📑 Daftar Isi

Mobil Volvo EX90 dengan sensor lidar di atap

Volvo Hapus Lidar EX90 dan ES90, Ganti Rugi Pemilik Mobil

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Volvo resmi menghapus teknologi lidar pada EX90 dan ES90
  • Kemitraan dengan Luminar diputus karena gagal memenuhi kontrak
  • Kompensasi bervariasi per negara: Norwegia $1.900, AS $1.500, Belanda €1.500
  • EX90 tetap aman dengan 5 radar, 8 kamera eksternal, 16 sensor ultrasonik
  • Luminar ajukan bangkrut Chapter 11 pada Desember 2025
  • Elon Musk beri respons, tapi Volvo tetap pakai radar tidak vision-only murni

Telset.id – Volvo secara resmi menghentikan penggunaan teknologi lidar pada SUV listrik EX90 dan sedan ES90, serta memberikan kompensasi kepada pemilik mobil yang sudah membeli unit dengan sensor tersebut. Keputusan ini diambil setelah produsen mobil asal Swedia itu memutuskan kemitraan dengan pemasok lidar, Luminar, dan menghentikan semua pengembangan fitur berbasis lidar untuk kedua model tersebut.

Kompensasi yang diberikan bervariasi tergantung pasar. Di Norwegia, pemilik EX90 dan ES90 menerima pembayaran tunai sebesar NOK 18.000 atau sekitar US$1.900 per mobil. Sementara itu, pelanggan di Swedia mendapat potongan harga SEK 16.000 (~$1.600) untuk pesanan yang tertunda sejak November lalu. Di Amerika Serikat, pemilik mobil ditawarkan paket opsional senilai sekitar US$1.500, termasuk langganan SiriusXM, kredit pengisian daya, paket ban dan velg, atau paket perawatan. Pembeli di Belanda mendapat kompensasi €1.500, sementara pelanggan di Kanada menerima C$2.000.

Henrik Juel Teige, juru bicara Volvo Cars Norwegia, mengonfirmasi keputusan ini pekan lalu. “Volvo Cars telah mengakhiri kemitraannya dengan pemasok teknologi LiDAR dan menghentikan rencana pengembangan fungsi berbasis LiDAR untuk EX90 dan ES90,” ujarnya seperti dikutip dari laporan Electrek.

Kronologi Putusnya Hubungan Volvo dengan Luminar

Ketegangan antara Volvo dan Luminar sebenarnya sudah terlihat sejak musim gugur tahun lalu. Pada November 2025, Telset.id melaporkan bahwa Volvo berencana meninggalkan lidar untuk model 2026 dan Luminar bereaksi keras terhadap keputusan tersebut. Volvo secara resmi memutus kontrak pada 14 November 2025, dengan alasan risiko rantai pasok dan kegagalan Luminar memenuhi kewajiban kontraktual.

Dampaknya langsung terasa. Luminar mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 pada 15 Desember 2025. Tanpa pemasok yang mampu memproduksi dan mendukung sensor tersebut, fitur berbasis lidar yang pernah dijanjikan Volvo kepada pelanggan tidak akan pernah terealisasi.

EX90 dan ES90 yang sudah dikirim ke pelanggan sebenarnya telah dilengkapi sensor Luminar Iris yang terpasang di atap mobil. Namun, perangkat lunak yang seharusnya memanfaatkan sensor tersebut tidak pernah dirilis. Kini, dengan dihentikannya proyek lidar, sensor tersebut menjadi komponen mati yang tidak berfungsi di atas mobil.

Volvo menegaskan bahwa mobil tetap aman dikendarai tanpa lidar. “Produk perusahaan dapat memberikan tingkat keselamatan dan dukungan pengemudi yang tinggi, didukung oleh komputasi inti yang kuat dipadukan dengan rangkaian sensor canggih, dengan atau tanpa lidar,” demikian pernyataan resmi Volvo.

Faktanya, EX90 masih membawa lima radar, delapan kamera eksternal, dua kamera internal, dan 16 sensor ultrasonik. Kehilangan lidar hanya menghilangkan satu lapisan, bukan seluruh sistem keselamatan.

Respons Elon Musk dan Perbandingan Pendekatan

Keputusan Volvo ini langsung menuai respons dari CEO Tesla, Elon Musk. Melalui akun media sosialnya, Musk merespons unggahan penggemar tentang kompensasi Volvo dengan pernyataan: “Saya sudah memperingatkan mereka. Manusia mengemudi menggunakan jaringan saraf dan sensor optik. Hal yang sama berlaku untuk mobil robot.”

Namun, analisis lebih dalam menunjukkan bahwa Volvo tidak sepenuhnya beralih ke pendekatan vision-only ala Tesla. EX90 dan ES90 masih mempertahankan lima radar, belasan kamera, dan 16 sensor ultrasonik. Ini bukan pendekatan murni kamera seperti yang didengungkan Musk, melainkan kombinasi radar dengan kamera — yang sebenarnya lebih mendekati apa yang pernah dan terus dipertimbangkan Tesla sendiri.

Fred Lambert, jurnalis dari Electrek, memberikan tanggapan tajam terhadap komentar Musk. “Elon seharusnya malu merespons ini sebagai kemenangan Tesla? Pertama, EX90 dan ES90 masih memiliki beberapa radar sebagai bagian dari rangkaian sensor. Kedua, catat ini, Elon. Inilah yang dilakukan perusahaan ketika mereka tidak memenuhi janji. Mereka memberikan kompensasi kepada pelanggan. Kamu sudah menunda-nunda melakukan hal yang sama untuk pemilik HW3 Tesla selama bertahun-tahun,” tulis Lambert.

Ini menjadi sorotan penting. Volvo memilih bertanggung jawab dengan memberikan kompensasi langsung kepada pelanggan yang sudah membeli mobil dengan fitur yang tidak pernah terwujud. Sementara itu, Tesla masih menghadapi tekanan dari pemilik HW3 yang menunggu janji kemampuan Full Self-Driving yang belum terealisasi sejak bertahun-tahun lalu.

Bagi konsumen yang tertarik dengan model Volvo lainnya, perusahaan terus memperluas lini kendaraan listriknya. Seperti diberitakan sebelumnya, Volvo juga tengah menyiapkan sedan dan wagon listrik untuk pasar AS.

Implikasi bagi Industri dan Konsumen

Keputusan Volvo meninggalkan lidar menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan teknologi sensor pada mobil listrik. Lidar selama ini dianggap sebagai komponen kunci untuk mencapai otonomi level tinggi. Namun, kasus Volvo-Luminar menunjukkan bahwa ketergantungan pada satu pemasok teknologi bisa menjadi bumerang ketika pemasok tersebut mengalami masalah finansial.

Di sisi lain, langkah Volvo memberikan kompensasi kepada pelanggan patut diapresiasi. Ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap kepuasan konsumen, meskipun harus mengakui kegagalan dalam menghadirkan fitur yang sudah dijanjikan. Jumlah kompensasi yang bervariasi antar negara menunjukkan pendekatan yang disesuaikan dengan regulasi dan ekspektasi pasar masing-masing.

Bagi pemilik EX90 dan ES90 yang sudah membeli mobil, kompensasi ini setidaknya memberikan sedikit keringanan atas ketidaknyamanan karena fitur yang dijanjikan tidak pernah hadir. Namun, bagi yang belum membeli, keputusan ini bisa menjadi bahan pertimbangan — apakah teknologi yang dijanjikan benar-benar akan direalisasikan atau hanya sekadar gimmick pemasaran.

Volvo sendiri terus mengembangkan ekosistem kendaraan listriknya. Perusahaan baru-baru ini mengintegrasikan Apple Music ke dalam sistem infotainment mobil-mobilnya, menunjukkan fokus pada peningkatan pengalaman pengguna di area lain.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.