📑 Daftar Isi

Kendaraan robotaxi Waymo tanpa pengemudi melintas di jalanan kota

Waymo Buka Layanan Robotaxi Publik di 3 Kota AS Sekaligus

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Waymo buka layanan robotaxi publik di Denver, San Diego, dan Tampa
  • Total 14 kota AS kini dilayani Waymo
  • Puluhan ribu pengguna terdaftar di masing-masing kota baru
  • Target 1 juta perjalanan berbayar per pekan pada akhir tahun
  • Tampa jadi ajang persaingan langsung dengan Tesla Robotaxi
  • Waymo klaim 94% lebih sedikit kecelakaan cedera serius dibanding pengemudi manusia
  • Kendaraan Zeekr digunakan di Denver dan San Diego
  • Ekspansi komersial di 7 kota baru sejak Maret 2025

Telset.id – Waymo resmi membuka layanan ride-hailing tanpa pengemudi untuk publik di Denver, San Diego, dan Tampa pada Senin (Agustus 2026), sekaligus memperluas jangkauan perusahaan milik Alphabet menjadi 14 kota di Amerika Serikat. Puluhan ribu orang di masing-masing kota telah mendaftar sebelum layanan dibuka, dan Waymo menyatakan akan memberikannya akses secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan.

Langkah ini merupakan akselerasi signifikan dari strategi ekspansi Waymo. Sebelumnya, layanan di ketiga kota tersebut masih terbatas untuk karyawan dan tamu undangan. Kini, siapa pun dapat memesan perjalanan melalui aplikasi. Perluasan ini juga menandai dimulainya penggunaan kendaraan baru buatan Zeekr di Denver dan San Diego, yakni platform bergaya minivan yang lebih lega dengan sistem Waymo Driver generasi terbaru.

Sejak Maret 2025, Waymo telah meluncurkan layanan komersial di tujuh kota baru. Perusahaan ini menargetkan 1 juta perjalanan berbayar per pekan pada akhir tahun. Pada Mei, area cakupan layanan diperluas lebih dari 20% menjadi lebih dari 1.400 mil persegi. Pada Agustus, Waymo meraih persetujuan California untuk beroperasi di 18 county.

Waymo mengandalkan catatan keselamatan dalam peluncuran ini. Perusahaan mengklaim kendaraannya terlibat dalam 94% lebih sedikit kecelakaan cedera serius dibandingkan pengemudi manusia. Namun perlu dicatat, layanan Waymo sebagian besar beroperasi di area dengan batas kecepatan rendah.

“Dari pantai ke pantai, kami fokus membuat transportasi sehari-hari lebih aman, mudah, dan lebih terjangkau,” ujar Suzanne Philion, Chief Marketing Officer Waymo.

Pejabat lokal turut menyambut peluncuran ini. Gubernur Colorado Jared Polis mengaitkannya dengan kualitas udara, dengan pernyataan “peluncuran Waymo membantu kita mencapai udara bersih lebih cepat.” Sementara Wali Kota Tampa Jane Castor menyebutnya “cara lain yang efektif – dan menarik – untuk bepergian.”

Sebelum peluncuran, Waymo juga bekerja sama dengan AARP Florida dan chapter San Diego dari National Federation of the Blind untuk memastikan aksesibilitas layanan.

Persaingan Langsung dengan Tesla di Tampa

Dari tiga kota baru ini, Tampa menjadi pasar yang paling menarik. Kota ini kini menjadi lokasi di mana Waymo dan Tesla sama-sama menjalankan layanan ride-hailing “tanpa pengemudi” berbayar secara bersamaan. Tesla menambahkan Tampa dan Orlando ke layanan Robotaxi-nya pada Juli, namun perbandingannya jauh dari seimbang.

Armada aktif Tesla sangat terbatas, dan grafik Q2 perusahaan menunjukkan pertumbuhan layanan yang stagnan meskipun perusahaan bersikeras tengah berekspansi. Waymo hadir di kota yang sama tanpa pengemudi di kursi kemudi dan puluhan ribu orang sudah masuk daftar tunggu.

Perbedaan pendekatan ini menjadi sorotan. Tesla selama dua tahun berjanji bahwa pendekatan kamera-only akan memungkinkan skala robotaxi lebih cepat dan lebih murah. Namun kenyataannya, Tesla masih mengawasi puluhan mobil dengan pemantauan jarak jauh, sementara Waymo meluncurkan layanan publik sepenuhnya tanpa pengemudi di pasar Florida yang sama. Kesenjangan ini tampaknya semakin melebar, bukan menutup.

Meski demikian, bukan berarti Waymo telah memenangkan persaingan. Kendaraan buatan Zeekr masih perlu membuktikan kemampuannya diproduksi dalam volume yang dibutuhkan untuk mendukung target 1 juta perjalanan per pekan. Ekonomi unit dari sensor stack yang berat secara hardware di pasar yang masih terbatas juga masih menjadi pertanyaan terbuka.

Setiap perjalanan Waymo menggunakan tenaga listrik. Perusahaan terus memperluas operasinya, termasuk rencana ekspansi ke Jerman dengan layanan robotaxi Munich yang dijadwalkan hadir 2027. Perusahaan juga telah menyuarakan kritik terhadap pendekatan Tesla, menyebut upaya otonomi penuh Tesla sebagai false summit.

Kritik tersebut mempertegas perbedaan filosofi antara kedua perusahaan. Waymo mengandalkan kombinasi sensor canggih (LiDAR, radar, kamera) dengan peta detail, sementara Tesla mengandalkan kamera dan AI. Hasil di Tampa akan menjadi semacam papan skor nyata bagi kedua pendekatan tersebut.

Kehadiran Waymo di 14 kota AS menunjukkan bahwa perusahaan tidak lagi menjalankan proyek percontohan, melainkan bisnis yang berkembang. Penambahan tiga kota metropolitan sekaligus dengan puluhan ribu pengguna terdaftar adalah bukti percepatan skala yang serius.

Tantangan ke depan adalah membuktikan bahwa model bisnis ini berkelanjutan. Volume produksi kendaraan Zeekr, biaya operasional sensor stack, dan adopsi konsumen jangka panjang akan menentukan apakah Waymo benar-benar dapat memenuhi target ambisiusnya.

Yang jelas, lanskap robotaxi di AS sedang berubah. Dengan Waymo yang terus menambah kota dan Tesla yang masih berkutat dengan skala, persaingan di Tampa akan menjadi indikator penting bagi arah industri ini ke depan.

Kendaraan Waymo tanpa pengemudi melintas di jalanan kota

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.