Volvo V60 Cross Country station wagon terakhir di AS

Volvo Hadirkan Dua EV Baru, Termasuk Sedan dan Wagon ke AS

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Volvo resmi menghentikan produksi V60 Cross Country pada April 2026, mengakhiri era wagon di AS
  • Volvo berencana meluncurkan dua EV baru berupa sedan dan wagon listrik pada 2028
  • Kedua EV akan menggunakan platform SPA3 dengan arsitektur 800-volt dan harga mulai USD 50.000
  • Target penjualan tahunan hanya sekitar 10.000 unit karena segmen niche
  • Platform SPA3 juga mendukung pengembangan SUV tiga baris yang lebih besar dari XC90

Telset.id – Volvo secara resmi menghentikan produksi V60 Cross Country pada April 2026, menandai akhir era station wagon di Amerika Serikat. Setelah menghentikan sedan S90 pada 2025, pabrikan Swedia itu kini hanya menjual SUV di pasar AS. Namun, kabar terbaru mengungkap bahwa Volvo tengah mempertimbangkan untuk menghadirkan dua kendaraan listrik (EV) anyar, termasuk sebuah sedan dan wagon listrik.

Menurut laporan dari Automotive News, Volvo sedang menjajaki peluncuran dua model EV di AS yang diperkirakan akan tiba di diler pada 2028. Kedua model tersebut sudah dalam tahap pengembangan untuk pasar Eropa, sehingga modifikasi untuk pasar AS dinilai tidak akan terlalu sulit. Kedua EV ini akan menggunakan platform SPA3 terbaru Volvo, yang sebelumnya debut pada EX60 awal tahun ini.

Platform SPA3 mengusung arsitektur 800-volt dan konstruksi cell-to-body, yang memungkinkan pengisian daya lebih cepat, jangkauan lebih jauh, serta ruang interior lebih luas. Fleksibilitas platform ini juga memungkinkan Volvo mendukung berbagai tipe bodi kendaraan. Kedua EV tersebut diperkirakan akan menggunakan badge 60 atau 70-series, dengan varian Cross Country wagon yang mungkin ikut dikembangkan.

Harga kedua EV ini diperkirakan mulai dari kisaran USD 50.000 atau sekitar Rp 800 juta. Meski demikian, Volvo tidak memasang target penjualan tinggi untuk model sedan dan wagon listrik di AS, dengan perkiraan penjualan tahunan hanya sekitar 10.000 unit. Kedua model tersebut akan diproduksi di Eropa.

Keputusan Volvo untuk kembali menghadirkan sedan dan wagon listrik merupakan langkah yang menarik di tengah dominasi SUV di pasar otomotif AS. Meskipun tren SUV masih kuat, Volvo melihat adanya celah pasar untuk kendaraan dengan bentuk bodi yang lebih aerodinamis dan efisien.

Baca Juga:

Volvo-two-new-EVs-US

Kepala Teknologi Volvo, Anders Bell, dalam wawancara dengan Autocar awal tahun ini, menjelaskan bahwa platform SPA3 membuka kemungkinan baru sebagai platform EV khusus. “Kami bisa membuat yang rendah. Kami bisa membuat yang ramping. Kami bisa membuat yang tinggi. Kami bisa membuat MPV… Semua ada di buku resep,” ujar Bell.

Pernyataan Bell menegaskan bahwa platform SPA3 dirancang untuk mendukung berbagai bentuk bodi kendaraan, tidak hanya SUV. Hal ini menjadi dasar bagi Volvo untuk mengeksplorasi segmen sedan dan wagon yang selama ini dianggap kurang diminati di AS.

Selain sedan dan wagon, Volvo juga dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan SUV tiga baris yang lebih besar dari XC90. Model ini akan bersaing dengan SUV flagship mewah lainnya seperti BMW X7.

Volvo-EX60-EV

Keputusan Volvo untuk kembali ke akarnya dengan menghadirkan wagon listrik canggih bisa menjadi langkah cerdas untuk menonjol di tengah lautan SUV. Chief Strategy and Product Officer Volvo, Michael Fleiss, dalam wawancara dengan The Drive pada Januari lalu, mengungkapkan bahwa permintaan wagon justru meningkat di Eropa, China, dan pasar global lainnya.

“Bahkan, menariknya, China mulai memproduksi wagon. Ini sangat populer sekarang. Jadi orang-orang benar-benar menyukai wagon,” kata Fleiss. Pernyataan ini menunjukkan bahwa tren pasar global mulai bergeser, dan Volvo ingin memanfaatkan momentum tersebut.

Meskipun target penjualan di AS tergolong rendah, kehadiran sedan dan wagon listrik Volvo dapat menciptakan ceruk pasar yang unik. Volvo akan menghadapi persaingan baru dalam beberapa bulan ke depan, termasuk dari Volvo XC70 PHEV dan Rivian R2.

Volvo-two-new-EVs

Secara keseluruhan, langkah Volvo untuk menghadirkan sedan dan wagon listrik di AS merupakan strategi yang berani dan bisa menjadi pembeda di pasar yang didominasi SUV. Dengan platform SPA3 yang canggih dan desain yang ikonik, Volvo berpotensi menarik minat konsumen yang mencari alternatif dari SUV.

Namun, kesuksesan model-model ini akan sangat bergantung pada harga, jangkauan, dan fitur yang ditawarkan. Dengan perkiraan harga mulai dari USD 50.000, Volvo harus bisa memberikan nilai yang kompetitif dibandingkan pesaingnya. Selain itu, Volvo juga perlu memastikan bahwa infrastruktur pengisian daya di AS mendukung adopsi kendaraan listrik secara lebih luas.

Keputusan Volvo untuk memproduksi kedua model ini di Eropa juga menunjukkan bahwa mereka tidak ingin mengambil risiko besar dengan membangun pabrik baru di AS. Sebaliknya, mereka memanfaatkan fasilitas produksi yang sudah ada di Eropa untuk memenuhi permintaan pasar global, termasuk AS.

Dengan segala pertimbangan tersebut, masa depan sedan dan wagon listrik Volvo di AS masih penuh tanda tanya. Namun, jika Volvo berhasil mengeksekusi strategi ini dengan baik, mereka bisa menjadi pelopor dalam menghidupkan kembali segmen yang sempat meredup.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.