Telset.id – XPeng memastikan integrasi native Google Play Store ke sistem infotainment mobil listriknya akan mulai meluncur pada awal 2027 di lebih dari 100 negara. Langkah ini menjanjikan pengalaman aplikasi dalam kabin yang sepenuhnya baru bagi pengguna kendaraan XPeng, dengan ratusan aplikasi siap tersedia di layar mobil.
Pengumuman tersebut menjadi perluasan kerja sama XPeng dengan Google. Integrasi native Google Play Store disebut akan menjadi fondasi pengalaman aplikasi dalam mobil yang berbeda dari sebelumnya. Namun, XPeng belum merinci model mana saja dari jajaran kendaraan yang sudah ada yang akan menerima integrasi Google Play ini.
Informasi soal daftar model yang kebagian pembaruan menjadi salah satu detail paling penting dalam pengumuman ini. XPeng hanya menyatakan bahwa peluncuran akan dimulai pada awal 2027 di lebih dari 100 negara, tanpa menyebut varian atau generasi kendaraan tertentu.
Aplikasi Apa Saja yang Akan Hadir?
XPeng menyebut “ratusan aplikasi” akan tersedia untuk digunakan di sistem infotainment mobil mereka. Perusahaan juga merilis gambar yang memperlihatkan seperti apa tampilan pengalaman aplikasi tersebut nantinya.
Dari gambar yang dibagikan XPeng, sejumlah aplikasi populer terlihat akan hadir. Daftarnya mencakup Spotify, Waze, Google Chrome, SoundCloud, Prime Video dari Amazon, Tidal, HBO Max, YouTube, TuneIn Radio, NBA: Live, browser Vivaldi, serta Canal+ dari Prancis.
Kehadiran nama-nama besar seperti Spotify, YouTube, dan Prime Video menunjukkan bahwa integrasi ini diarahkan untuk kebutuhan hiburan dan navigasi sehari-hari di dalam kabin. Meski demikian, XPeng belum memberikan penjelasan resmi mengenai ketersediaan masing-masing aplikasi di tiap negara tujuan peluncuran.
Pengumuman ini juga belum disertai keterangan teknis soal bagaimana Google Play Store akan terintegrasi dengan antarmuka kendaraan. XPeng hanya menyampaikan bahwa integrasi dilakukan secara native, yang berarti aplikasi berjalan langsung di sistem infotainment tanpa perantara perangkat lain.
Baca Juga:
Ekspansi Global XPeng dan Ekosistem Google
Rencana peluncuran di lebih dari 100 negara menempatkan integrasi Google Play Store sebagai bagian dari strategi ekspansi XPeng ke pasar global. Sebelumnya, XPeng juga tercatat memperluas jangkauan produknya, seperti yang terlihat pada XPeng L03 SUV Listrik di pasar Eropa.
Langkah XPeng mengintegrasikan Google Play Store sejalan dengan arah industri yang mulai menghadirkan layanan Google secara langsung di kendaraan. Geely, misalnya, telah mengumumkan kehadiran Google Gemini dan Maps di mobil global 2027, menandakan adopsi ekosistem Google di sektor otomotif listrik semakin luas.
Di sisi lain, pabrikan lain juga bergerak ke arah integrasi perangkat lunak pihak ketiga. Rivian dikabarkan menyiapkan AI Agents pihak ketiga di mobil listriknya, memperlihatkan bahwa kompetisi kini tidak hanya soal baterai dan jarak tempuh, tetapi juga ekosistem digital di dalam kabin.
Bagi XPeng, kehadiran Google Play Store menjadi sinyal bahwa sistem infotainment kendaraan mereka akan lebih terbuka terhadap aplikasi pihak ketiga. Namun, XPeng belum mengonfirmasi apakah integrasi ini akan tersedia lewat pembaruan over-the-air untuk mobil yang sudah dijual atau hanya untuk model baru yang dirilis setelah 2027.
Perusahaan juga belum menjelaskan apakah pengguna perlu akun Google terpisah atau pengaturan khusus untuk mengakses aplikasi di layar kendaraan. Semua detail teknis tersebut masih menunggu klarifikasi resmi dari XPeng.
Dengan tenggat peluncuran awal 2027, informasi soal daftar model dan mekanisme pembaruan menjadi hal yang paling dinanti. XPeng menyatakan akan memberikan keterangan lebih lanjut ketika detail tersebut sudah final. Sampai saat itu, integrasi Google Play Store di mobil listrik XPeng masih menyisakan satu pertanyaan utama: model mana yang akan merasakannya lebih dulu.





Komentar
Belum ada komentar.