Membandingkan Infinix Hot 60 Pro dan realme 13+ seperti membandingkan mobil dengan bodi mewah namun mesin standar melawan mobil dengan mesin performa tinggi namun fitur interior yang setengah hati. Infinix Hot 60 Pro memanjakan mata dengan layar AMOLED 6.78 inci yang memiliki refresh rate 144Hz dan kecerahan puncak mencapai 4500 nits, angka yang membuat layar realme 13+ (120Hz, 2000 nits) terlihat sedikit pucat di bawah terik matahari. Namun, keindahan layar tersebut dikhianati oleh chipset MediaTek Helio G200 yang hanya mencetak skor Antutu 465.122, sangat kontras dengan realme 13+ yang ditenagai Dimensity 7300 dengan skor 726.992. Perbedaan arsitektur 6nm vs 4nm ini bukan sekadar angka di kertas, melainkan perbedaan nyata dalam efisiensi daya dan stabilitas *frame rate* saat gaming.
Dari sisi performa sistem penyimpanan, realme 13+ menggunakan UFS 3.1 yang secara teoretis jauh lebih cepat dalam membaca dan menulis data dibandingkan UFS 2.2 pada Infinix. Implikasinya, realme akan terasa jauh lebih gesit saat membuka aplikasi berat atau berpindah antar aplikasi. Infinix mencoba menutup ketertinggalan performa dengan fitur-fitur 'gimmick' seperti layar QHD yang tajam, namun bagi pengguna yang mementingkan pengalaman *user interface* yang mulus, UFS 3.1 milik realme adalah pemenang mutlak.
Sektor kamera menjadi medan perang yang menarik. Infinix hadir dengan sensor 50MP tanpa OIS, yang artinya foto malam hari atau video sambil berjalan akan lebih rentan *blur*. Sebaliknya, realme 13+ menyertakan sensor Sony LYT-600 dengan OIS, memberikan keuntungan besar bagi pengguna yang sering mengabadikan momen bergerak. Meskipun realme menyertakan sensor ToF 0.3MP yang sejujurnya hanyalah pengisi slot agar modul kamera terlihat ramai, fungsi OIS pada sensor utama memberikan hasil yang jauh lebih profesional dibandingkan Infinix.
Beralih ke konektivitas dan baterai, Infinix memberikan kejutan dengan menyertakan NFC, sebuah fitur yang entah mengapa 'lupa' disertakan oleh realme pada model 13+. Untuk pengguna urban yang terbiasa dengan *e-money*, ini bisa menjadi *deal-breaker*. Namun, realme membalas dengan kecepatan pengisian daya 80W yang mampu mengisi baterai 5000mAh jauh lebih cepat dibandingkan 45W milik Infinix. Secara keseluruhan, jika Anda adalah seorang konsumer media yang butuh layar terbaik, Infinix mungkin menarik, tetapi untuk kebutuhan *smartphone* yang andal secara sistem dan kamera, realme 13+ adalah pilihan yang lebih masuk akal.
Kelebihan dan Kekurangan
Infinix Hot 60 Pro
✅ Kelebihan
- Layar AMOLED 144Hz dengan kecerahan puncak 4500 nits yang sangat impresif untuk kelasnya
- Proteksi Corning Gorilla Glass 7i yang tangguh
- Memiliki fitur Infrared dan NFC yang praktis untuk gaya hidup modern
- Harga sangat kompetitif dengan spesifikasi layar kelas atas
❌ Kekurangan
- Chipset Helio G200 (6nm) terasa tertinggal jauh di tahun 2026
- Storage masih menggunakan UFS 2.2 yang lambat dalam transfer data besar
- Kamera utama minim fitur stabilisasi optik (OIS)
realme 13+
✅ Kelebihan
- Chipset Dimensity 7300 (4nm) memberikan performa jauh lebih stabil dan efisien
- Memiliki OIS (Optical Image Stabilization) pada kamera utama
- Charging lebih cepat dengan 80W dibandingkan 45W milik Infinix
- Storage UFS 3.1 yang jauh lebih responsif untuk multitasking
❌ Kekurangan
- Absennya fitur NFC adalah keputusan desain yang sangat aneh di tahun 2026
- Layar hanya 120Hz dan kecerahan puncak lebih rendah (2000 nits)
- Desain kamera belakang dengan sensor 0.3MP ToF terkesan hanya sebagai 'pajangan'
Rekomendasi
realme 13+
Meskipun Infinix Hot 60 Pro unggul telak di sektor layar, realme 13+ adalah perangkat yang lebih 'sehat' secara teknis. Performa chipset Dimensity 7300 (skor Antutu 726k vs 465k) dan penggunaan UFS 3.1 membuat realme jauh lebih awet untuk penggunaan jangka panjang. Jangan tertipu layar kinclong jika mesinnya saja sudah megap-megap.
Skor: 82/100






