Telset.id – Xiaomi Auto berhasil menembus ambang batas 40.000 kendaraan per bulan untuk pertama kalinya sepanjang 2026. Lonjakan ini terjadi setelah kehadiran seri SkyNomad, kendaraan keluarga extended-range yang resmi diperkenalkan pada 7 September. Pencapaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa strategi Xiaomi memadukan mobil listrik murni dan kendaraan berbasis mesin pembakaran mulai membuahkan hasil di pasar otomotif China.
Angka pengiriman September itu melompat jauh dari capaian musim panas Xiaomi. Pada Juli, Xiaomi mengirim 31.267 unit, lalu turun tipis menjadi 30.153 unit pada Agustus. Meski Xiaomi memilih merahasiakan rincian penjualan per model, arah momentum pasar tidak sulit dibaca. Seri SkyNomad menjadi motor utama di balik lonjakan tersebut.
SkyNomad sendiri merupakan kendaraan extended-range alias EREV yang mengandalkan mesin bensin sebagai generator, bukan penggerak utama. Xiaomi menawarkan empat varian dalam lineup ini. Varian N70 Pro dan N70 Max hadir dengan konfigurasi lima kursi untuk kebutuhan harian di kawasan pinggiran kota. Sementara varian N90 Max menyediakan tujuh kursi, dan N90 Max Studio tampil dengan lima kursi bergaya lounge yang menonjolkan kenyamanan ekstra.
Baca Juga:
Daya tarik utama SkyNomad terletak pada harga dan cara Xiaomi memasarkannya. Harga N70 dimulai dari RMB 209.900 atau sekitar €26.610. Angka itu menempatkan SkyNomad di titik manis bagi konsumen kelas menengah yang ingin naik kelas. Respons pasar pun agresif. Lebih dari 10.000 pelanggan mengunci deposit hanya dalam empat menit setelah livestream peluncuran berakhir.
Menyadari rentang perhatian konsumen yang cepat menguap, Xiaomi menyiapkan stok kendaraan yang sudah diproduksi sebelumnya. Perusahaan menjanjikan kunci kendaraan bisa diserahkan dalam waktu 1 hingga 5 minggu. Langkah ini menjadi pembeda karena konsumen tidak perlu menunggu lama setelah melakukan pemesanan.
Dari sisi rekayasa, filosofi powertrain EREV SkyNomad mungkin kurang disukai penggemar mobil listrik murni. Namun, pendekatan ini menawarkan solusi bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jauh. Alih-alih membawa baterai berukuran raksasa untuk menempuh jarak jelajah yang layak di jalan tol, SkyNomad menambahkan generator bensin turbo 1,5 liter. Ketika sel baterai mulai lemah, generator bensin tersebut aktif dan mengalirkan elektron ke baterai. Pengemudi tetap merasakan torsi instan dari motor listrik tanpa khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan.
Angka ketahanan yang diklaim cukup mengesankan untuk kendaraan sebesar ini. Pada varian N70 Max, baterai saja mampu memberikan jangkauan listrik murni 505 km berdasarkan standar CLTC. Angka itu cukup untuk kebutuhan komuter selama sepekan penuh. Sementara varian N90 Max dengan tangki bahan bakar penuh dan baterai terisi penuh menjanjikan jangkauan 1.705 km dalam sekali jalan. Ketahanan sebesar itu memungkinkan perjalanan dari London ke selatan Prancis tanpa berhenti selain untuk urusan pemeriksaan perbatasan.
Meski SkyNomad tampil mengesankan, Xiaomi sedang melangkah ke medan yang tidak mudah. Penjualan mobil listrik murni memang masih baik-baik saja di China. Namun, penjualan kendaraan EREV justru turun hampir 16 persen menjadi 616.000 unit pada delapan bulan pertama 2026. Konsumen kini lebih cermat mengatur anggaran, infrastruktur pengisian daya sudah jauh lebih baik, dan masa bulan madu kendaraan listrik berbantuan mesin pembakaran telah berakhir. Meluncurkan kendaraan hybrid baru ke ceruk pasar yang menyusut terlihat kurang masuk akal di atas kertas, kecuali kekuatan merek Xiaomi cukup besar untuk menggerus pangsa pasar pesaing.
Kepercayaan diri itu berasal dari sprint multi-tahun Xiaomi yang luar biasa. Bisnis inti Xiaomi dulunya identik dengan smartphone berdiskon, tetapi lini otomotifnya berhasil mengirim seperempat juta kendaraan hanya dalam delapan bulan pertama tahun ini. Xiaomi juga menembus 800.000 pengiriman seumur hidup dalam hitungan hari setelah peluncuran SkyNomad. Sebagian besar produsen mobil menghabiskan satu dekade dan miliaran dolar hanya untuk mengirim seratus ribu mobil listrik pertama mereka. Xiaomi telah menormalkan produksi puluhan ribu mobil berbasis perangkat lunak setiap tiga puluh hari dengan presisi klinis layaknya lini perakitan elektronik konsumen.
Namun, perayaan atas 40.000 pengiriman itu menyimpan catatan penting. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, Xiaomi mengeluarkan 286.475 mobil dari pabrik. Angka itu terkesan besar sampai disadari bahwa capaian tersebut baru sekitar setengah dari target 550.000 kendaraan yang dicanangkan CEO Lei Jun untuk 2026.
Hitungan untuk kuartal keempat menjadi sangat berat. Untuk mencapai garis finis tersebut, Xiaomi perlu mengirim 263.525 mobil antara sekarang hingga Desember. Rata-rata, perusahaan harus mengirim sekitar 87.842 unit per bulan. Angka itu lebih dari dua kali lipat rekor September. Sebagai perbandingan, Tesla Giga Shanghai saat ini mampu memproduksi sekitar 78.000 kendaraan listrik setiap bulan.
Apakah SkyNomad mampu menghasilkan penjualan yang cukup untuk mendorong Xiaomi melewati garis finis 550.000 kendaraan pada akhir Desember? Menjalankan pabrik dengan laju hampir 88.000 unit per bulan akan menguji perusahaan hingga titik terkuatnya. Perjalanan Xiaomi dari nol tiga tahun lalu hingga posisi sekarang menjadi salah satu hal yang layak dicermati di industri otomotif. Langkah Xiaomi selanjutnya, termasuk rencana ekspansi ke pasar global, akan menjadi penentu apakah ambisi Lei Jun bisa terwujud tepat waktu.





Komentar
Belum ada komentar.