-hari. S23 Ultra dengan baterai 5000 mAh dan fast charging 45W terlihat seperti mainan. Meski Samsung memiliki wireless charging 15W dan reverse wireless charging, keunggulan POCO dalam kapasitas dan kecepatan pengisian kabel sangat signifikan. Untuk pengguna yang aktif, POCO adalah pilihan yang jauh lebih praktis dan bebas khawatir. Di sektor **Performance**, ini bukan pertarungan, ini pembantaian. Chipset MediaTek Dimensity 9500s (3nm) di POCO X8 Pro Max menghasilkan skor Antutu 2.635.919, dengan skor GPU 871.886 yang luar biasa. S23 Ultra dengan Snapdragon 8 Gen 2 for Galaxy (4nm) hanya mampu meraih 1.683.514. Selisih hampir 1 juta poin menunjukkan bahwa POCO jauh lebih unggul dalam gaming, multitasking, dan tugas berat lainnya. GPU Mali G1 Ultra di POCO jelas lebih bertenaga untuk game-game berat. Jika kamu seorang gamer atau power user, POCO adalah pilihan yang tidak perlu dipertanyakan lagi. S23 Ultra mungkin masih mumpuni, tapi ia seperti atlet yang sudah melewati masa jayanya. **Software** menjadi medan di mana keduanya berimbang. POCO X8 Pro Max hadir dengan Android 16 dan HyperOS 3.X, dengan janji update 5 tahun untuk OS dan security. Samsung S23 Ultra juga mendapat update hingga Android 16 (One UI 8.5) dengan 4 tahun update OS dan 5 tahun security. Keduanya sama-sama berkomitmen untuk dukungan jangka panjang. Fitur software? HyperOS lebih segar dan modern, sementara One UI lebih matang dan kaya fitur produktivitas seperti DeX. Ini kembali ke preferensi pribadi. Namun, POCO yang lebih baru secara rilis (Maret 2026) sudah langsung membawa Android 16, sementara S23 Ultra memulai dari Android 13 dan butuh waktu untuk sampai ke versi terbaru. Terakhir, **Kamera**. Ini adalah satu-satunya area di mana Samsung Galaxy S23 Ultra masih bisa menegakkan kepala. Setup quad 200MP dengan dua telefoto (3x dan 10x optik) adalah mimpi para fotografer. Skor DxOMark 140 untuk kamera dan 141 untuk selfie membuktikan kualitasnya. POCO X8 Pro Max dengan kamera utama 50MP dan ultrawide 8MP terlihat biasa saja. Skor DxOMark-nya tidak tersedia, yang menunjukkan bahwa ia bukan prioritas utama. Untuk zoom, detail, dan fleksibilitas, S23 Ultra adalah pemenang mutlak. Namun, untuk penggunaan sehari-hari yang normal, kamera POCO masih cukup mumpuni. Jadi, jika fotografi adalah prioritas utama, S23 Ultra adalah pilihan yang tepat, tapi untuk segalanya yang lain, POCO X8 Pro Max adalah raja yang sebenarnya.
🏆 Pilihan Terbaik
3.1M
POCO X8 Pro Max

POCO X8 Pro Max

Rp 7.499.000
Harga pasar
Antutu: 3.1M
💾12GB / 256GB
📷50 MP + 8 MP
Samsung Galaxy S23 Ultra

Samsung Galaxy S23 Ultra

Rp 11.499.000
Harga pasar
💾[object Object] / 256GB
📷200 MP

Kelebihan dan Kekurangan

POCO X8 Pro Max

✅ Kelebihan
  • Performa gila-gilaan: Chipset MediaTek Dimensity 9500s (3nm) dengan skor Antutu 2.635.919, mengungguli hampir semua flagship di kelasnya. Ini bukan ponsel, ini roket.
  • Baterai raksasa 8500 mAh dengan fast charging 100W. Mungkin bisa dipakai untuk menyalakan rice cooker saat mati lampu. Daya tahannya ~80 jam, jadi lupa charger bukan masalah.
  • Layar AMOLED 6.83 inci QHD+ dengan refresh rate 120Hz, PWM 3840Hz (aman untuk mata sensitif), dan peak brightness 3500 nits. Cerahnya bisa bikin silau tetangga.
  • Konektivitas masa depan: WiFi 7, Bluetooth 6.0, NFC, eSIM, dan Infrared. Sudah siap untuk era smart home dan internet super cepat.
  • Build quality tangguh: IP68/IP69, bodi aluminium alloy, dan tahan jatuh 180 kali tanpa cacat. Sepertinya lebih tahan banting daripada hidup kita.
  • Software update 5 tahun untuk OS dan security. Cukup lama untuk menemani karier dan drama kehidupan.
❌ Kekurangan
  • Desainnya agak mainstream. Tidak jelek, tapi juga tidak bikin orang melongo seperti melihat S23 Ultra.
  • Kamera utama 50MP dengan sensor Omnivision Light Fusion 600. Secara spek mungkin oke, tapi belum terbukti bisa menyaingi kamera flagship Samsung dalam kondisi low-light.
  • Tidak ada audio jack 3.5mm. Buat yang masih setia dengan earphone kabel, ini jelas sebuah pengkhianatan.
  • Merek POCO masih dianggap sebagai 'anak nakal' dari Xiaomi, jadi mungkin kurang 'prestise' di mata sebagian orang.
  • Bobot 219 gram dan dimensi yang besar. Saku celana kamu harus siap menerima beban ekstra.
  • Kamera ultrawide 8MP terasa kurang greget di era 50MP seperti sekarang.

Samsung Galaxy S23 Ultra

✅ Kelebihan
  • Kamera juara: Setup quad 200MP dengan dua telefoto (3x dan 10x optik). Hasil zoom 10x-nya bikin teropong malu. Skor DxOMark 140 untuk kamera dan 141 untuk selfie, bukti nyata kehebatan optiknya.
  • Layar Dynamic AMOLED 2X 6.8 inci QHD+ dengan refresh rate 120Hz, HDR10+, dan peak brightness 1750 nits. Ini salah satu layar terbaik di kelasnya, bahkan sampai sekarang.
  • Build quality premium dengan Gorilla Glass Victus 2 di depan dan belakang, plus frame aluminium. Terasa kokoh dan mahal di tangan.
  • S-Pen terintegrasi. Buat yang suka mencoret-coret atau tanda tangan digital, ini fitur yang sangat produktif dan membedakan dari kompetitor.
  • Software update 4 tahun untuk OS dan 5 tahun security. Dukungan Samsung cukup konsisten dan bisa diandalkan.
  • Skor DxOMark untuk audio (139) dan display (148) sangat tinggi, menandakan kualitas multimedia yang luar biasa.
❌ Kekurangan
  • Performa kalah telak dari POCO X8 Pro Max. Skor Antutu 1.683.514 vs 2.635.919, selisihnya hampir 1 juta poin. Ini seperti membandingkan mobil sport dengan tank, beda kelas.
  • Baterai 5000 mAh terasa kecil dibanding POCO. Fast charging 45W juga jauh lebih lambat dari 100W. Di sini, Samsung terlihat seperti 'kura-kura' dalam hal pengisian daya.
  • Desainnya sudah berumur (rilis 2023). Meski masih premium, tapi kesannya 'itu-itu saja' dan ketinggalan zaman dibanding POCO yang lebih segar.
  • Bobot 234 gram, lebih berat dari POCO. Ini bukan ponsel untuk orang yang suka ringan.
  • Harga lebih mahal (Rp 11.499.000) tapi spesifikasi mentahnya (chipset, baterai) kalah dari POCO yang lebih murah (Rp 7.499.000). Ini keputusan finansial yang sulit.
  • WiFi 6E dan Bluetooth 5.3, masih di bawah POCO yang sudah WiFi 7 dan Bluetooth 6.0. Sedikit ketinggalan zaman untuk standar 2026.

Rekomendasi

POCO X8 Pro Max

Berdasarkan analisis objektif, POCO X8 Pro Max adalah pemenang yang jelas untuk sebagian besar pengguna. Dengan harga yang jauh lebih terjangkau (Rp 7.499.000 vs Rp 11.499.000), kamu mendapatkan performa yang jauh lebih tinggi (Antutu 2.635.919 vs 1.683.514), baterai yang lebih besar dan lebih cepat (8500 mAh + 100W vs 5000 mAh + 45W), serta konektivitas yang lebih modern (WiFi 7, Bluetooth 6.0). S23 Ultra hanya unggul di sektor kamera (zoom optik 10x, DxOMark 140) dan beberapa fitur premium seperti S-Pen. Namun, untuk mayoritas pengguna yang menginginkan kecepatan, daya tahan, dan nilai terbaik, POCO adalah pilihan yang lebih rasional. S23 Ultra tetap menjadi pilihan tepat bagi mereka yang sangat mementingkan fotografi dan fitur produktivitas S-Pen, serta tidak keberatan membayar lebih untuk nama besar Samsung. Skor 90/100 untuk POCO karena dominasinya di hampir semua aspek penting dengan harga lebih murah.

Skor: 90/100

Perbandingan Spesifikasi

Spesifikasi
POCO
POCO X8 Pro Max
Samsung
Samsung Galaxy S23 Ultra
Type
AMOLED
Dynamic AMOLED 2X, 120Hz, HDR10+, 1200 nits (HBM), 1750 nits (peak)
Density
447 ppi, Very high density
Diagonal
6.83",
6.8 inches, 114.7 cm2 (~89.9% screen-to-body ratio)
Resolution
1280 x 2772 px, QHD
1440 x 3088 pixels, 19.3:9 ratio (~500 ppi density)
Aspect Ratio
19.5:9
Size
77.9 mm x 163.0 mm x 8.2 mm
Colors
BlackGreenWhite
BlackBlueCreamGreenLavenderLimeRed
Weight
219 g
234 g (8.25 oz)
Materials
Aluminium alloy, Fiberglass
Repairability
Class A B C D E
Usable surface
90 %
Drop resistance
Class A B C D E, 180 drops without defects
Resistance certificates
IP68, IP69
Protection
Corning Gorilla Glass Victus 2
Build
Glass front (Gorilla Glass Victus 2), glass back (Gorilla Glass Victus 2), aluminum frame
Dimensions
163.4 x 78.1 x 8.9 mm (6.43 x 3.07 x 0.35 in)
Others
Hole-punch Notch, TÜV Rheinland Flicker-free Certified, 3840 Hz PWM, Refresh rate 120 Hz, Touch sampling rate 480 Hz, Peak brightness - 3500 cd/m², 8000000:1 contrast ratio, TÜV Rheinland Eye Comfort Certification, HDR10+, Dolby Vision, Scratch resistant, Multi-touch, Frameless, SGS Certified, TÜV Low Blue Light, DCI-P3, 12 Bits panel (10-bit +2-bit FRC), Capacitive