Telset.id β VinFast resmi memperkenalkan VF Wild, pikap listrik dengan mesin bensin sebagai range extender yang mengusung jarak tempuh total melewati 1.000 km. Pikap ini pertama kali tampil sebagai konsep sepenuhnya listrik pada 2024, dan kini versi produksinya hadir sebagai kendaraan listrik dengan penggerak murni dari motor listrik, sementara mesin pembakaran internal hanya berfungsi sebagai generator.
Konsep EREV atau Extended-Range Electric Vehicle ini menjadi pendekatan berbeda di tengah persaingan pikap listrik global. VinFast menegaskan bahwa mesin bensin pada VF Wild bukan penggerak utama, melainkan hanya memperpanjang jarak tempuh ketika baterai mulai menipis. Pengalaman berkendara diklaim jauh lebih dekat ke EV murni dibanding hybrid konvensional.
Dari sisi tenaga, VF Wild dibekali motor listrik berdaya 160 kW atau setara 215 hp dengan torsi 280 Nm. Daya tersebut disalurkan dari paket baterai LFP berkapasitas 46,4 kWh. Angka ini terbilang moderat jika dibandingkan baterai 205 kWh pada truk listrik GM, namun cukup untuk menempuh sekitar 250 km dalam skenario NEDC sebelum generator bensin mengambil alih peran.
Spesifikasi dan Dimensi VinFast VF Wild
Dari segi ukuran, VF Wild memiliki panjang 5.376 mm, lebar 2.069 mm, dan tinggi 1.873 mm dengan wheelbase 3.258 mm. Dimensi ini menempatkannya bersaing langsung dengan pikap kelas berat seperti Ford Ranger dan Toyota HiLux. Bedanya, kedua rival tersebut belum tersedia dalam varian EREV, sehingga VF Wild menawarkan pendekatan berbeda di segmen pikap.
Informasi soal mesin pembakaran internal masih terbatas. Media Vietnam Dantri melaporkan bahwa VF Wild mengusung mesin bensin 1.5L. Meski detail teknisnya belum diungkap lengkap, peran mesin ini jelas sebagai range extender, bukan penggerak roda.

Pendekatan EREV pada pikap sebenarnya bukan hal sepenuhnya baru di industri kendaraan listrik. Beberapa pabrikan juga tengah menguji teknologi baterai dan penggerak listrik untuk kendaraan niaga, seperti yang dilakukan FAW dan Shell dalam pengujian baterai immersion cooling pada truk Starship. Langkah ini menunjukkan bahwa segmen kendaraan listrik berat terus berkembang ke arah efisiensi energi yang lebih baik.
Di sisi lain, adopsi truk listrik di sektor logistik global juga semakin nyata. Amazon, misalnya, telah memasang 50 truk listrik Mercedes-Benz eActros 600 di Eropa, sementara City Harvest mengoperasikan truk listrik Volvo VNR Electric di Bronx. Tren ini menegaskan bahwa elektrifikasi kendaraan niaga dan pikap bukan lagi wacana, melainkan realitas pasar.
Baca Juga:
Harga dan Interior VF Wild
Salah satu daya tarik utama VF Wild adalah harganya. Harga awal pikap EREV ini dipatok βhanyaβ 860 juta dong, atau setara sekitar 33.000 USD pada saat artikel ini ditulis. Angka tersebut tergolong kompetitif untuk kelas pikap dengan teknologi EREV, terutama jika dibandingkan dengan truk listrik besar yang harganya jauh lebih tinggi.
Masuk ke kabin, VF Wild menawarkan lantai datar, layar sentuh 10 inci sebagai sistem infotainment di konsol tengah, serta jok belakang yang bisa direbahkan. Menariknya, seperti beberapa model VinFast lain, Saturn Ion, dan Toyota Prius generasi pertama, VF Wild tidak dilengkapi instrument cluster di depan pengemudi. Semua informasi kendaraan kemungkinan besar disajikan melalui layar tengah.

Desain eksterior dan interior VF Wild menunjukkan bahwa VinFast serius menyasar pasar global. Namun, belum ada informasi resmi mengenai rencana membawa pikap ini ke Amerika Utara. Jika suatu saat masuk, harga yang kompetitif disebut-sebut akan menjadi salah satu keunggulannya.
Dari sisi korporasi, induk usaha VinFast, VinGroup (VIC.VN), mencatat kinerja positif. Perusahaan membukukan pendapatan lebih dari 12,8 miliar USD pada 2025 dengan laba bersih hampir 430 juta USD. Berbeda dengan beberapa pemain industri lain, VinGroup saat ini justru tengah memperluas operasi globalnya, memberi fondasi finansial yang lebih kuat bagi ekspansi VinFast di pasar internasional.
Kehadiran VF Wild menambah opsi di segmen pikap elektrifikasi yang masih minim pemain. Dengan jarak tempuh listrik murni sekitar 250 km dan total jarak tempuh melewati 1.000 km berkat generator bensin, pikap ini menawarkan kompromi antara kebutuhan mobilitas jarak jauh dan transisi ke kendaraan listrik. Pertanyaannya kini tinggal bagaimana pasar global merespons pendekatan EREV yang diusung VinFast, mengingat segmen ini masih didominasi pikap konvensional berbahan bakar bensin dan diesel.





Komentar
Belum ada komentar.