Ilustrasi Lexus LF-ZC yang dibatalkan produksinya oleh Toyota

Toyota Kompensasi Pemasok Gara-gara Batal Produksi Lexus LF-ZC

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Toyota beri kompensasi pemasok setelah batalkan Lexus LF-ZC
  • Pembatalan disebut kejutan belum pernah terjadi sebelumnya
  • Toyota bayar puluhan miliar yen untuk peralatan khusus pemasok
  • Teknologi LF-ZC seperti Gigacast akan dipakai model pengganti
  • Penjualan global Toyota turun 7,2%, BEV naik 170%
  • BYD ancam posisi Toyota sebagai pabrikan nomor satu global

Telset.id – Toyota dipastikan akan memberikan kompensasi finansial kepada para pemasoknya menyusul keputusan mengejutkan untuk membatalkan produksi Lexus LF-ZC, sebuah flagship EV yang sempat dianggap sebagai simbol masa depan elektrifikasi perusahaan. Wakil Presiden Eksekutif Toyota, Hiroki Nakajima, mengkonfirmasi penghentian pengembangan model ini kepada media Jepang pekan lalu, dengan pernyataan tegas, “Kami telah menghentikan pengembangan Lexus LF-ZC.”

Keputusan ini disebut sebagai yang pertama dalam sejarah Toyota dan menimbulkan guncangan luar biasa di rantai pasok. Sebuah laporan dari Nikkei mengungkapkan bahwa Toyota akan membayar kompensasi kepada pemasok untuk menutupi sebagian biaya yang sudah dikeluarkan, terutama karena beberapa dari mereka telah berinvestasi besar-besaran pada peralatan khusus dan sumber daya lain yang diperlukan untuk memproduksi model tersebut. Jumlah kompensasi diperkirakan bisa mencapai puluhan miliar yen.

Seorang eksekutif dari salah satu pemasok Toyota yang enggan disebutkan namanya menggambarkan situasi ini sebagai “kejutan yang belum pernah terjadi sebelumnya.” Sumber internal Toyota juga mengatakan kepada Nikkei bahwa pembatalan pada waktu seperti ini “mungkin merupakan yang pertama dalam sejarah Toyota.” Sumber tersebut menambahkan, “Ketika kami merilis kendaraan generasi berikutnya seperti Prius hybrid dan Mirai fuel cell, kami sering mengabaikan profitabilitas.”

Lexus LF-ZC pertama kali diperkenalkan di Japan Mobility Show 2023 sebagai etalase inovasi terkini Toyota. Model ini dijadwalkan memulai produksi tahun ini, namun sempat mundur hingga pertengahan 2027. Mobil ini direncanakan menggunakan baterai prismatik berperforma tinggi yang diklaim mampu memberikan jarak tempuh tiga kali lipat dari bZ4X generasi sebelumnya serta mendukung pengisian cepat dalam 20 menit.

Meskipun Lexus LF-ZC tidak akan diproduksi, Toyota memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan untuk model tersebut tidak akan sia-sia. Nakajima mengungkapkan bahwa “Banyak teknologi baru yang dikembangkan selama pengembangan LF-ZC, seperti Gigacast, platform elektronik dan kelistrikan baru untuk sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS), serta miniaturisasi dan pengurangan bobot, telah selesai.” Ia menambahkan, “Kami telah memutuskan untuk mengembangkan kendaraan penerus.”

Menurut laporan Electrek, Toyota dilaporkan menghentikan pengembangan karena biaya pencetakan dan peralatan produksi baru untuk flagship EV tersebut dinilai terlalu mahal. Kini, perusahaan harus mengkompensasi pemasok, insinyur, dan mitra lainnya yang telah berinvestasi pada teknologi generasi berikutnya.

Toyota-canceled-flagship-EV

Situasi ini terjadi di tengah tekanan pasar yang semakin ketat. Penjualan global Toyota, termasuk Lexus, turun 7,2% pada Mei, menandai bulan keempat berturut-turut dengan penjualan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun permintaan stabil di Amerika Utara dan Jepang, Toyota menyalahkan kenaikan harga BBM dan persaingan ketat atas penurunan penjualan sebesar 32% di China. Hal ini selaras dengan laporan penjualan Toyota anjlok yang sempat kami bahas sebelumnya.

Di sisi lain, kendaraan baterai listrik (BEV) Toyota justru menunjukkan pertumbuhan signifikan. Penjualan BEV Toyota naik 170% menjadi 37.313 unit pada Mei. Hingga Mei, Toyota telah menjual 155.074 kendaraan baterai listrik (BEV), naik 138% dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Meskipun kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) terus menurun pamornya, Toyota tetap berkomitmen untuk menjual kendaraan di semua jenis powertrain.

Strategi ini mungkin berhasil dalam jangka pendek, namun dengan BYD yang terus mengambil alih pasar di China dan pasar utama lainnya seperti Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Latin, Toyota berisiko tertinggal dalam jangka panjang. Bulan lalu, CEO BYD, Wang Chuanfu, mengatakan perusahaannya akan “benar-benar menjadi pabrikan mobil nomor satu secara global dalam hal skala.” Raksasa EV China itu telah melampaui Ford untuk menjadi pabrikan mobil terbesar keenam pada tahun 2025.

Toyota-canceled-flagship-EV

Keputusan Toyota untuk membatalkan flagship EV sambil tetap mengembangkan teknologi barunya pada model pengganti menimbulkan tanda tanya besar. Kapan dan apakah kita akan melihat model penerus tersebut masih belum jelas. Yang pasti, guncangan di rantai pasok akibat pembatalan ini menunjukkan betapa besarnya investasi yang dibutuhkan untuk bersaing di era elektrifikasi, dan betapa mahalnya harga dari sebuah keputusan strategis yang berubah di tengah jalan.

Toyota-canceled-flagship-EV

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.