Telset.id – Dubai resmi memiliki vertiport komersial pertama di dunia setelah fasilitas bernama VDX menerima sertifikasi regulasi dari Otoritas Penerbangan Sipil Umum Uni Emirat Arab (GCAA). Pengembang proyek, Skyports Infrastructure, menyatakan fasilitas ini siap beroperasi untuk mendukung layanan taksi terbang listrik (eVTOL) di emirat tersebut.
VDX dirancang khusus sebagai vertiport komersial yang memungkinkan pesawat bertenaga baterai berukuran kecil untuk lepas landas dan mendarat secara vertikal tanpa memerlukan landasan pacu konvensional. Sertifikasi dari GCAA menjadi kunci penting dalam upaya pengoperasian eVTOL komersial di seluruh Dubai.
Sertifikasi Bersejarah untuk Mobilitas Udara Maju
Kepala Eksekutif Skyports Infrastructure, Duncan Walker, menyebut sertifikasi ini sebagai momen penting bagi industri Advanced Air Mobility. Menurutnya, infrastruktur, standar operasional, dan kerangka regulasi untuk layanan eVTOL komersial kini telah menjadi kenyataan.
“Dengan VDX yang kini tersertifikasi dan pembangunan Jaringan Taksi Udara Dubai yang terus berjalan cepat, kami selangkah lebih dekat untuk meluncurkan operasi taksi udara komersial, serta membuka era baru transportasi perkotaan yang aman, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Walker.

Direktur Jenderal GCAA, Saif Mohammed Al Suwaidi, juga menyambut baik sertifikasi ini. Ia menyebutnya sebagai pencapaian bersejarah bagi UEA dan momen penting bagi masa depan penerbangan dunia.
“Sertifikasi vertiport komersial pertama di dunia adalah pencapaian bersejarah bagi UEA dan momen penting bagi masa depan penerbangan. Ini mencerminkan visi kepemimpinan kami, kematangan sistem regulasi, dan kemampuan nasional untuk mendorong inovasi sambil menjaga standar keselamatan tertinggi,” kata Al Suwaidi.
Spesifikasi dan Kapasitas Vertiport VDX
Fasilitas VDX dilengkapi dengan dua area pendaratan khusus serta infrastruktur pengisian daya cepat DC berdaya tinggi untuk mendukung perputaran cepat armada pesawat listrik. Dengan luas bangunan mencapai 3.100 meter persegi, vertiport ini dirancang untuk melayani hingga 170.000 penumpang per tahun.
VDX akan berfungsi sebagai hub transit pertama dan utama Skyports dalam jaringan Taksi Udara Dubai yang direncanakan. Saat ini, tiga fasilitas serupa sedang dalam tahap pengembangan di emirat tersebut. Jaringan vertiport ini dikembangkan oleh Skyports bekerja sama dengan Otoritas Jalan dan Transportasi Dubai (RTA).
Kehadiran vertiport ini menegaskan posisi Dubai sebagai pionir dalam pengembangan transportasi udara perkotaan. Regulator setempat tampak antusias dengan perkembangan ini, sebagaimana tercermin dalam pernyataan resmi GCAA yang menyebut UEA tidak hanya bersiap menghadapi masa depan penerbangan, tetapi juga secara aktif membentuknya.
Proyek ini juga sejalan dengan berbagai inisiatif teknologi lain di Dubai. Sebelumnya, Dubai telah menjadi lokasi uji coba berbagai inovasi, termasuk penggunaan koki AI di restoran serta adopsi teknologi keamanan modern. Kini, sektor transportasi udara menjadi fokus utama pengembangan kota.
Dengan sertifikasi ini, Dubai mengambil langkah konkret menuju realisasi layanan taksi udara komersial. Infrastruktur yang telah dibangun, termasuk fasilitas pengisian daya cepat dan area pendaratan khusus, menunjukkan keseriusan pengembang dalam menghadirkan layanan yang siap digunakan masyarakat.
Keberhasilan proyek VDX juga menjadi tolok ukur bagi kota-kota lain di dunia yang tengah mengembangkan konsep serupa. Standar operasional dan regulasi yang diterapkan di Dubai dapat menjadi referensi bagi pengembangan vertiport di berbagai negara.
Meski demikian, masih diperlukan uji coba lebih lanjut sebelum layanan komersial benar-benar beroperasi. Pengembang optimistis dengan progres pembangunan jaringan yang sedang berjalan, dan menargetkan peluncuran operasi taksi udara dalam waktu dekat.





Komentar
Belum ada komentar.