📑 Daftar Isi

Prototipe Xiaomi SU7 Ultra tanpa kamuflase dengan sayap belakang swan-neck di sirkuit Nürburgring Nordschleife

Xiaomi SU7 Ultra Uji Nürburgring dengan Aero Baru

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Prototipe Xiaomi SU7 Ultra uji Nürburgring dengan pelat Munich M SU 7650 E
  • Sayap belakang swan-neck bersusun dua gantikan spoiler karbon produksi
  • Berpotensi punya DRS, tapi belum dikonfirmasi Xiaomi
  • Porsche Taycan Turbo GT catat 6:55,533, lebih cepat 9,424 detik dari SU7 Ultra
  • Xiaomi belum umumkan spesifikasi, harga, dan tanggal peluncuran versi baru

Telset.id – Prototipe Xiaomi SU7 Ultra versi pembaruan tertangkap sedang diuji di sirkuit Nürburgring Nordschleife, Jerman, dengan paket aerodinamika baru berupa sayap belakang besar bersusun dua yang dipasang pada penyangga swan-neck. Mobil uji tanpa kamuflase itu membawa pelat registrasi Munich (M SU 7650 E), berdasarkan laporan Y-Auto yang dikutip CarNewsChina. Penampakan ini menjadi sinyal bahwa Xiaomi masih meneruskan pengembangan SU7 Ultra yang berorientasi lintasan, meski pabrikan belum mengumumkan target waktu putaran resmi maupun upaya pemecahan rekor baru.

Kemunculan prototipe di Jerman ini menyusul penampakan SU7 Ultra berkamuflase di China yang juga membawa sayap belakang besar. Media China sebelumnya melaporkan kemungkinan kehadiran model pembaruan tersebut pada 2027. Sampai saat ini, Xiaomi belum merilis spesifikasi, harga, maupun tanggal peluncuran resmi untuk versi anyar ini.

Prototipe Xiaomi SU7 Ultra dengan sayap belakang swan-neck di Nürburgring

Aerodinamika yang Direvisi

Perubahan paling mencolok dibanding SU7 Ultra produksi adalah sayap belakang anyar. Elemen ini menggantikan spoiler karbon tetap milik mobil jalan raya dengan dua pilar swan-neck yang dipasang di bagian atas plus desain bersusun dua. Sayap tersebut tampak memiliki bagian yang dapat bergerak, yang berpotensi mendukung sistem pengurangan hambatan udara aktif (DRS) guna memangkas drag di lintasan lurus berkecepatan tinggi. Namun, Xiaomi belum mengonfirmasi mekanisme itu maupun apakah fungsinya benar-benar aktif pada kendaraan uji ini.

Perubahan visual lain mencakup splitter depan yang lebih besar, elemen aerodinamika tambahan di tepi bumper, side skirt yang direvisi, serta ventilasi berjeruji di atas roda depan. Prototipe tetap mempertahankan sensor LiDAR di atap dan kaliper rem kuning, sementara warna eksteriornya yang kuning pucat berbeda dari finish Lightning Yellow pada model produksi. Xiaomi juga tidak mengungkap apakah prototipe ini membawa perubahan pada motor listrik, baterai, suspensi, atau sistem pengereman.

Tampak depan prototipe Xiaomi SU7 Ultra dengan splitter besar di Nürburgring

Porsche Masih Pegang Waktu Tercepat

Xiaomi SU7 Ultra dengan Track Package menuntaskan Nordschleife dalam 7 menit 4,957 detik pada 1 April 2025 bersama pembalap Vincent Radermecker. Nürburgring mencatat mobil ini dalam kategori electric executive car. Pada 15 April 2026, Porsche Taycan Turbo GT dengan Weissach Package dan Manthey Kit menuntaskan sirkuit yang sama dalam 6 menit 55,533 detik, menetapkan tolok ukur baru di kategori tersebut. Catatan waktu Porsche itu lebih cepat 9,424 detik dari milik Xiaomi.

Perubahan aerodinamika pada prototipe terbaru mengindikasikan pengembangan yang terus berlanjut ke arah performa lintasan. Meski demikian, Xiaomi belum mengumumkan target waktu putaran resmi ataupun rencana percobaan rekor baru. Sebagai konteks pasar, Xiaomi juga tengah memperluas lini produknya, termasuk lewat Xiaomi 18 Pro yang muncul di Eropa dengan baterai lebih kecil.

Detail ventilasi berjeruji dan elemen aero pada prototipe Xiaomi SU7 Ultra

Spesifikasi SU7 Ultra produksi sendiri mengandalkan powertrain tiga motor all-wheel-drive yang menghasilkan 1.138 kW (1.526 hp) dan torsi puncak 1.770 Nm. Baterai 93,7 kWh CATL Qilin 2.0 memberikan klaim jarak tempuh CLTC 630 km, atau sekitar 475–505 km dalam standar WLTP. Mobil jalan raya ini dibanderol mulai 529.900 yuan (79.600 USD) di China. Xiaomi sebelumnya juga pernah mendemonstrasikan powertrain quad-motor pra-riset berating hingga 1.510 kW (2.054 hp), plus suspensi aktif penuh dan pengereman elektromekanis 48V (EMB). Namun, tidak ada konfirmasi bahwa sistem-sistem tersebut terpasang pada mobil uji di Nürburgring.

Lini SU7 sendiri terus menjadi sorotan, termasuk lewat pembaruan perangkat lunak yang dibahas dalam HyperOS 1.18 untuk SU7 dan YU7. Sementara itu, linimasa 2027 yang dilaporkan bertepatan dengan rencana Xiaomi masuk ke pasar Eropa, termasuk Jerman. Meski begitu, Xiaomi belum mengonfirmasi apakah prototipe ini ditujukan untuk dirilis di Eropa.

Dari sisi industri, langkah Xiaomi menguji SU7 Ultra di Nürburgring menunjukkan ambisi merek ini menantang pabrikan mapan di segmen performa listrik. Peta persaingan yang memanas juga terlihat dari prediksi bahwa iPhone Duo akan menghadapi serangan Xiaomi, Oppo, dan Samsung di pasar perangkat lipat. Strategi agresif Xiaomi di berbagai lini produk, termasuk pemasaran lewat iklan di ponsel, memperkuat posisinya sebagai pemain yang serius memperluas jangkauan.

Sampai pengumuman resmi keluar, status prototipe SU7 Ultra di Nürburgring tetap menjadi indikasi arah pengembangan, bukan kepastian produk. Fakta bahwa mobil uji membawa pelat Munich dan tampil tanpa kamuflase menandakan pengujian dilakukan secara terbuka, tetapi Xiaomi tetap bungkam soal detail teknis maupun rencana produksinya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.