Di segmen entry-level yang kompetitif, keempat ponsel ini menunjukkan pendekatan berbeda terhadap nilai. Infinix Hot 70 dan Xiaomi Redmi 15C bersaing ketat di performa dengan chipset 6nm (Helio G100 Ultimate vs Dimensity 6300) yang menghasilkan skor Antutu hampir identik (261.749 vs 264.289). Perbedaan kecil ini tidak akan terasa dalam penggunaan sehari-hari, baik untuk browsing, media sosial, maupun gaming ringan. Namun, Redmi 15C unggul signifikan dengan dukungan 5G, sementara Infinix hanya 4G LTE. Ini penting karena infrastruktur 5G di Indonesia semakin luas di tahun 2026. Realme C75x tertinggal jauh dengan chipset 12nm Helio G81 Ultra yang skor Antutu-nya jauh lebih rendah, membuatnya kurang future-proof untuk aplikasi berat. Sementara Xiaomi Redmi 17 hadir dengan Snapdragon 4 Gen 5 yang lebih efisien, namun keunggulannya tidak sebanding dengan selisih harga yang diperkirakan jauh lebih tinggi.
Dari sisi display, semua ponsel menggunakan panel IPS LCD 120Hz, namun ada perbedaan penting. Infinix Hot 70 memiliki layar 6.78 inch dengan kecerahan 700 nits, sedikit lebih rendah dari Redmi 15C (6.9 inch, 810 nits) dan Redmi 17 (6.9 inch, 825 nits). Realme C75x paling redup dengan 625 nits. Dalam penggunaan outdoor di bawah sinar matahari tropis, perbedaan 100-200 nits sangat terasa. Resolusi semua masih HD+ (720p) dengan kerapatan ~254-256 ppi, yang sebenarnya kurang tajam untuk layar sebesar ini. Namun, untuk kelas harga ini, hal tersebut masih bisa dimaklumi. Redmi 17 unggul dengan Gorilla Glass 7i yang lebih tahan gores, sementara Redmi 15C menggunakan Mohs level 6 dan Realme C75x punya ArmorShell glass.
Baterai adalah medan pertempuran yang menarik. Xiaomi Redmi 17 mendominasi dengan 7500 mAh Si/C, memberikan daya tahan hingga 2 hari pemakaian normal โ ini kelas powerbank berjalan! Infinix Hot 70 dan Redmi 15C sama-sama 6000 mAh, cukup untuk 1.5 hari. Realme C75x paling kecil dengan 5600 mAh, tapi masih cukup untuk sehari penuh. Dalam hal kecepatan charging, Infinix dan Realme sama-sama 45W, dengan Infinix mengklaim 50% dalam 25 menit. Redmi 15C hanya 33W, tapi punya reverse wired charging 10W untuk mengisi perangkat lain. Redmi 17 dengan 45W mampu 51% dalam 40 menit dan full dalam 96 menit. Semua menggunakan USB Type-C, dan hanya Redmi 17 yang menggunakan teknologi Si/C yang lebih efisien dan padat.
Kamera adalah area yang paling mengecewakan di kelas ini, tapi tetap ada pemenangnya. Semua ponsel mengandalkan kamera utama 50MP, namun Redmi 15C dan Redmi 17 memiliki kamera ganda dengan auxiliary lens, memberikan fleksibilitas lebih untuk efek bokeh. Infinix Hot 70 dan Realme C75x hanya single camera. Untuk selfie, Infinix dan Redmi 15C sama-sama 8MP, sementara Redmi 17 8MP dengan aperture f/2.1, dan Realme C75x hanya 5MP โ ini sangat kurang untuk video call yang jernih. Semua perekaman video dibatasi 1080p@30fps, kecuali Infinix yang bisa 1440p@30fps. Tidak ada satupun yang menawarkan OIS atau fitur kamera canggih lainnya. Untuk fotografi kasual di siang hari, hasilnya akan mirip, tapi di kondisi minim cahaya, semua akan struggle.
Software menjadi pembeda yang menarik. Infinix Hot 70 paling unggul dengan Android 16 dan jaminan update hingga 3 versi utama, plus XOS 16. Ini sangat jarang di kelas entry-level. Xiaomi Redmi 17 juga Android 16 dengan HyperOS 3, tapi tanpa jaminan update yang jelas. Redmi 15C menggunakan Android 15 dengan HyperOS 2 dan hanya 2 versi upgrade. Realme C75x paling buruk dengan Android 15 dan Realme UI 6.0 tanpa jaminan upgrade. Dalam hal konektivitas, Redmi 15C dan Redmi 17 mendukung 5G dengan band internasional lengkap, sementara Infinix dan Realme hanya 4G. NFC tersedia di Infinix dan Redmi (tergantung region). Bluetooth 5.4 dimiliki Infinix dan Redmi 15C, sementara Redmi 17 5.1 dan Realme 5.0. Semua punya jack audio 3.5mm kecuali Realme C75x.
Kesimpulannya, di Agustus 2026, Xiaomi Redmi 15C menawarkan paket paling lengkap dengan harga masuk akal. Dukungan 5G, performa solid, baterai besar, dan kamera ganda menjadikannya pilihan terbaik untuk kebanyakan orang. Infinix Hot 70 menarik dengan software dan charging superior, tapi statusnya yang belum dirilis dan kurangnya 5G menjadi kelemahan. Redmi 17 adalah pilihan untuk yang mengutamakan baterai dan build quality, tapi siapkan budget ekstra. Realme C75x hanya cocok untuk budget sangat ketat dengan kompromi besar di chipset dan selfie camera.
๐ Pilihan Terbaik

Xiaomi Redmi 15C
Rp 2.349.000
Harga pasar
๐พ[object Object] / 128GB
๐ท50 MP
Kelebihan dan Kekurangan
Infinix Hot 70
โ
Kelebihan
- Baterai 6000 mAh dengan charging 45W tercepat di kelasnya (50% dalam 25 menit)
- Layar IPS LCD 120Hz dengan kecerahan 700 nits (HBM) terbaik untuk penggunaan outdoor
- Chipset Helio G100 Ultimate (6nm) dengan skor Antutu SoC tertinggi (261.749)
- Software paling mutakhir: Android 16 dengan jaminan update hingga 3 versi utama
- Speaker stereo untuk pengalaman multimedia lebih imersif
- Dukungan NFC untuk pembayaran contactless
โ Kekurangan
- Resolusi layar masih HD+ (720p) dengan kerapatan piksel hanya 256 ppi
- Kamera utama tunggal 50MP tanpa lensa ultrawide atau makro
- Tidak ada dukungan 5G, hanya 4G LTE
- Desain menggunakan plastik yang terasa kurang premium
- Belum dirilis (Coming Soon) sehingga ketersediaan dan harga pasar belum pasti
realme C75x
โ
Kelebihan
- Harga paling terjangkau di antara ketiganya (Rp 2.199.000)
- Baterai 5600 mAh dengan efisiensi daya baik untuk pemakaian harian
- Sudah tersedia di pasaran (Released 2025) dengan harga stabil
- Layar 120Hz dengan perlindungan ArmorShell glass yang tahan banting
- GPS multi-band (GPS, GALILEO, GLONASS, QZSS, BDS) untuk navigasi akurat
โ Kekurangan
- Chipset Helio G81 Ultra (12nm) paling lemah dengan skor Antutu terendah
- Kamera selfie 5MP sangat rendah resolusinya, kurang untuk video call
- Tidak ada NFC, jack audio 3.5mm, dan speaker stereo
- Bluetooth 5.0 lebih lama dibanding pesaing yang sudah 5.4
- Update software hanya sampai Android 15 tanpa jaminan upgrade
- Tidak mendukung 5G
Xiaomi Redmi 15C
โ
Kelebihan
- Satu-satunya yang mendukung 5G di kelasnya (Dimensity 6300)
- Kamera utama ganda (dual) 50MP dengan hasil foto lebih fleksibel
- Layar terbesar 6.9 inch dengan kecerahan 810 nits (HBM)
- Baterai 6000 mAh dengan charging 33W dan reverse charging 10W
- NFC tersedia (tergantung region)
- Keseimbangan harga dan fitur yang sangat baik untuk kelas entry-level
โ Kekurangan
- Desain paling berat (211g) dan paling besar (173.2mm) di antara ketiganya
- Charging 33W paling lambat dibanding Infinix (45W) dan Realme (45W)
- Update software hanya 2 versi utama, lebih sedikit dari Infinix
- Skor Antutu SoC sedikit di bawah Infinix Hot 70
- Tidak ada speaker stereo
Xiaomi Redmi 17
โ
Kelebihan
- Baterai terbesar 7500 mAh Si/C dengan daya tahan luar biasa (2 hari pemakaian normal)
- Chipset Snapdragon 4 Gen 5 terbaru dengan efisiensi daya tinggi
- Layar 120Hz dengan kecerahan 825 nits (HBM) dan Gorilla Glass 7i
- Android 16 dengan HyperOS 3 terbaru
- Dukungan 5G lengkap dengan band internasional
- Speaker stereo untuk pengalaman audio lebih baik
- Desain lebih premium dengan opsi eco leather
โ Kekurangan
- Harga belum diumumkan, diperkirakan paling mahal di antara ketiganya
- Paling berat (232g) dan paling tebal (8.8mm), kurang ergonomis
- Resolusi layar masih HD+ (720p) dengan 254 ppi
- RAM maksimal hanya 6GB, lebih rendah dari Infinix (8GB) dan Realme (8GB)
- Bluetooth 5.1 lebih lama dari Infinix dan Xiaomi Redmi 15C (5.4)
- Slot microSD berbagi dengan SIM (hybrid), tidak dedicated
Rekomendasi
Xiaomi Redmi 15C
Xiaomi Redmi 15C adalah pilihan paling seimbang untuk kelas entry-level di Agustus 2026. Dengan harga Rp 2.349.000, Anda mendapatkan dukungan 5G yang future-proof, chipset Dimensity 6300 (6nm) dengan skor Antutu 264.289 yang hampir setara dengan Infinix Hot 70, baterai 6000 mAh yang besar, dan kamera ganda 50MP. Meskipun charging-nya 33W lebih lambat dari Infinix dan Realme (45W), keunggulan 5G dan keseimbangan fitur secara keseluruhan menjadikannya nilai terbaik. Infinix Hot 70 unggul di software dan charging, tapi belum dirilis. Realme C75x terlalu lemah di chipset dan fitur. Redmi 17 terlalu mahal untuk peningkatan yang tidak signifikan.
Skor: 85/100








