Dalam membandingkan Infinix Zero 30 dan itel S25, kita sedang melihat dua segmen yang berbeda. Infinix Zero 30 ditenagai oleh MediaTek Dimensity 8020 (6nm) yang memiliki skor performa jauh di atas Unisoc T620 (12nm) milik itel S25. Perbedaan fabrikasi ini bukan sekadar angka; ia menentukan efisiensi daya dan kemampuan menangani beban kerja berat seperti gaming atau multitasking. Infinix hadir dengan dukungan 5G lengkap, sementara itel S25 masih tertahan di jaringan 4G, sebuah pilihan desain yang cukup 'berani' untuk standar konektivitas tahun 2026.
Dari sisi layar, itel S25 sebenarnya mengejutkan dengan panel AMOLED 120Hz yang mampu mencapai kecerahan puncak 1800 nits, mengungguli Infinix Zero 30 yang 'hanya' 950 nits. Namun, Infinix membalas dengan refresh rate 144Hz yang memberikan pengalaman scroll lebih halus. Jika Anda adalah tipe pengguna yang sering berada di bawah terik matahari, itel mungkin menang di layar, tapi jika Anda menginginkan performa sistem yang responsif, Infinix adalah pemenangnya.
Sektor kamera menunjukkan perbedaan filosofi yang kontras. Infinix Zero 30 membawa konfigurasi triple camera dengan OIS dan kemampuan perekaman 4K di kedua sisi (depan-belakang), menjadikannya perangkat yang jauh lebih kapabel untuk kreator konten. Sebaliknya, itel S25 mengandalkan single camera 50MP yang fungsional namun sangat terbatas. Tanpa OIS dan dengan setup yang sangat dasar, itel S25 hanya bisa dianggap sebagai 'penangkap momen' biasa, bukan alat produksi konten.
Baterai menjadi titik krusial di mana Infinix Zero 30 unggul telak. Dengan fast charging 68W, pengisian daya 80% hanya memakan waktu 30 menit. Sebagai perbandingan, itel S25 dengan pengisian 18W akan memaksa Anda untuk menunggu jauh lebih lamaβmungkin cukup untuk menyeduh kopi, meminumnya, dan menyesali keputusan membeli ponsel dengan pengisian daya 'siput' ini. Meskipun itel menawarkan fitur bypass charging yang bagus untuk kesehatan baterai, kecepatan pengisiannya tetaplah sebuah anomali di tahun 2026.
Software menjadi satu-satunya area di mana itel S25 sedikit unggul karena membawa Android 14 sejak lahir dan janji update major. Infinix Zero 30 yang terjebak di Android 13 mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan dini dalam hal dukungan fitur perangkat lunak terbaru. Namun, performa perangkat keras yang superior pada Infinix tetap menjadikannya pilihan yang lebih awet untuk penggunaan jangka panjang dibandingkan itel S25 yang spesifikasinya sudah terasa 'lelah' bahkan sebelum mencapai usia pakai dua tahun.
Kelebihan dan Kekurangan
Infinix Zero 30
β
Kelebihan
- Performa chipset Dimensity 8020 yang jauh lebih bertenaga untuk multitasking dan gaming
- Layar AMOLED 144Hz yang sangat mulus
- Fast charging 68W yang efisien (80% dalam 30 menit)
- Kemampuan perekaman video 4K pada kamera depan dan belakang
β Kekurangan
- Absennya lubang jack audio 3.5mm
- Software berbasis Android 13 yang mulai terasa usang di tahun 2026
- Tidak ada slot microSD untuk ekspansi memori
itel S25
β
Kelebihan
- Layar AMOLED dengan kecerahan puncak mencapai 1800 nits
- Harga yang sangat kompetitif dengan fitur bypass charging
- Keberadaan jack audio 3.5mm yang masih relevan
- Software lebih baru dengan Android 14
β Kekurangan
- Chipset Unisoc T620 sangat terbatas, tidak mendukung 5G
- Kecepatan pengisian daya sangat lambat (18W) untuk standar 2026
- Kamera utama single lens dengan fitur sangat minimalis
Rekomendasi
Infinix Zero 30
Infinix Zero 30 adalah pilihan yang jauh lebih rasional di tahun 2026. Meskipun dirilis lebih awal, chipset Dimensity 8020, konektivitas 5G, dan kemampuan charging 68W-nya tetap relevan, sementara itel S25 terjebak di era 4G dengan performa yang hanya cocok untuk penggunaan dasar.
Skor: 82/100




