๐Ÿ“‘ Daftar Isi

Perbandingan 5 smartphone: Infinix Note 50 Pro, Tecno Pova 7 Ultra, Xiaomi 14, Samsung Galaxy A26, dan vivo iQOO Z11 dengan spesifikasi dan benchmark

Perbandingan Infinix Note 50 Pro vs Tecno Pova 7 Ultra vs Xiaomi 14

Terbit:
โฑ๏ธ10 menit membaca
Penulis:User Generated Content
Bagikan:
Dalam perbandingan lima smartphone ini, kita melihat spektrum yang sangat luas dari entry-level hingga flagship. Infinix Note 50 Pro 4G (Rp 3.2 juta) menawarkan nilai terbaik untuk uang dengan layar AMOLED 144Hz, baterai 5200 mAh dengan charging 90W plus wireless 30W, dan desain tipis 7.3mm. Namun, chipset Helio G100 Ultimate dengan skor Antutu 566K adalah kelemahan terbesarnya - ia tertinggal 73% dari Xiaomi 14 dan 67% dari Tecno Pova 7 Ultra. Tanpa dukungan 5G dan hanya 2 tahun update software, perangkat ini lebih cocok untuk pengguna dengan budget terbatas yang tidak membutuhkan performa tinggi. Tecno Pova 7 Ultra (Rp 5 juta) adalah 'dark horse' yang mengejutkan. Dimensity 8350 Ultimate dengan skor Antutu 1.7 juta menempatkannya di kelas flagship, mengalahkan Samsung A26 dan iQOO Z11 dengan margin yang signifikan. Layar 144Hz dengan kecerahan 4500 nits dan Gorilla Glass 7i adalah yang paling terang di daftar ini. Baterai 6000 mAh dengan charging 70W plus wireless 30W juga impresif. Namun, build quality plastic frame/back dan kamera yang hanya 108MP wide + 8MP ultrawide (tanpa telefoto) membuatnya terasa 'murah' di harga Rp 5 juta. Ini adalah pilihan menarik untuk gamer yang mengutamakan performa mentah di atas segalanya. Xiaomi 14 (Rp 7.8 juta) adalah raja di semua aspek. Snapdragon 8 Gen 3 dengan skor Antutu 2.1 juta (CPU 620K, GPU 751K) adalah yang tercepat, mengalahkan Tecno Pova 7 Ultra sebesar 23%. Sistem kamera Leica triple 50MP dengan DxOMark 138 adalah yang terbaik - wide 23mm f/1.6, telephoto 3.2x 75mm f/2.0, dan ultrawide 14mm 115ยฐ - semuanya dengan OIS. Layar LTPO OLED 6.36 inch dengan 68 miliar warna, Dolby Vision, HDR10+, dan kecerahan 3000 nits adalah yang paling akurat warna. Meski baterai 4610 mAh paling kecil, efisiensi chipset 4nm dan charging 90W wired (100% dalam 31 menit) + 50W wireless mengkompensasi. USB Type-C 3.2, WiFi 7, dan dukungan navigasi multi-band (GPS L1+L5, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS, NavIC) adalah yang paling lengkap. Update 4 tahun Android menjadikannya investasi jangka panjang terbaik. Samsung Galaxy A26 5G (Rp 4.8 juta) adalah pilihan paling 'aman' dengan update 6 tahun dan sertifikasi IP67 - fitur yang tidak dimiliki produk lain di daftar ini kecuali iQOO Z11. Namun, Exynos 1380 dengan Antutu 756K adalah yang kedua terlemah, hanya mengungguli Infinix. Charging 25W sangat lambat di era 90W, dan RAM 6GB + storage 128GB terasa kurang. Layar Super AMOLED 120Hz dengan Gorilla Glass 5 masih solid, tapi water drop notch dan bezel tebal membuatnya terlihat kuno di 2026. Ini adalah pilihan untuk pengguna yang mengutamakan longevity software dan ketahanan fisik di atas performa. vivo iQOO Z11 5G (Rp 5.7 juta) adalah 'monster baterai' dengan kapasitas 9020 mAh - hampir dua kali lipat Xiaomi 14. Dengan fast charging 90W dan reverse charging 22.5W, perangkat ini bisa bertahan 2-3 hari dalam pemakaian normal. Layar AMOLED BOE Q10+ 6.83 inch dengan kecerahan 5000 nits dan PWM 3840Hz adalah yang paling nyaman di mata, plus sertifikasi IP68/IP69 yang tangguh. Namun, ketiadaan NFC adalah kelemahan fatal - Anda tidak bisa menggunakan Google Pay atau mobile banking dengan mudah. Kamera hanya 50MP wide + 2MP depth (tanpa ultrawide) sangat mengecewakan untuk harga Rp 5.7 juta. Chipset Snapdragon 7s Gen4 dengan Antutu 875K hanya menengah, kalah dari Tecno Pova 7 Ultra yang lebih murah. Dalam hal konektivitas, Xiaomi 14 jelas unggul dengan WiFi 7, Bluetooth 5.4 aptX, USB 3.2, dan dukungan 5G lengkap 13 band. Tecno Pova 7 Ultra menawarkan 5G SA/NSA tapi WiFi-nya hanya 'Yes' tanpa spesifikasi detail. Samsung A26 memiliki eSIM dan NFC, sementara iQOO Z11 tidak punya NFC sama sekali - ironis untuk smartphone 2026. Infinix Note 50 Pro hanya 4G LTE, tapi memiliki FM radio yang jarang ditemukan sekarang. Untuk software, Samsung menang telak dengan 6 tahun update, diikuti Xiaomi 4 tahun, sementara Infinix, Tecno, dan vivo tidak jelas komitmennya. Pada akhirnya, pilihan tergantung prioritas: Xiaomi 14 untuk flagship sejati, Tecno Pova 7 Ultra untuk performa gaming murah, Samsung A26 untuk longevity, iQOO Z11 untuk baterai monster, dan Infinix untuk budget ketat.
Infinix Note 50 Pro 4G

Infinix Note 50 Pro 4G

Rp 3.199.000
Harga pasar
๐Ÿ’พ[object Object] / 256GB
๐Ÿ“ท50 MP
Tecno Pova 7 Ultra

Tecno Pova 7 Ultra

Rp 4.999.000
Harga pasar
๐Ÿ’พ[object Object] / 256GB
๐Ÿ“ท108 MP
๐Ÿ† Pilihan Terbaik
Xiaomi 14

Xiaomi 14

Rp 7.799.000
Harga pasar
๐Ÿ’พ[object Object] / 256GB
๐Ÿ“ท50 MP
574K
Samsung Galaxy A26 5G

Samsung Galaxy A26 5G

Rp 4.799.000
Harga pasar
โšกAntutu: 574K
๐Ÿ’พ6GB / 128GB
๐Ÿ“ท50 MP + 5 MP + 2 MP
875K
vivo iQOO Z11 5G

vivo iQOO Z11 5G

Rp 5.699.000
Harga pasar
โšกAntutu: 875K
๐Ÿ’พ8GB / 256GB
๐Ÿ“ท50 MP + 2 MP

Kelebihan dan Kekurangan

Infinix Note 50 Pro 4G

โœ… Kelebihan
  • Harga paling terjangkau di kelasnya (Rp 3,2 juta) dengan spesifikasi yang solid untuk kelas menengah
  • Layar AMOLED 144Hz dengan kecerahan puncak 1300 nits dan PWM 2160Hz, nyaman di mata
  • Baterai 5200 mAh dengan fast charging 90W (0-100% dalam 38 menit) plus wireless charging 30W, fitur langka di harga ini
  • Desain tipis 7.3mm dengan frame aluminium, terlihat premium
  • Sudah menjalankan Android 15 dengan XOS 15
  • Antutu score 566,616 yang cukup baik untuk kelas entry-mid
โŒ Kekurangan
  • Chipset Helio G100 Ultimate (6nm) masih ketinggalan jauh dari kompetitor, skor Antutu hanya 566K
  • Tidak mendukung jaringan 5G, hanya 4G LTE
  • Kamera ultrawide hanya 8MP, kualitas rekaman video maksimal 1440p@30fps
  • Tanpa slot microSD untuk ekspansi storage
  • Tidak ada audio jack 3.5mm, padahal kelas menengah biasanya memilikinya
  • Update software hanya 2 tahun, sangat kurang di era sekarang

Tecno Pova 7 Ultra

โœ… Kelebihan
  • Chipset Dimensity 8350 Ultimate (4nm) sangat bertenaga, Antutu 1.7 juta! Menyaingi flagship kelas atas
  • Layar AMOLED 144Hz dengan kecerahan puncak 4500 nits (tertinggi di kelasnya), Gorilla Glass 7i
  • Baterai 6000 mAh dengan fast charging 70W (100% dalam 44 menit) plus wireless magnetic charging 30W
  • Kamera utama 108MP dengan dukungan 4K@60fps recording
  • Resolusi layar 1260x2800 (460 ppi), sangat tajam
  • Dukungan 5G lengkap (SA/NSA)
โŒ Kekurangan
  • Harga Rp 5 juta terbilang mahal untuk brand Tecno yang masih membangun reputasi premium
  • Desain menggunakan plastic frame dan back, terasa kurang premium dibanding harga yang ditawarkan
  • Berat tidak disebutkan, tapi dengan baterai 6000 mAh kemungkinan besar bobotnya di atas 200g
  • Kamera ultrawide hanya 8MP dan tidak ada lensa telefoto
  • Update software tidak dijelaskan secara detail, kemungkinan hanya 2 tahun
  • Fitur software HIOS 15 masih kalah bersih dibanding HyperOS atau One UI

Xiaomi 14

โœ… Kelebihan
  • Chipset Snapdragon 8 Gen 3 (4nm) flagship, Antutu 2.1 juta - performa terbaik di daftar ini
  • Kamera Leica triple 50MP: wide + telephoto 3.2x + ultrawide, hasil foto dan video kelas flagship (DxOMark 138)
  • Layar LTPO OLED 120Hz dengan 68B colors, Dolby Vision, HDR10+, kecerahan 3000 nits
  • Build quality premium: Gorilla Glass Victus + frame aluminium, bobot hanya 188g
  • Fast charging 90W wired + 50W wireless, USB Type-C 3.2 dengan transfer data cepat
  • Update software 4 tahun (Android 14 hingga 18), sangat menjanjikan
  • WiFi 7, Bluetooth 5.4 dengan aptX, NFC, eSIM, dan dukungan navigasi lengkap (GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS, NavIC)
โŒ Kekurangan
  • Harga Rp 7.8 juta, termahal di daftar ini
  • Baterai paling kecil: 4610 mAh, meski efisiensi Snapdragon 8 Gen 3 membantu
  • Tidak ada slot microSD
  • Desain lebih kompak (6.36 inch) mungkin kurang cocok untuk penggemar layar besar
  • Sudah dirilis November 2023, terbilang 'tua' di Agustus 2026, tapi masih relevan

Samsung Galaxy A26 5G

โœ… Kelebihan
  • Dukungan update software 6 tahun (OS + security), terbaik di kelasnya dan di daftar ini
  • Sertifikasi IP67 (tahan air dan debu), fitur yang jarang di kelas menengah
  • Layar Super AMOLED 120Hz dengan Gorilla Glass 5, kualitas display Samsung selalu solid
  • Baterai 5000 mAh dengan efisiensi 1200 siklus charge, tahan lama
  • Sistem kamera dengan OIS dan 4K video, plus fitur software Samsung yang matang
  • eSIM support, NFC, dan desain repairability kelas A (mudah diperbaiki)
โŒ Kekurangan
  • Chipset Exynos 1380 (5nm) ketinggalan zaman, Antutu hanya 756K - kalah jauh dari Tecno dan Xiaomi
  • Fast charging hanya 25W, sangat lambat dibanding kompetitor (90W, 70W, 90W)
  • RAM hanya 6GB, storage 128GB - kurang untuk multitasking berat
  • Kamera ultrawide 5MP dan depth 2MP terasa 'pelengkap' saja, kualitasnya pas-pasan
  • Desain plastik dengan bezel tebal (water drop notch), terlihat kuno di 2026
  • Tanpa audio jack 3.5mm dan tanpa FM radio

vivo iQOO Z11 5G

โœ… Kelebihan
  • Baterai raksasa 9020 mAh dengan fast charging 90W dan reverse charging 22.5W - monster daya tahan
  • Layar AMOLED BOE Q10+ 6.83 inch, 120Hz, kecerahan puncak 5000 nits, PWM 3840Hz - sangat nyaman di mata
  • Sertifikasi IP68/IP69 (tahan air hingga 1.5m dan semburan air bertekanan tinggi), sangat tangguh
  • Chipset Snapdragon 7s Gen4 (4nm) dengan Antutu 875K, performa cukup untuk gaming kelas menengah
  • Sudah menjalankan Android 16 dengan OriginOS 6, versi terbaru
  • Kamera utama Sony IMX882 dengan OIS, hasil foto malam solid
โŒ Kekurangan
  • Tidak ada NFC! Ini kelemahan fatal untuk mobile payment di era sekarang
  • Kamera kedua hanya 2MP depth, tidak ada ultrawide - sangat disayangkan
  • Tidak ada slot microSD
  • Bobot 213g dengan plastik material, terasa berat dan kurang premium
  • Bluetooth 5.2 lebih lama dari kompetitor yang sudah 5.4
  • Brand iQOO kurang dikenal di pasar Indonesia, after-sales service mungkin terbatas

Rekomendasi

Xiaomi 14

Xiaomi 14 adalah pemenang mutlak dalam perbandingan ini. Dengan Snapdragon 8 Gen 3 yang menghasilkan skor Antutu 2.1 juta, ia mengungguli semua pesaing dengan margin yang sangat besar. Sistem kamera Leica triple 50MP dengan skor DxOMark 138 memberikan hasil foto dan video kelas flagship yang tidak bisa ditandingi oleh produk lain di daftar ini. Layar LTPO OLED 120Hz dengan 68 miliar warna, Dolby Vision, dan kecerahan 3000 nits adalah yang terbaik secara keseluruhan. Meski baterainya paling kecil (4610 mAh), efisiensi chipset dan charging 90W wired + 50W wireless mengkompensasi kekurangan ini. Build quality premium dengan Gorilla Glass Victus dan frame aluminium, plus dukungan update 4 tahun, menjadikannya investasi jangka panjang yang cerdas. Harga Rp 7.8 juta memang premium, tapi Anda membayar untuk performa dan kualitas yang benar-benar flagship. Untuk pengguna yang menginginkan pengalaman smartphone terbaik tanpa kompromi, Xiaomi 14 adalah pilihan yang jelas.

Skor: 92/100

Perbandingan Spesifikasi

Spesifikasi
Infinix
Infinix Note 50 Pro 4G
Tecno
Tecno Pova 7 Ultra
Xiaomi
Xiaomi 14
Samsung
Samsung Galaxy A26 5G
vivo
vivo iQOO Z11 5G
Type
AMOLED, 1B colors, 144Hz, 2160Hz PWM, 1300 nits (peak)
AMOLED, 1B colors, 144Hz, 2592Hz PWM, 4500 nits (peak)
LTPO OLED, 68B colors, 120Hz, Dolby Vision, HDR10+, 1000 nits (typ), 3000 nits (peak)
Super AMOLED
AMOLED BOE Q10+
Diagonal
6.78 inches, 109.9 cm2 (~90.4% screen-to-body ratio)
6.67 inches, 107.4 cm2 (~89.3% screen-to-body ratio)
6.36 inches, 97.6 cm2 (~89.3% screen-to-body ratio)
6.7",
6.83",
Resolution
1080 x 2436 pixels (~393 ppi density)
1260 x 2800 pixels, 20:9 ratio (~460 ppi density)
1200 x 2670 pixels, 20:9 ratio (~460 ppi density)
1080 x 2340 px, FHD+
1260 x 2800 px, FHD+
Build
Glass front, aluminum frame
Glass front (Gorilla Glass 7i), plastic frame, plastic back
Glass front (Gorilla Glass Victus), glass back or silicone polymer back, aluminum frame
โ€”
โ€”
Colors
BlackGreyPurpleTitanium
BlackWhite
BlackGreenPinkWhite
BlackGreenWhiteYellow
BlackBlue
Weight
198 g (6.98 oz)
-
188 g or 193 g (6.63 oz)
200 g
213 g
Dimensions
163.3 x 74.4 x 7.3 mm (6.43 x 2.93 x 0.29 in)
160 x 75.2 x 8.9 mm (6.30 x 2.96 x 0.35 in)
152.8 x 71.5 x 8.2 mm or 8.3 mm
โ€”
โ€”
Protection
โ€”
Corning Gorilla Glass 7i
Corning Gorilla Glass Victus
โ€”
โ€”
Density
โ€”
โ€”
โ€”
385 ppi, High Density
450 ppi, Very high density
Aspect Ratio
โ€”
โ€”
โ€”
19.5:9
20:9
Size
โ€”
โ€”
โ€”
77.5 mm x 164.0 mm x 7.7 mm
76.2 mm x 163.7 mm x 8.3 mm
Materials
โ€”
โ€”
โ€”
Plastic
Plastic
Repairability
โ€”
โ€”
โ€”
Class A B C D E
โ€”
Usable surface
โ€”
โ€”
โ€”
86 %
89 %
Drop resistance
โ€”
โ€”
โ€”
Class A B C D E, 269 drops without defects
โ€”
Resistance certificates
โ€”
โ€”
โ€”
IP67
IP68, IP69, Splash resistant
Others
โ€”
โ€”
โ€”
Water Drop Notch, Refresh rate 120 Hz, Peak brightness - 1000 cd/mยฒ, Scratch resistant, Corning Gorilla Glass 5, Multi-touch, Frameless, 2.5D curved glass screen, Capacitive
Hole-punch Notch, 3840 Hz PWM, Refresh rate 120 Hz, Peak brightness - 5000 cd/mยฒ, HDR10+, Scratch resistant, Multi-touch, Frameless, Max brightness HBM - 2000 cd/mยฒ, DCI-P3, 12 Bits panel (10-bit +2-bit FRC), Dragontrail glass, Capacitive