Dari sisi Display & Design, kedua ponsel ini punya ukuran layar identik 6.67 inci dengan resolusi 1220 x 2712 piksel (~446 ppi) dan refresh rate 120Hz. Tapi kualitas panelnya beda tipis: Moto G86 Power pakai P-OLED dengan peak brightness 4500 nits dan HDR10+, sementara Poco X6 pakai AMOLED dengan Dolby Vision, 1920Hz PWM dimming, dan peak 1800 nits. Artinya, Moto jauh lebih terang di bawah sinar matahari langsung (4500 vs 1800 nits), tapi Poco lebih nyaman untuk mata sensitif berkat PWM tinggi dan dukungan Dolby Vision untuk konsumsi konten HDR. Soal build, Moto pakai Gorilla Glass 7i + back eco leather (195-198g), Poco pakai Gorilla Glass Victus + back plastic (181g). Victus secara teori lebih tahan gores, tapi eco leather Moto memberi grip dan kesan premium. Bobot Poco 17g lebih ringan dan 0.7mm lebih tipis โ terasa lebih nyaman untuk penggunaan lama.
Connectivity: Moto G86 Power unggul di WiFi 6 (802.11ax) dan Bluetooth 5.4, sementara Poco X6 masih WiFi 5 (802.11ac) dan Bluetooth 5.2. Keduanya punya NFC (Poco region-dependent), 5G, dan USB Type-C 2.0. Poco punya audio jack 3.5mm yang hilang di Moto โ ini poin plus buat pengguna headphone kabel. Moto mendukung eSIM (varian nano+eSIM), Poco hanya dual nano-SIM. Untuk navigasi, Moto lebih lengkap (GPS, GLONASS, GALILEO, BDS, QZSS) vs Poco tanpa QZSS. Secara keseluruhan, Moto lebih future-proof di konektivitas nirkabel, tapi Poco menang di audio jack.
Baterai adalah medan pertempuran yang jelas: Moto G86 Power punya 6720 mAh (jumbo!) vs Poco X6 5100 mAh. Selisih 1620 mAh itu signifikan โ Moto bisa bertahan 2 hari pemakaian normal, sementara Poco sekitar 1-1.5 hari. Tapi charging-nya berbanding terbalik: Moto hanya 30W (butuh ~2 jam untuk full 6720 mAh), Poco 67W (100% dalam 44 menit). Jadi ada trade-off klasik: kapasitas besar vs kecepatan isi. Untuk pengguna yang sering lupa charge, Moto lebih aman; untuk yang butuh top-up cepat sebelum berangkat, Poco lebih praktis. Tidak ada wireless charging di keduanya.
Performance: Ini poin krusial. Poco X6 pakai Snapdragon 7s Gen 2 (4nm Samsung) dengan Adreno 710, Antutu SoC total 399,300 (CPU 309,512 + GPU 89,788). Moto G86 Power pakai Dimensity 7300/7400 (4nm TSMC) dengan Mali-G615 MC2 โ tidak ada data Antutu SoC di sini, tapi berdasarkan benchmark publik, Dimensity 7300 biasanya mencetak SoC total sekitar 350-370K dengan GPU score jauh di bawah Adreno 710. Artinya, Poco X6 lebih kencang untuk gaming, terutama game berat seperti Genshin Impact atau Wuthering Waves. RAM sama-sama 8/12GB, tapi Poco tidak punya slot microSD (storage terbatas 256/512GB), sementara Moto punya microSD dedicated โ fleksibilitas storage menang di Moto. Untuk produktivitas harian, keduanya lancar, tapi gaming jelas milik Poco.
Software: Poco X6 menang telak. Moto G86 Power dapat Android 15 + 2 major upgrade (sampai Android 17), Poco X6 dapat Android 13 + 3 major upgrade (sampai Android 16) + HyperOS. Meski Moto mulai dari versi lebih baru, total masa dukungannya lebih pendek. HyperOS di Poco juga lebih kaya fitur (meski ada bloatware). Security patch: keduanya tidak disebutkan detail, tapi komitmen upgrade Poco lebih panjang. Untuk pengguna yang ingin ponsel awet 3-4 tahun, Poco lebih menjanjikan.
Kamera: Moto G86 Power punya 50MP f/1.9 OIS + 8MP ultrawide AF (autofokus di ultrawide โ langka!), selfie 32MP. Poco X6 punya 64MP f/1.8 OIS + 8MP ultrawide + 2MP macro, selfie 16MP. Resolusi utama Poco lebih tinggi (64MP vs 50MP), tapi sensor Moto 1/1.95" lebih besar dari Poco 1/2.0" โ low-light Moto sedikit unggul. Ultrawide Moto punya AF (bisa macro), Poco ultrawide fixed focus + macro dedicated 2MP (gimmick). Selfie jelas Moto menang (32MP vs 16MP). Video: Moto bisa 4K@60fps (main) dan 4K@30fps (selfie), Poco hanya 4K@30fps (main) dan 1080p@60fps (selfie). Tidak ada skor DxOMark untuk keduanya, tapi secara spesifikasi, Moto lebih versatile untuk vlogging dan selfie, sementara Poco unggul di resolusi main camera. Untuk pengguna yang sering selfie atau video call, Moto lebih baik; untuk fotografi landscape detail, Poco sedikit unggul di resolusi.
Kelebihan dan Kekurangan
Motorola Moto G86 Power
โ
Kelebihan
- Baterai jumbo 6720 mAh - terbesar di kelasnya, tahan 2 hari pemakaian normal
- Layar P-OLED 120Hz dengan HDR10+ dan peak brightness 4500 nits - sangat terang di bawah matahari
- Kamera utama 50MP dengan OIS + ultrawide 8MP yang mendukung autofokus (jarang di kelas ini)
- Selfie camera 32MP - salah satu yang tertinggi di segmen mid-range
- Dukungan microSD dedicated slot hingga 512GB - fleksibilitas storage
- Build quality oke: Gorilla Glass 7i + back eco leather, tahan banting
- Stereo speaker dengan Dolby Atmos
- Android 15 out of the box
โ Kekurangan
- Chipset Dimensity 7300/7400 - performa gaming di bawah Snapdragon 7s Gen 2, terutama GPU Mali-G615 MC2 yang lemah
- Hanya 2 major Android upgrades - paling sedikit di kelasnya (Poco X6 dapat 3)
- Charging 30W terasa lambat untuk baterai 6720 mAh - butuh ~2 jam lebih untuk full
- Tidak ada audio jack 3.5mm
- USB Type-C 2.0 (transfer data lambat)
- Tidak ada data Antutu device - tapi SoC score jelas kalah dari Poco X6
- Berat 195-198g - paling berat di perbandingan ini
- Harga pasar belum tersedia (effectivePrice null) - sulit menilai value
Xiaomi Poco X6
โ
Kelebihan
- Chipset Snapdragon 7s Gen 2 - performa CPU/GPU lebih tinggi (Antutu SoC 399,300 vs Dimensity 7300 yang biasanya ~350-370K)
- Layar AMOLED 120Hz dengan Dolby Vision, 1920Hz PWM dimming (ramah mata), dan Gorilla Glass Victus
- Charging 67W - 100% dalam 44 menit, jauh lebih cepat dari Moto
- Dukungan software 3 major Android upgrades + HyperOS
- Kamera utama 64MP OIS + ultrawide 8MP + macro 2MP (versatil meski macro gimmick)
- Ada audio jack 3.5mm - langka di 2026
- Bobot 181g - lebih ringan dan tipis (8mm)
- Harga launch sudah diketahui (meski di sini null) - umumnya lebih kompetitif
โ Kekurangan
- Baterai 5100 mAh - jauh lebih kecil dari Moto, meski charging cepat
- Peak brightness hanya 1800 nits - kalah terang dari Moto (4500 nits) di outdoor
- Tidak ada slot microSD - storage terbatas pada varian yang dibeli
- Selfie camera 16MP - kalah resolusi dari Moto 32MP
- Build back plastic - terasa kurang premium dibanding eco leather Moto
- Android 13 out of the box (meski upgrade ke HyperOS) - tertinggal satu generasi
- WiFi hanya 802.11ac (WiFi 5) - Moto sudah WiFi 6
- Tidak ada data Antutu device - tapi SoC score sudah menunjukkan keunggulan
Rekomendasi
Xiaomi Poco X6
Poco X6 menang tipis karena kombinasi performa chipset Snapdragon 7s Gen 2 yang lebih kencang (Antutu SoC 399,300), layar AMOLED dengan Dolby Vision + Gorilla Glass Victus, charging 67W yang mengisi penuh dalam 44 menit, serta dukungan software 3 major upgrade (vs 2 di Moto). Meskipun baterai 5100 mAh kalah jauh dari 6720 mAh Moto G86 Power, efisiensi Snapdragon 7s Gen 2 dan fast charging 67W membuat pengalaman harian lebih seimbang. Moto G86 Power unggul di baterai dan kamera selfie, tapi performa GPU yang lemah (Mali-G615 MC2) dan charging 30W untuk baterai jumbo membuatnya kurang ideal untuk pengguna aktif. Poco X6 adalah paket all-rounder yang lebih matang untuk 2026.
Skor: 82/100



