Toyota Corolla EV generasi baru dengan platform multi-powertrain

Toyota Corolla EV Generasi Baru Siap Meluncur dengan Platform Baru

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Toyota mengembangkan Corolla EV generasi baru di tengah "sense of crisis" internal
  • Chairman Akio Toyoda mengakui risiko complacency jika Toyota tidak beradaptasi
  • Platform baru mendukung BEV, PHEV, hybrid, dan ICE
  • Prototipe hampir identik dengan Corolla Concept dari Japan Mobility Show
  • Insinyur Toyota mengakui ketertinggalan dari China dalam hal teknologi EV
  • BYD targetkan jadi No.1 produsen mobil global dalam 5 tahun
  • Toyota batalkan Lexus LF-ZC, EV flagship dengan teknologi baterai baru

Telset.id – Toyota sedang mengembangkan Corolla EV generasi terbaru yang akan menjadi tonggak sejarah baru bagi mobil terlaris sepanjang masa tersebut. Pengembangan ini dilakukan di tengah “sense of crisis” atau rasa krisis yang mendalam di internal perusahaan, menyusul tekanan kompetitif dari Tesla dan BYD.

Mobil yang telah terjual lebih dari 57 juta unit sejak pertama kali diluncurkan 60 tahun lalu ini, mengalahkan Volkswagen Beetle sebagai kendaraan terlaris di dunia. Dalam wawancara eksklusif dengan media Jepang NHK yang tayang pada Minggu, 19 Juli, Chairman Toyota Akio Toyoda menyebut Corolla sebagai “simbol dari Toyota.”

Siaran khusus NHK tersebut membuka tabir di balik pengembangan Corolla generasi berikutnya di lokasi pengembangan “top-secret” milik Toyota. Meski Toyota masih menjadi produsen otomotif terbesar dunia pada 2025, raksasa Jepang ini merasakan tekanan yang semakin besar.

“Sepertinya ada rasa krisis yang cukup besar di dalam perusahaan,” ungkap Toyoda kepada NHK dalam wawancara berdurasi 50 menit tersebut.

Toyota-Corolla-EV-platform

Kompetisi baru dan teknologi yang terus berevolusi “tidak bisa dihindari,” kata chairman perusahaan tersebut. Namun risiko terbesar bagi Toyota saat ini adalah menjadi puas diri. “Jika itu terjadi, sudah berakhir,” peringat Toyoda, menambahkan bahwa “Kecuali Jepang menjadi negara yang dipilih oleh setiap negara lain, Jepang tidak bisa bertahan.”

Beberapa insinyur Toyota yang diwawancarai dalam siaran tersebut mengungkapkan kekhawatiran serupa. Salah satu insinyur bahkan mengakui, “Saya pikir kita kalah dari China,” ketika ditanya pendapat jujurnya tentang Toyota.

## Prototipe Corolla EV yang Hampir Final

Prototipe yang terlihat dalam siaran tersebut hampir identik dengan Corolla Concept yang diungkap Toyota di Japan Mobility Show Oktober lalu. Mobil ini memiliki siluet rendah dan bagian depan mirip mobil sport.

“Apakah itu battery EV, plug-in hybrid, hybrid, atau kendaraan dengan mesin pembakaran internal—apa pun sumber tenaganya—mari kita buat mobil yang tampilannya bagus dan semua orang ingin mengendarainya!” kata CEO Koji Sato saat meluncurkan konsep tersebut.

Toyota-Corolla-EV-interior

Corolla generasi berikutnya “dikemas dengan inovasi,” janji Sato. Mobil ini akan didasarkan pada platform baru yang mendukung semua konfigurasi powertrain, mulai dari battery electric (BEV), plug-in hybrid, hybrid, hingga kendaraan bensin murni.

## Platform Kompromi di Tengah Tekanan

Meskipun ada “sense of crisis” yang muncul, platform baru yang akan menjadi dasar Corolla generasi berikutnya tetap diharapkan mendukung berbagai powertrain: EV, plug-in hybrid, hybrid tradisional, dan internal combustion engine (ICE).

Beberapa varian berbeda terlihat sedang dalam pengembangan selama siaran tersebut, termasuk sedan, hatchback, crossover, dan model GR. Toyota kini berada “di tengah transformasi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata NHK, setelah menyadari bahwa perusahaan tidak bisa bertahan dengan metode tradisionalnya.

Laporan ini muncul setelah Toyota membatalkan Lexus LF-ZC bulan lalu, EV flagship yang diharapkan hadir dengan baterai baru dan metode manufaktur canggih.

## Persaingan dengan BYD dan Tesla

Para insinyur Toyota mengungkapkan kekhawatiran tentang siklus pengembangan dan metode manufaktur perusahaan dibandingkan dengan produsen China seperti BYD. CEO BYD, Wang Chuanfu, mengklaim perusahaannya akan “benar-benar menjadi No. 1 produsen mobil global dalam hal skala” dalam lima tahun ke depan.

BYD sudah melampaui Ford sebagai produsen mobil terbesar keenam pada 2025. Setelah berhenti memproduksi kendaraan yang hanya menggunakan mesin ICE pada 2022 untuk fokus pada kendaraan listrik dan plug-in hybrid, taruhan besar BYD mulai membuahkan hasil.

Toyota memang telah mendapatkan momentum dengan kendaraan listrik barunya seperti Toyota bZ 2026, C-HR+, dan bZ Woodland. Namun perusahaan terus menunda transisi ke kendaraan listrik murni.

Toyota-Corolla-EV-crisis

Menawarkan setiap opsi powertrain mungkin berhasil untuk saat ini, tetapi Toyota sudah tertinggal dalam hal teknologi baterai, drivetrain listrik, perangkat lunak, dan teknologi EV terkait lainnya.

## Implikasi bagi Masa Depan Toyota

Dengan tekanan dari Tesla dan BYD, serta “sense of crisis” yang diakui sendiri oleh manajemen puncak, Toyota menghadapi momen krusial. Corolla EV generasi baru menjadi ujian apakah raksasa Jepang ini mampu beradaptasi atau akan tertinggal dalam era elektrifikasi.

Platform baru yang dikembangkan untuk Corolla akan menjadi fondasi bagi masa depan Toyota. Keputusan untuk mendukung berbagai powertrain menunjukkan pendekatan hati-hati, namun juga menimbulkan pertanyaan tentang komitmen perusahaan terhadap transisi EV penuh.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.