Dalam perbandingan antara Infinix Hot 50 Pro 4G dan Xiaomi Poco X8 Pro Max, perbedaan kelasnya sangat jelas. Dari segi display, keduanya sama-sama menggunakan panel AMOLED 120Hz, namun Poco X8 Pro Max unggul dengan resolusi lebih tajam (1280x2772 vs 1080x2436, ~447 ppi vs 393 ppi), kecerahan puncak 3500 nits vs 1800 nits, serta dukungan Dolby Vision dan HDR10+. Ini berarti pengalaman menonton HDR di Poco akan jauh lebih imersif, sementara Infinix masih cukup baik untuk penggunaan indoor. Dari segi desain, Infinix lebih ramping (7.4 mm vs 8.2 mm) dan ringan (190g vs 218g), namun Poco menggunakan material lebih premium seperti aluminum frame dan Gorilla Glass 7i, plus sertifikasi ketahanan Mohs level 5 yang tidak dimiliki Infinix dengan plastic frame dan back-nya. Bagi yang mengutamakan portabilitas, Infinix menang, tapi untuk durabilitas dan feel premium, Poco jelas unggul.
Untuk performa, jurang pemisahnya sangat dalam. Poco X8 Pro Max ditenagai chipset Dimensity 9500s (3nm) dengan skor Antutu SoC total 1.852.350 (CPU 843.521 + GPU 1.008.829), sementara Infinix hanya mengandalkan Helio G100 (6nm) dengan skor 258.867 (CPU 211.481 + GPU 47.386). Artinya, Poco sekitar 7,2x lebih cepat secara keseluruhan, dengan GPU yang 21x lebih kuat. Dalam gaming, Poco mampu menjalankan game berat seperti Genshin Impact di setting maksimal 60fps stabil, sedangkan Infinix akan struggle bahkan di medium setting. RAM 12 GB pada Poco juga lebih besar dari 8 GB Infinix, dan storage 256 GB sudah UFS 4.0 yang lebih cepat. Namun, Infinix menawarkan slot microSD dedicated yang tidak dimiliki Poco, jadi jika Anda butuh storage ekstra, Infinix lebih fleksibel.
Dari sektor baterai, Poco X8 Pro Max kembali mendominasi dengan kapasitas 8500 mAh (Si/C Li-Ion) vs 5000 mAh pada Infinix, plus fast charging 100W yang mampu mengisi 50% dalam 24 menit, dibandingkan 33W Infinix yang butuh 27 menit untuk 50%. Poco juga mendukung reverse charging 27W, sementara Infinix hanya 5W (reverse wired). Dengan baterai 70% lebih besar, Poco bisa bertahan hingga 2 hari pemakaian berat, sementara Infinix mungkin hanya 1 hari. Namun, bobot Poco yang 218 gram adalah konsekuensi dari baterai raksasa ini, jadi pengguna yang sensitif terhadap berat mungkin lebih memilih Infinix yang lebih ringan.
Kamera adalah area lain di mana Poco unggul signifikan. Kamera utama 50 MP Poco memiliki aperture f/1.5 lebih besar dari f/1.6 Infinix, ditambah OIS yang membantu mengurangi goyangan. Video Poco bisa merekam 4K 60fps dengan gyro-EIS dan HDR10+, sementara Infinix hanya 1440p 30fps tanpa stabilisasi. Kamera ultrawide 8 MP di Poco juga memberikan fleksibilitas yang tidak dimiliki Infinix yang hanya punya lensa auxiliary (depth/macro) yang kualitasnya rendah. Kamera selfie Poco 20 MP vs 8 MP Infinix, dengan hasil yang lebih detail. Sayangnya, tidak ada skor DxOMark untuk kedua produk ini, tapi secara spesifikasi, Poco jelas lebih unggul untuk fotografi dan videografi.
Konektivitas juga menjadi pembeda utama. Poco X8 Pro Max mendukung 5G lengkap dengan berbagai band, Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0 dengan aptX HD dan LHDC 5, serta eSIM. Infinix hanya 4G LTE, Wi-Fi 5, Bluetooth 5.4, dan tanpa eSIM. Di era 2026, 5G sudah menjadi standar, jadi Infinix kurang future-proof. Namun, Infinix masih memiliki jack audio 3.5mm dan FM radio yang tidak dimiliki Poco, jadi bagi yang masih setia dengan kabel earphone, Infinix lebih ramah. Dari segi software, Poco menjalankan Android 16 dengan HyperOS 3, sedangkan Infinix Android 14 dengan XOS 14.5 dan hanya dijanjikan upgrade hingga Android 15. Dukungan update Poco kemungkinan lebih panjang (2-3 tahun) karena chipset lebih baru dan kelas flagship.
Secara keseluruhan, Xiaomi Poco X8 Pro Max adalah pemenang mutlak dalam hal performa, layar, baterai, kamera, dan konektivitas. Dengan skor 92/100, ia menawarkan nilai flagship yang sulit ditandingi. Infinix Hot 50 Pro 4G dengan skor 68/100 tetap menjadi pilihan menarik untuk budget terbatas, terutama bagi yang menginginkan layar AMOLED 120Hz, baterai 5000 mAh, dan desain ringan dengan harga murah. Namun, di tahun 2026, jika Anda bisa merogoh kocek lebih, Poco X8 Pro Max adalah investasi yang jauh lebih bijak untuk pengalaman smartphone yang lengkap dan tahan lama.
Kelebihan dan Kekurangan
Infinix Hot 50 Pro 4G
โ
Kelebihan
- Layar AMOLED 120Hz dengan kecerahan puncak 1800 nits, sangat terang dan responsif
- Baterai 5000 mAh dengan fast charging 33W dan bypass charging, cocok untuk penggunaan sehari-hari
- Bobot hanya 190 gram dengan ketebalan 7.4 mm, desain ramping dan ringan
- Harga lebih terjangkau dengan fitur NFC dan slot microSD dedicated
- Layar 6.78 inci dengan resolusi 1080x2436 piksel, cukup tajam untuk kelasnya
โ Kekurangan
- Hanya mendukung jaringan 4G LTE, tidak 5G, jadi kurang future-proof
- Performa chipset Helio G100 sangat terbatas, skor Antutu hanya ~258k, tidak cocok untuk gaming berat
- Kamera utama 50 MP tanpa OIS, hasil malam kurang optimal, dan kamera selfie 8 MP sangat standar
- Hanya mendapat 1 tahun update Android (sampai Android 15), dukungan software minim
- Kamera ultrawide tidak ada, hanya lensa auxiliary yang tidak berguna
Xiaomi Poco X8 Pro Max
โ
Kelebihan
- Performa flagship dengan chipset Dimensity 9500s (3nm), skor Antutu ~1.85 juta, gaming kelas atas
- Layar AMOLED 6.83 inci 120Hz dengan kecerahan puncak 3500 nits, Dolby Vision, dan HDR10+
- Baterai raksasa 8500 mAh dengan fast charging 100W, 50% dalam 24 menit, dan reverse charging 27W
- Kamera utama 50 MP dengan OIS, ultrawide 8 MP, video 4K 60fps, dan gyro-EIS
- Dukungan 5G lengkap, Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, dan eSIM, konektivitas masa depan
- RAM 12 GB dan storage 256 GB UFS 4.0, multitasking lancar
โ Kekurangan
- Bobot 218 gram dengan ketebalan 8.2 mm, cukup berat dan besar di tangan
- Tidak ada jack audio 3.5mm, dan tanpa slot microSD, storage tidak bisa diperluas
- Harga pasti jauh lebih mahal dari Infinix, tidak cocok untuk budget terbatas
- Kamera ultrawide hanya 8 MP, kualitasnya biasa saja untuk flagship
- NFC tersedia tergantung region, jadi tidak universal
Rekomendasi
Xiaomi Poco X8 Pro Max
Poco X8 Pro Max unggul di hampir semua aspek: performa Dimensity 9500s 7x lebih cepat dari Helio G100 (Antutu 1.85 juta vs 258k), layar lebih cerah (3500 nits vs 1800 nits), baterai lebih besar (8500 mAh vs 5000 mAh) dengan charging 100W, kamera lebih mumpuni dengan OIS, dan konektivitas 5G/Wi-Fi 7. Meski lebih berat dan mahal, ini investasi jangka panjang yang jauh lebih baik untuk pengguna yang menginginkan performa flagship dan fitur modern.
Skor: 92/100



