πŸ“‘ Daftar Isi

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto dalam konferensi pers kemitraan Toyota dan CATL

Toyota Gandeng CATL Produksi Baterai Hybrid di Indonesia, Ekspor Mulai 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) resmi menggandeng raksasa baterai asal China, CATL, untuk memproduksi baterai kendaraan hybrid di Indonesia. Langkah ini mencakup produksi sel dan modul baterai yang sebelumnya masih diimpor, dan akan diekspor mulai paruh kedua tahun 2026.

Kerja sama ini merupakan bagian dari investasi TMMIN senilai 1,3 triliun rupiah atau setara 75,8 juta dolar AS. Investasi tersebut dialokasikan untuk produksi sel dan modul baterai hybrid bersama CATL, mulai dari bahan baku hingga produk jadi. Ekspor yang direncanakan mencakup baterai utuh maupun komponen baterai.

Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, mengonfirmasi bahwa sel dan modul baterai yang saat ini masih diimpor akan segera diproduksi secara lokal. Hal ini disampaikan dalam keterangan yang dikutip dari media lokal.

β€œSaat ini, TMMIN memiliki lini produksi baterai pack di pabrik Karawang untuk memproduksi baterai bagi Toyota Kijang Innova Zenix HEV, Veloz HEV, dan Yaris Cross HEV. Melalui kerja sama strategis dengan CATL di Indonesia, kami berupaya meningkatkan kapasitas produksi perakitan baterai pack hingga manufaktur sel dan modul baterai secara keseluruhan,” ujar Nandi.

Toyota Kijang Innova Zenix HEV dan model hybrid lainnya akan menggunakan baterai hasil produksi lokal bersama CATL.

Dampak pada Tingkat Komponen Dalam Negeri

Media lokal Mobil123 melaporkan bahwa proyek ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk baterai Toyota. Rockomotif mengutip pernyataan Nandi yang menyebutkan bahwa kandungan lokal baterai dapat meningkat dari sekitar 8 persen saat masih terbatas pada perakitan, menjadi hingga 80 persen setelah produksi sel dan modul sepenuhnya terlokalisasi.

Peningkatan TKDN ini menjadi kunci bagi Toyota untuk memenuhi regulasi pemerintah Indonesia sekaligus memperkuat rantai pasok kendaraan listrik di dalam negeri. Dengan lokalisasi yang lebih dalam, biaya produksi juga berpotensi menjadi lebih efisien.

Rencana ekspor ini juga memberikan peran yang lebih besar bagi Indonesia dalam rantai pasok regional Toyota untuk elektrifikasi. TMMIN menyatakan bahwa program ini akan mendukung industri kendaraan lokal sekaligus pasar luar negeri, dengan ekspor yang mencakup baterai kendaraan hybrid utuh dan komponen baterai.

Strategi Multi-Pathway Toyota

Toyota menegaskan bahwa proyek ini sejalan dengan strategi multi-pathway perusahaan. Strategi tersebut mencakup kendaraan hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV), baterai listrik murni (BEV), kendaraan sel bahan bakar (FCEV), serta kendaraan fleksibel berbahan bakar bioetanol.

Pasar kendaraan hybrid di Indonesia sendiri terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Mengutip data GAIKINDO, TMMIN menyebutkan bahwa penjualan kendaraan elektrifikasi mencapai 177.367 unit pada tahun 2025. Angka ini naik 71 persen dibandingkan 103.452 unit pada tahun 2024.

Produksi kendaraan elektrifikasi di Indonesia pada tahun 2025 tercatat sebanyak 127.420 unit. Dari jumlah tersebut, kendaraan hybrid mendominasi dengan 97.462 unit, atau sekitar 76,5 persen dari total produksi kendaraan elektrifikasi.

Grafik pangsa pasar produsen baterai EV teratas pada Q1 2026 menunjukkan dominasi CATL.

Posisi CATL di Indonesia dan Global

CATL sendiri sudah memiliki proyek baterai besar di Indonesia. Pada Juni 2025, CATL memulai pembangunan pabrik baterai joint venture di Karawang, Jawa Barat, bersama Indonesia Battery Corp dan PT Aneka Tambang. Proyek tersebut ditargetkan memiliki kapasitas tahunan sebesar 15 GWh dan merupakan bagian dari rencana yang lebih luas termasuk tambang nikel, smelter, dan pabrik prekursor baterai.

Secara global, CATL merupakan produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia. Di China, CATL menguasai hampir setengah pangsa pasar pada kuartal pertama tahun 2026, dengan kapasitas terpasang sebesar 59,52 GWh dan pangsa pasar 48,3 persen, menurut data China Automotive Battery Innovation Alliance (CABIA).

Kerja sama antara Toyota dan CATL di Indonesia ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem kendaraan hybrid di Tanah Air sekaligus menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor baterai kendaraan elektrifikasi di kawasan.