Mari kita bedah kedua ponsel kelas entri ini secara objektif tanpa bumbu manis dari tim marketing. Dari sektor Display & Design, Tecno Pova 5 menang mutlak secara visual dengan panel IPS LCD 6.78 inci beresolusi Full HD+ (1080 x 2460 piksel, ~396 ppi) yang tajam dan terang hingga 580 nits. Sebaliknya, itel P65 mencoba melucu di tahun 2026 dengan menawarkan layar 6.7 inci beresolusi HD+ (720 x 1600 piksel, ~262 ppi). Menonton video di itel P65 akan membuat Anda teringat pada estetika pikselasi game retro. Meski begitu, jika Anda mengutamakan kenyamanan genggaman, itel P65 memang lebih ramah di tangan dengan ketebalan hanya 7.9 mm dan bobot 192.4 g, berbanding terbalik dengan Pova 5 yang tebalnya mencapai 9 mm dan berat 219.4 g yang siap melonggarkan celana Anda jika tidak memakai ikat pinggang.
Beralih ke sektor dapur pacu, jurang pemisah performa kedua ponsel ini semakin lebar. Tecno Pova 5 ditenagai oleh MediaTek Helio G99 dengan fabrikasi 6 nm yang legendaris, memiliki konfigurasi CPU Octa-core (2x2.2 GHz Cortex-A76 & 6x2.0 GHz Cortex-A55) dikombinasikan dengan GPU Mali-G57 MC2. Sementara itu, itel P65 harus puas dengan Unisoc T615 (12 nm) yang memiliki CPU Octa-core lebih lambat (2x1.8 GHz Cortex-A75 & 6x1.6 GHz Cortex-A55) dan GPU Mali-G57 MP1 single-core. Dalam penggunaan praktis, Helio G99 pada Pova 5 mampu melibas game-game kasual dengan lancar tanpa stuttering berarti, sedangkan Unisoc T615 pada itel P65 akan sering megap-megap bahkan hanya saat Anda melakukan multitasking standar atau membuka aplikasi sosial media yang berat.
Sektor daya juga menyajikan drama yang tidak kalah menarik. Tecno Pova 5 membawa tangki bahan bakar raksasa berkapasitas 6000 mAh dengan dukungan fast charging 45W yang diklaim mampu mengisi 50% daya dalam 21 menit, plus bonus fitur reverse wired charging 10W untuk menyelamatkan baterai teman Anda. Di sisi lain, itel P65 hanya dibekali baterai standar 5000 mAh dengan pengisian daya 'siput' 18W yang membutuhkan waktu sekitar 1.5 jam lebih untuk terisi penuh. Di era modern di mana waktu adalah uang, menunggu baterai itel P65 terisi penuh menggunakan charger 18W rasanya seperti sedang menunggu kepastian dari gebetan.
Untuk urusan kamera dan konektivitas, kedua produsen di bawah naungan Transsion Holdings ini tampak kompak memberikan konfigurasi kamera utama 50 MP f/1.6. Namun, Tecno Pova 5 lebih unggul berkat dukungan perekaman video hingga resolusi 1440p@30fps dan sistem fokus PDAF yang lebih cepat, sementara itel P65 mentok di 1080p@30fps dengan fokus yang kadang berburu. Untuk urusan konektivitas, keduanya memang masih terjebak di jaringan 4G LTE. Namun, Pova 5 sudah menyertakan NFC secara standar di semua varian dan memiliki Wi-Fi dual-band yang stabil, sedangkan itel P65 secara pelit hanya memberikan NFC pada varian memori tertingginya saja. Satu-satunya hiburan bagi itel P65 adalah kehadiran Android 14 bawaan, sementara Pova 5 masih tertahan di Android 13 yang terasa agak usang, walaupun perbedaan versi software ini tidak akan mampu menutupi inferioritas hardware yang dimiliki itel P65.
Kelebihan dan Kekurangan
itel P65
â
Kelebihan
- Sudah menggunakan Android 14 out-of-the-box, setingkat lebih baru dibanding kompetitornya
- Desain bodi relatif lebih tipis (7.9 mm) dan ringan (192.4 g), tidak membuat tangan cepat pegal
- Layar sudah mendukung refresh rate 120Hz untuk transisi visual yang mulus di kelas harganya
- Memiliki port audio jack 3.5mm untuk pengguna earphone kabel konvensional
â Kekurangan
- Resolusi layar masih HD+ (720 x 1600 piksel) dengan kerapatan hanya ~262 ppi, membuat teks terlihat agak buram pada panel 6.7 inci
- Chipset Unisoc T615 (12 nm) terasa sangat lawas dan loyo untuk standar performa tahun 2026
- Pengisian daya hanya 18W, membutuhkan waktu sangat lama untuk mengisi penuh baterai 5000 mAh
- NFC hanya tersedia secara eksklusif pada varian tertinggi (RAM 6GB / Storage 256GB)
Tecno Pova 5
â
Kelebihan
- Baterai berkapasitas masif 6000 mAh yang sangat awet, dilengkapi fitur reverse charging 10W
- Pengisian daya cepat 45W yang mampu mengisi daya hingga 50% hanya dalam waktu 21 menit
- Chipset MediaTek Helio G99 (6 nm) yang jauh lebih bertenaga, efisien, dan andal untuk gaming kelas entri
- Layar tajam beresolusi Full HD+ (1080 x 2460 piksel) dengan kerapatan ~396 ppi dan tingkat kecerahan hingga 580 nits
- Dilengkapi dengan speaker stereo ganda yang memberikan pengalaman audio lebih hidup
â Kekurangan
- Bobotnya sangat berat (219.4 gram) dengan ketebalan 9 mm, terasa seperti membawa batu bata di saku
- Masih menggunakan sistem operasi Android 13 saat rilis, tertinggal satu generasi dari itel P65
- Belum mendukung konektivitas 5G, membatasi kecepatan internet masa depan
- Desain Mecha 3D yang sangat mencolok mungkin terasa terlalu kekanak-kanakan bagi sebagian pengguna profesional
Rekomendasi
Tecno Pova 5
Meskipun Tecno Pova 5 dirilis lebih awal dan masih 'terjebak' di Android 13, secara hardware perangkat ini membantai itel P65 di hampir semua aspek vital. Di tahun 2026, menggunakan layar HD+ pada ukuran 6.7 inci seperti yang ada pada itel P65 adalah sebuah bentuk penyiksaan visual yang tidak perlu dimaafkan. Pova 5 menawarkan layar FHD+ (396 ppi) yang jauh lebih tajam, chipset Helio G99 (6nm) yang jauh lebih superior dibanding Unisoc T615 (12nm) yang sudah layak masuk museum, serta baterai raksasa 6000 mAh dengan pengisian cepat 45W yang sangat efisien. Selisih bobot yang lebih berat adalah harga kecil yang sangat layak dibayar demi performa harian yang jauh lebih manusiawi.
Skor: 82/100




