Telset.id – Pasar SUV listrik China makin memanas. Dongfeng melalui merek premiumnya, Voyah, resmi mengumumkan bahwa SUV listrik murni terbarunya, Voyah Passion S, akan membuka pre-sales pada 24 Juli 2026. Model ini diposisikan sebagai penantang serius bagi Xiaomi YU7, dengan mengandalkan paket kecerdasan buatan dari Huawei dan konfigurasi LiDAR yang sangat agresif.
Voyah Passion S pertama kali diperkenalkan pada Mei 2026 lalu. Kini, kurang dari dua bulan setelah debut, pabrikan asal China itu memastikan jadwal pemesanan awal. Langkah ini menunjukkan keseriusan Voyah untuk langsung bersaing di segmen mid-to-large SUV premium yang mulai ramai diisi oleh pemain baru seperti Xiaomi.
Untuk memperkuat posisinya, Dongfeng juga terus berekspansi secara global. Strategi ini mirip dengan apa yang dilakukan oleh merek lain yang mencoba menembus pasar baru. Salah satu langkah terbaru adalah rencana Dongfeng masuk pasar Kanada dengan dua model EV murah, menunjukkan ambisi mereka di luar negeri.
Desain Eksterior Sporty dan Aerodinamis
Dari segi desain, Voyah Passion S mengusung siluet fastback yang rendah dan sporty. Untuk mencapai efisiensi aerodinamis yang optimal, mobil ini dibekali 10 saluran udara terintegrasi, 18 ventilasi udara, serta dual active grille shutters. Velg 21 inci dengan kaliper performa tinggi dan sayap belakang serat karbon melengkapi tampilan agresifnya.
Secara dimensi, SUV ini memiliki panjang 5.050 mm, lebar 1.998 mm, dan tinggi 1.656 mm, dengan jarak sumbu roda mencapai 3.000 mm. Ukuran ini menempatkannya dalam jajaran SUV besar yang kompetitif.
Interior Kabin Mewah dengan Tiga Pilihan Warna
Masuk ke dalam kabin, Voyah menawarkan tiga skema warna: Light Cloud Beige, Dawn Orange, dan Moon Shadow Black. Dasbornya didominasi oleh setir tiga palang dan layar ganda seamless yang menghubungkan layar infotainment tengah dengan layar penumpang.
Salah satu fitur uniknya adalah “Voyah Engine” – sistem simulasi suara mesin supercar. Pengemudi bisa mengaktifkan mode ini dengan menekan paddle shifter di setir secara bersamaan. Saat aktif, kluster instrumen dan AR-HUD akan berubah ke “Supercar Mode”, memberikan pengalaman berkendara yang lebih dramatis.
Kecerdasan Buatan: 4 LiDAR dan Huawei ADS 5
Keunggulan utama Voyah Passion S terletak pada sistem kecerdasannya. Mobil ini menjadi salah satu yang pertama menggunakan sistem LiDAR 896-line yang dikombinasikan dengan Huawei Qiankun ADS 5. Total ada 32 komponen hardware sensing, termasuk empat LiDAR, tiga radar gelombang milimeter 4D depan, dua radar gelombang milimeter belakang, 11 kamera definisi tinggi, dan 12 radar parkir.
Yang lebih canggih, terdapat tiga dToF (direct Time-of-Flight) LiDAR blind-spot yang diposisikan di samping dan belakang. Sistem ini mampu mendeteksi objek sedekat 15 cm dari bodi kendaraan, memberikan peringatan dini untuk bahaya yang mendekat dari belakang. Fitur ini sangat penting untuk keselamatan di perkotaan yang padat.
Dengan spesifikasi ini, Voyah Passion S jelas dirancang untuk menjadi pesaing berat Xiaomi YU7. Menarik untuk melihat bagaimana perkembangan pasar NEV China, termasuk persaingan antara pemain baru seperti Xiaomi. Untuk gambaran lebih luas, Anda bisa melihat penjualan NEV China Juni 2026 yang menunjukkan peta persaingan.
Baca Juga:
Performa dan Jarak Tempuh
Berdasarkan data registrasi sebelumnya, Voyah Passion S varian RWD dibekali motor penggerak model TZ220QY002 dengan daya puncak 300 kW (402 hp). Sementara varian AWD menambahkan motor depan 175 kW (235 hp), menghasilkan output sistem gabungan sebesar 475 kW (637 hp).
Pilihan baterai tersedia dalam dua kapasitas: 81,6 kWh dan 98,1 kWh. Dengan baterai tersebut, jarak tempuh listrik murni mencapai 630 km dan 700 km (berdasarkan siklus pengujian China). Angka ini cukup kompetitif untuk SUV sekelasnya.
Dengan performa dan teknologi yang ditawarkan, Voyah Passion S siap menjadi salah satu pemain kunci di segmen SUV listrik premium. Persaingan dengan Xiaomi YU7 akan menjadi salah satu pertarungan paling menarik di pasar otomotif China tahun ini. Namun, perlu diingat bahwa kualitas produksi juga menjadi faktor penting, seperti yang terlihat pada peringkat kualitas Xiaomi SU7 yang berada di posisi terbawah pada 2025.
Implikasinya, Voyah harus memastikan tidak hanya unggul dalam spesifikasi, tetapi juga dalam kualitas produksi dan layanan purna jual untuk benar-benar merebut hati konsumen dari Xiaomi.





Komentar
Belum ada komentar.