Dalam perbandingan performa, POCO X8 Pro Max benar-benar meninggalkan Motorola Edge 60 Pro. Dengan chipset Dimensity 9500s (3nm), POCO mencetak skor Antutu 3.085.998, hampir dua kali lipat dari skor 1.765.937 milik Motorola yang menggunakan Dimensity 8350. Untuk penggunaan berat atau gaming kompetitif, POCO memberikan keuntungan framerate yang jauh lebih stabil, didukung oleh penyimpanan UFS 4.1 yang lebih cepat dibandingkan UFS 4.0 milik Motorola.
Namun, Motorola membalas di sektor desain dan kamera. Motorola Edge 60 Pro menggunakan material kulit yang mewah dan sertifikasi MIL-STD-810H yang lebih tangguh, dengan bobot 186g yang jauh lebih ergonomis dibanding 219g milik POCO. Dari sisi fotografi, Motorola lebih unggul dengan konfigurasi triple camera yang menyertakan lensa telephoto 3x optical zoom dan sensor utama Sony LYT-700C yang lebih besar (2.00 µm pixel size) dibandingkan Sony LYT-600 pada POCO, menjadikannya pilihan lebih baik bagi pecinta fotografi mobile.
Sektor baterai menjadi arena dominasi POCO dengan kapasitas 8500 mAh, yang secara teoritis mampu bertahan 80 jam per charge, mengalahkan 6000 mAh milik Motorola yang hanya bertahan 68 jam. Meski Motorola unggul dalam dukungan OS jangka panjang (6 tahun vs 5 tahun), POCO menawarkan konektivitas lebih maju dengan WiFi 7 dan Bluetooth 6.0, sementara Motorola masih tertahan di WiFi 6E dan Bluetooth 5.4.
Layar keduanya sangat memanjakan mata, namun POCO unggul dengan panel 12-bit dan PWM Dimming 3840Hz yang sangat agresif dalam menjaga kenyamanan mata. Motorola memberikan peak brightness lebih tinggi di 4500 nits, namun secara teknis, integrasi teknologi panel POCO terasa lebih modern. Singkatnya, jika Anda mencari 'monster' performa, POCO adalah jawabannya, namun jika Anda mencari perangkat 'fotografer' yang elegan dan tahan banting, Motorola adalah pilihan yang lebih masuk akal.
Kelebihan dan Kekurangan
POCO X8 Pro Max
✅ Kelebihan
- Performa chipset Dimensity 9500s yang sangat buas (Antutu > 3 juta)
- Layar AMOLED 12-bit dengan PWM Dimming 3840Hz yang sangat nyaman di mata
- Kapasitas baterai jumbo 8500 mAh
- Konektivitas masa depan dengan Bluetooth 6.0 dan WiFi 7
❌ Kekurangan
- Kamera utama sensor Sony LYT-600 terasa 'nanggung' untuk kelas performanya
- Tidak ada lensa telephoto, sangat mengecewakan di tahun 2026
- Bobot 219g yang cukup berat untuk penggunaan jangka panjang
- Build material fiberglass terasa kurang premium dibanding kompetitor
Motorola Edge 60 Pro
✅ Kelebihan
- Sistem kamera sangat versatile dengan lensa telephoto 3x optical zoom
- Desain elegan dengan material kulit dan sertifikasi militer MIL-STD-810H
- Dukungan update software panjang hingga 6 tahun
- Layar pOLED yang sangat terang dengan peak brightness 4500 nits
❌ Kekurangan
- Performa Dimensity 8350 tertinggal jauh di belakang POCO (Antutu hanya 1,7 jutaan)
- Kapasitas baterai 6000 mAh kalah telak dari POCO
- Hanya mendukung WiFi 6E, belum support WiFi 7
- Pengisian daya 90W sedikit lebih lambat dari 100W POCO
Rekomendasi
POCO X8 Pro Max
Jika Anda adalah power user yang mementingkan raw performance dan daya tahan baterai ekstrem, POCO X8 Pro Max adalah pemenangnya. Meski kameranya biasa saja, perbedaan performa chipset 3nm dibandingkan 4nm pada Motorola sangat signifikan untuk jangka panjang.
Skor: 88/100





