Dalam perbandingan performa, Tecno Pova 7 5G meninggalkan Infinix Hot 60 Pro cukup jauh. Dengan chipset MediaTek Dimensity 7300 Ultra (4nm), Tecno mencetak skor AnTuTu v10 sebesar 710.000, dibandingkan Infinix yang hanya meraih 465.122 poin melalui Helio G200 (6nm). Perbedaan arsitektur 4nm vs 6nm ini bukan sekadar angka; ia menentukan efisiensi daya dan kemampuan multitasking yang lebih stabil pada Tecno, terutama saat menjalankan game berat yang membutuhkan dukungan 5G.
Sektor layar menyajikan paradoks tersendiri. Infinix Hot 60 Pro tampil superior dengan panel AMOLED QHD (1224 x 2720 px) dan kecerahan puncak mencapai 4500 nits, memberikan visual yang jauh lebih memanjakan mata dibandingkan Tecno yang masih menggunakan panel IPS LCD dengan resolusi FHD+ (1080 x 2460 px). Infinix sangat cocok bagi konsumsi media, namun sayang resolusi tinggi ini harus dijalankan di atas chipset yang kurang bertenaga.
Manajemen daya menjadi poin menarik di mana Tecno Pova 7 5G unggul dengan kapasitas baterai 6000 mAh dan fitur unik wireless charging 30W—sesuatu yang sangat jarang ditemukan di kelas menengah. Sebaliknya, Infinix hanya dibekali 5160 mAh tanpa wireless charging. Namun, Infinix membalas dengan desain fisik yang jauh lebih ergonomis, memiliki ketebalan hanya 6.6 mm dan berat 170 gram, kontras dengan Tecno yang terasa seperti membawa batu bata seberat 207 gram.
Dari sisi konektivitas, Tecno Pova 7 5G adalah pemenang mutlak berkat dukungan 5G dan Wi-Fi 6, sementara Infinix Hot 60 Pro masih terjebak di jaringan 4G. Absennya 5G pada Infinix di tahun 2026 adalah sebuah 'dosa' teknis yang sulit dimaafkan bagi pengguna yang menginginkan masa pakai jangka panjang. Tecno juga menawarkan fleksibilitas audio melalui dukungan codec LDAC dan APT-x, meskipun harus mengorbankan jack audio 3.5mm yang masih dipertahankan oleh Infinix.
Secara keseluruhan, jika Anda mencari estetika layar, Infinix Hot 60 Pro adalah pilihan yang tepat. Namun, jika Anda mencari gadget yang tidak akan membuat Anda frustrasi saat membuka aplikasi berat atau browsing di jaringan masa depan, Tecno Pova 7 5G adalah investasi yang jauh lebih objektif. Anda harus memilih antara 'tampilan layar mewah' atau 'performa dan konektivitas masa kini'.
Kelebihan dan Kekurangan
Infinix Hot 60 Pro
✅ Kelebihan
- Layar AMOLED dengan resolusi QHD (1224 x 2720 px) yang sangat tajam
- Kecerahan puncak mencapai 4500 nits, unggul di bawah sinar matahari
- Penyimpanan internal 256GB dengan slot SD card terpisah
- Desain tipis (6.6 mm) dan ringan (170 g)
❌ Kekurangan
- Chipset Helio G200 berbasis 6nm yang sudah tertinggal performanya
- Masih menggunakan UFS 2.2 yang lambat untuk standar 2026
- Tidak mendukung konektivitas 5G
- Skor AnTuTu jauh di bawah kompetitor
Tecno Pova 7 5G
✅ Kelebihan
- Performa jauh lebih bertenaga dengan Dimensity 7300 Ultra (4nm)
- Kapasitas baterai besar 6000 mAh dengan fitur wireless charging 30W
- Dukungan konektivitas 5G dan Wi-Fi 6
- Skor AnTuTu 710.000, sangat kompetitif untuk gaming
❌ Kekurangan
- Layar masih IPS LCD, kalah telak dari AMOLED Infinix
- Tidak memiliki jack audio 3.5mm
- Bobot lebih berat (207 g) dan bodi lebih tebal
- Resolusi layar lebih rendah (FHD+)
Rekomendasi
Tecno Pova 7 5G
Meskipun layarnya masih IPS, Tecno Pova 7 5G menawarkan performa yang jauh lebih relevan di tahun 2026 berkat Dimensity 7300 Ultra dan dukungan 5G. Infinix Hot 60 Pro terjebak dengan chipset 4G yang sudah usang, membuatnya sulit bersaing meski layarnya lebih cantik.
Skor: 82/100






