
Samsung Galaxy A56 5G
Kelebihan dan Kekurangan
Infinix Note 60 Pro
- Layar AMOLED 6.78 inci 144Hz dengan peak brightness 4500 nits โ salah satu yang tertinggi di kelas mid-range, sangat nyaman di bawah sinar matahari langsung
- Baterai jumbo 6500 mAh dengan fast charging 90W (50% dalam 16 menit) plus wireless charging 30W โ kombinasi langka di segmen ini
- Chipset Snapdragon 7s Gen 4 (4nm) dengan Antutu total ~996.010 โ performa solid dan efisien untuk gaming kelas menengah
- Fitur lengkap: stereo speaker, NFC, eSIM, FM radio, sensor heart rate & SpO2, serta bypass charging untuk gaming
- Build premium: frame aluminium + back aluminium, Gorilla Glass 7i, dan bodi relatif tipis 7.4 mm
- Update OS hingga 3 versi major Android (Android 16 + 3 upgrade) dengan XOS 16
- USB masih Type-C 2.0 โ transfer file lambat dan tidak ada output video, sedikit mengecewakan di 2026
- Tidak ada slot microSD dan tidak ada jack audio 3.5mm
- Kamera ultrawide hanya 8 MP dan selfie 13 MP โ di bawah standar kompetitor di segmen harga yang sama
- Tidak ada rating IP resmi โ risiko air dan debu lebih tinggi dibanding rival bersertifikat IP67
- Skor Antutu CPU (367.537) lebih rendah dari Exynos 1580 di Galaxy A56, terutama untuk beban komputasi berat
- XOS 16 masih dikenal dengan bloatware dan iklan bawaan โ pengalaman software kurang bersih
Samsung Galaxy A56 5G
- Layar Super AMOLED 6.7 inci 120Hz dengan Gorilla Glass Victus+ dan HDR10+ โ proteksi dan kualitas tampilan kelas flagship
- Sertifikasi IP67 โ tahan air dan debu, sesuatu yang tidak dimiliki Infinix Note 60 Pro
- Kamera utama 50 MP Sony IMX906 dengan OIS + ultrawide 13 MP + makro 5 MP; skor DxOMark kamera 114 dan display 150 โ terbukti objektif di atas rata-rata
- Dukungan software terpanjang di kelasnya: 6 tahun update OS dan 6 tahun security patch
- Chipset Exynos 1580 dengan Antutu total ~1.240.291 โ lebih tinggi dari Snapdragon 7s Gen 4 di Infinix
- Fitur connectivity lengkap: NFC, eSIM, MST (Samsung Pay), Bluetooth 5.3 dengan aptX Adaptive & LDAC, serta dukungan navigasi GNSS penuh (Galileo, QZSS, Beidou)
- Build premium dengan frame metal, Gorilla Glass Victus+, dan rating repairability Class A
- Baterai hanya 5000 mAh dengan fast charging 45W โ jauh tertinggal dari 6500 mAh + 90W milik Infinix
- Tidak ada wireless charging sama sekali
- Bobot 197 g terasa lebih berat di tangan dibanding Infinix (201.7 g) โ meski selisih tipis, distribusi beban terasa kurang seimbang
- Refresh rate 120Hz vs 144Hz di Infinix โ kalah sedikit di angka, meski real-world hampir tidak terasa
- Tidak ada FM radio dan tidak ada jack audio 3.5mm
- Harga launch โฌ445 (~$517) โ jauh lebih mahal dibanding Infinix yang menyasar segmen value
Rekomendasi
Meskipun Infinix Note 60 Pro menang telak di sektor baterai (6500 mAh + 90W + 30W wireless) dan layar (144Hz, 4500 nits peak), Galaxy A56 5G adalah paket yang lebih seimbang dan tahan lama. Exynos 1580 mencetak Antutu ~1.240.291 โ sekitar 24% lebih tinggi dari Snapdragon 7s Gen 4 di Infinix (~996.010), dan skor DxOMark kamera 114 + display 150 membuktikan kualitas optik dan panel yang terkalibrasi. Ditambah IP67, Gorilla Glass Victus+, dan komitmen update 6 tahun (OS + security), A56 5G adalah investasi jangka panjang yang jauh lebih aman. Infinix unggul untuk pengguna yang menuntut daya tahan baterai ekstrem dan gaming maraton, tetapi kompromi di USB 2.0, kamera ultrawide 8 MP, tidak ada IP rating, dan bloatware XOS membuatnya kurang ideal sebagai daily driver jangka panjang.


