Di kelas entry-level 2 jutaan, ketiga HP ini menawarkan kompromi yang berbeda. Infinix Smart 20 (Rp1.999.000) hadir dengan layar IPS LCD 6.78 inci 120Hz 720p (259 ppi), body tertipis 7.7 mm, dan yang paling mengejutkan: NFC. Tapi jangan senang dulu โ chipset Helio G81 Ultimate (12nm) dengan GPU Mali-G52 MC2 adalah yang paling lemah, dan kamera utamanya cuma 8 MP. Ya, 8 MP. Di tahun 2026. Samsung Galaxy A07 (Rp2.199.000) membawa layar PLS LCD 6.7 inci 120Hz 720p (262 ppi) dengan 800 nits HBM, body 8.2 mm dan 199 gram. Xiaomi Redmi A7 Pro (Rp1.949.000) punya layar terbesar 6.9 inci 120Hz 800 nits, body 8.2 mm dan 210 gram โ paling berat dan bongsor. Ketiganya masih 720p, jadi jangan harap ketajaman ala Full HD. Tapi Redmi A7 Pro menang di ukuran dan kecerahan layar, sedangkan Infinix menang di portabilitas.
Dari sisi performa, Samsung Galaxy A07 unggul jauh berkat Dimensity 6300 (6nm TSMC) dengan CPU 2x2.4 GHz Cortex-A76 + 6x2.0 GHz Cortex-A55 dan GPU Mali-G57 MC2. Skor Antutu overall-nya 533.135 (cpu 221.188, gpu 43.825, mem 118.387, ux 149.735) โ tertinggi di grup ini. Redmi A7 Pro pakai Unisoc T8300 (6nm) dengan CPU 2x2.2 GHz Cortex-A78 + 6x2.0 GHz Cortex-A55, skor SoC total 287.761 (cpu 245.947, gpu 41.814) โ CPU-nya sedikit lebih kencang dari Samsung, tapi GPU-nya paling lemah. Infinix Smart 20 dengan Helio G81 Ultimate (12nm) jelas paling lambat โ fabrikasi jadul, GPU kentang, dan RAM cuma 4GB tanpa opsi 6GB. Untuk gaming, Samsung A07 adalah pilihan paling masuk akal; Redmi A7 Pro oke untuk game ringan; Infinix Smart 20... ya, buat main Mobile Legends setting rendah pun mungkin ngelag.
Baterai: Redmi A7 Pro menang telak dengan 6300 mAh, tapi charging-nya cuma 15W โ butuh waktu lama untuk full charge. Samsung A07 punya 6000 mAh dengan 25W โ kombinasi terbaik antara kapasitas dan kecepatan. Infinix Smart 20 paling kecil (5200 mAh) dan charging 15W. Untuk daya tahan, Redmi A7 Pro juara, tapi Samsung A07 lebih seimbang. Kamera: Samsung A07 menang dengan 50 MP f/1.8 PDAF (video 1080p@30/60fps) vs Redmi A7 Pro 32 MP f/2.0 (1080p@30fps) vs Infinix Smart 20 8 MP f/2.0 (1440p@30fps โ tapi resolusi kameranya kecil, jadi video 1440p cuma upscale). Selfie: ketiganya 8 MP, tapi Samsung dan Redmi punya HDR. Tidak ada data DxOMark untuk ketiganya, tapi secara objektif Samsung A07 jelas unggul di kamera.
Connectivity: Infinix Smart 20 satu-satunya yang punya NFC โ ini nilai plus besar untuk pembayaran digital. Tapi Samsung A07 dan Redmi A7 Pro punya 5G (Infinix cuma 4G). Samsung A07 punya band 5G paling lengkap (n1/3/5/7/8/26/28/40/41/66/77/78) dan Bluetooth 5.3, Redmi A7 Pro Bluetooth 5.4 tapi band 5G terbatas, Infinix Bluetooth versi tidak jelas (cuma "Yes"). Navigasi: Samsung A07 paling lengkap (GPS, GALILEO, GLONASS, BDS, QZSS), Redmi A7 Pro (GPS, GALILEO, GLONASS, BDS), Infinix cuma GPS. Samsung juga punya Wi-Fi Direct. Untuk software, Samsung A07 menang telak dengan 6 major Android upgrades + One UI 8 โ ini investasi jangka panjang yang serius. Redmi A7 Pro dapat 4 upgrade + HyperOS 3, Infinix Smart 20 dapat Android 16 + XOS 16 tanpa info jumlah upgrade (biasanya cuma 2).
Kesimpulan: Samsung Galaxy A07 adalah pemenang objektif dengan skor 82/100. Ia unggul di performa, kamera, software support, dan konektivitas 5G. Kekurangannya: tidak ada NFC dan harga paling mahal. Redmi A7 Pro juara di baterai dan layar, tapi GPU lemah dan tidak ada NFC. Infinix Smart 20 hanya cocok untuk yang butuh NFC dan harga termurah, tapi siap-siap kecewa dengan performa dan kamera. Di 2026, HP 2 jutaan tanpa NFC itu sudah ketinggalan zaman โ tapi Samsung menebusnya dengan software support 6 tahun yang bikin HP ini tetap relevan sampai 2032. Pilihan bijak? Samsung Galaxy A07. Pilihan hemat? Redmi A7 Pro. Pilihan nekat? Infinix Smart 20 โ hanya jika NFC adalah segalanya.
๐ Pilihan Terbaik

Samsung Galaxy A07
Rp 2.199.000
Harga pasar
๐พ[object Object] / 64GB
๐ท50 MP
Kelebihan dan Kekurangan
Infinix Smart 20
โ
Kelebihan
- Harga paling terjangkau di kelasnya (Rp1.999.000)
- Layar 6.78 inci 120Hz dengan body tertipis (7.7 mm) dan teringan di antara ketiganya
- Satu-satunya yang memiliki NFC โ bisa dipakai buat tap-to-pay dan e-money, hal langka di harga 2 jutaan
- Memiliki gyroscope? Tidak, tapi setidaknya ada FM radio, jack audio, dan OTG
- Desain warna paling variatif (4 pilihan: Shadow Black, Cloudline Blue, Polaris Titanium, Sunlike Orange)
โ Kekurangan
- Chipset Mediatek Helio G81 Ultimate (12nm) adalah yang paling lemah โ fabrikasi jadul, GPU Mali-G52 MC2 kentang
- Kamera utama cuma 8 MP โ ya ampun, ini 2026, bukan 2016. Hasil foto bakal noise parah di low light
- Baterai 5200 mAh paling kecil, charging cuma 15W (lambat)
- RAM 4GB tanpa opsi 6GB โ multitasking bakal sesak napas
- Tidak ada gyroscope โ main game FPS atau VR? Mimpi
- Layar IPS LCD 720p dengan 259 ppi โ teks bakal terlihat sedikit bergerigi
- Tidak ada informasi berat yang jelas (dikosongkan), agak mencurigakan
Samsung Galaxy A07
โ
Kelebihan
- Chipset Mediatek Dimensity 6300 (6nm) โ paling modern dan efisien di antara ketiganya, dengan fabrikasi TSMC 6nm
- Dukungan software terbaik: 6 major Android upgrades โ ini juara di kelas entry-level. HP lain cuma 4 tahun
- Baterai 6000 mAh dengan fast charging 25W โ tercepat di grup ini
- Kamera utama 50 MP f/1.8 PDAF โ resolusi tertinggi, hasil foto jauh lebih detail
- Lengkap sensor: gyro, compass, accelerometer, proximity โ siap untuk gaming dan AR
- 5G lengkap dengan band yang luas (n1/3/5/7/8/26/28/40/41/66/77/78)
- Bluetooth 5.3 + navigasi multi-konstelasi (GPS, GALILEO, GLONASS, BDS, QZSS)
- Skor Antutu overall 533.135 โ tertinggi di antara ketiganya (walau chipset tercatat Helio G99 di database, kemungkinan typo โ tapi tetap unggul)
โ Kekurangan
- Tidak ada NFC โ ini kelemahan fatal di 2026, gak bisa tap-to-pay
- Berat 199 gram โ paling berat kedua, agak mengganggu untuk penggunaan satu tangan
- Layar PLS LCD 720p dengan 262 ppi โ masih HD+, bukan Full HD
- Harga paling mahal (Rp2.199.000) โ selisih Rp200 ribu dari Infinix
- microSD slot shared dengan SIM โ kalau pakai dual SIM, gak bisa expand storage
- GPU Mali-G57 MC2 โ sama seperti Redmi A7 Pro, tapi CPU-nya lebih kencang
- Tidak ada gyroscope? Ada, tapi tetep aja kelas entry
Xiaomi Redmi A7 Pro
โ
Kelebihan
- Harga paling murah kedua (Rp1.949.000) โ cuma selisih Rp50 ribu dari Infinix
- Baterai terbesar: 6300 mAh โ juara daya tahan di grup ini
- Chipset Unisoc T8300 (6nm) dengan CPU Cortex-A78 โ skor SoC total 287.761, CPU score 245.947, tertinggi di antara ketiganya
- Layar terbesar: 6.9 inci dengan 120Hz dan 800 nits peak โ paling terang
- Speaker stereo โ pengalaman multimedia lebih baik
- Bluetooth 5.4 โ versi terbaru di grup ini
- Dukungan 4 major Android upgrades + HyperOS 3
- Desain warna menarik (Black, Mist Blue, Sunset Orange)
โ Kekurangan
- Tidak ada NFC โ sama seperti Samsung, gak bisa tap-to-pay
- Berat 210 gram โ PALING BERAT di antara ketiganya. Bikin kantong jatuh
- Dimensi paling bongsor: 171.5 x 79.5 x 8.2 mm โ susah dipakai satu tangan
- Kamera utama 32 MP โ di bawah Samsung 50 MP, tapi masih jauh lebih baik dari Infinix 8 MP
- Charging cuma 15W โ lambat untuk baterai 6300 mAh (butuh ~2 jam lebih untuk full charge)
- Tidak ada gyroscope โ sama seperti Infinix, gaming FPS terbatas
- Tidak ada informasi berat yang jelas? Ada, 210 gram
- Band 5G terbatas (n1/3/5/8/28/40/41) โ tidak selengkap Samsung
- Skor GPU 41.814 โ paling rendah di antara ketiganya, gaming berat bakal tersendat
Rekomendasi
Samsung Galaxy A07
Samsung Galaxy A07 menang karena kombinasi chipset terbaik (Dimensity 6300 6nm), dukungan software terlama (6 tahun update), kamera 50 MP, baterai 6000 mAh dengan charging 25W, dan skor Antutu overall tertinggi (533.135). Meskipun tidak ada NFC dan harganya paling mahal (Rp2.199.000), investasi jangka panjangnya jauh lebih baik. Redmi A7 Pro menang di baterai dan layar, tapi GPU lemah dan tidak ada NFC. Infinix Smart 20 hanya menang di harga dan NFC, tapi spesifikasi lainnya tertinggal jauh โ kamera 8 MP di 2026 itu lelucon.
Skor: 82/100






