Telset.id – Tesla akhirnya memberikan tanggal konkret untuk pengungkapan generasi baru Roadster, yakni 1 Oktober, setelah sembilan tahun sejak prototipe pertamanya diperlihatkan. Teaser bertuliskan “Go for launch” yang diunggah Jumat memperlihatkan mobil listrik hiper itu bermandikan cahaya vertikal menyerupai landasan peluncuran roket, dengan tanggal “10.01” tercetak di bagian bawah gambar.
Ini menjadi kali pertama publik melihat kerangka waktu pengungkapan yang konkret untuk model yang sudah lama dinantikan tersebut. Sebelumnya, Tesla lebih banyak fokus pada AI, robotika, dan otonomi yang diyakini perusahaan sebagai kunci pertumbuhan masa depan. Sebuah jam hitung mundur di halaman Roadster milik Tesla juga bergerak menuju tanggal yang sama, meski perusahaan tidak menyebutkan lokasi acara maupun apakah pengungkapan akan disiarkan langsung.
Pesan utama dari teaser itu cukup jelas: Roadster akan melayang. Hal ini sejalan dengan laporan yang beredar selama berbulan-bulan bahwa model tersebut akan debut dengan satu set thruster gas dingin hasil pengembangan SpaceX yang memungkinkan mobil terangkat dari permukaan tanah. Tesla sendiri sudah menggoda demo “terbang” sejak 2018. Detail mengenai Thruster SpaceX ini memang menjadi daya tarik utama dari teaser terbaru.
Teaser tersebut tidak banyak mengungkap detail Roadster, selain apa yang tampak seperti lampu belakang dan empat elemen melingkar di bagian atas yang berpotensi menjadi thruster gas dingin pengembangan SpaceX. Laporan bulan lalu menyebutkan peluncuran Roadster sudah semakin dekat, dan pabrikan berencana menghadirkan dua versi: edisi terbatas “flying Roadster” serta model yang legal untuk jalan raya.
Sembilan Tahun Janji yang Tertunda
Roadster generasi baru pertama kali diperkenalkan sebagai prototipe pada November 2017. Saat itu Tesla menjanjikan harga dasar 200.000 dolar AS, varian Founders Series seharga 250.000 dolar AS, jangkauan 620 mil, akselerasi 0-60 mph di bawah dua detik, dan kecepatan puncak lebih dari 250 mph. Produksi dijanjikan mulai 2020.
Namun janji itu tidak terwujud. Tesla setidaknya telah menggeser target produksi Roadster delapan kali sejak saat itu: ke 2022, lalu 2023, 2024, dan “2025-2026”. Pada rapat pemegang saham November lalu, Musk menyatakan produksi tidak akan dimulai hingga “2027 atau 2028”, sekaligus melempar wacana demo pada 1 April sambil bercanda bahwa dirinya punya “deniability karena bisa bilang hanya bercanda”. Tanggal April itu pun berlalu begitu saja, disusul akhir April, “mungkin dalam sebulan”, dan demo Agustus yang didorong ke musim panas. Kini giliran Oktober.
Sementara itu, orang-orang yang sudah menyetor uang sejak 2017 masih menunggu. Reservasi saat itu dipatok 50.000 dolar AS untuk mobil standar dan 250.000 dolar AS untuk Founders Series. Nama-nama seperti Marques Brownlee dan Sam Altman dikabarkan telah membatalkan pesanan mereka.
Baca Juga:
Demo “Terbang” yang Makin Menyusut
Ada catatan penting soal bagian “terbang” ini. Ketika laporan mengenai rencana tersebut muncul pada Agustus, demo itu sudah mengalami penyusutan dari versi liar — menaiki tanjakan bermagnet, mengemudi terbalik, menegakkan diri, hingga melayang — menjadi sesuatu yang lebih mendekati hover sederhana.
Mobil akan terangkat tanpa ada orang di dalamnya, dioperasikan dari jarak jauh, dengan penonton dijaga ratusan yard dari lokasi karena thruster tersebut cukup keras hingga bisa merusak pendengaran. Selain itu, mobil yang rencananya dipamerkan bukanlah produk sesungguhnya. Kendaraan itu tidak akan legal untuk jalan raya, kemungkinan berharga ratusan ribu dolar atau lebih, dan Tesla sempat membahas penjualannya kepada segelintir superfan melalui program sirkuit bergaya Ferrari.
Versi terbang tersebut bisa menelan biaya ratusan ribu dolar, bahkan tidak menutup kemungkinan lebih dari satu juta dolar. Namun jangan kaget jika “flying Roadster” itu hanya menjadi kendaraan demo yang dipakai Tesla untuk memamerkan teknologinya, sementara versi legal jalan raya yang akhirnya menjadi model yang benar-benar dijual. Sejumlah pengamat menilai pendekatan ini sejalan dengan pola Tesla yang kerap mengangkat narasi teknologi di atas produk yang benar-benar bisa dibeli konsumen biasa. Bahkan isu seputar Mode Manual pada model otonom Tesla menunjukkan bahwa perusahaan memang gemar menyimpan kejutan di balik layar.
Para eksekutif Tesla sendiri telah bertahun-tahun mengangkat hype Roadster generasi baru. VP of Engineering Lars Moravy sebelumnya menyebut Roadster akan menjadi “last, best driver’s car” dan “swan song” perusahaan sebelum mobil self-driving menjadi hal yang lumrah. Narasi tersebut kini kembali digaungkan menjelang pengungkapan 1 Oktober.
Yang perlu dicatat, Roadster sudah lama berhenti menjadi program mobil murni. Ia lebih menyerupai iklan komersial untuk hubungan Tesla-SpaceX, dipentaskan dengan perangkat keras SpaceX, tepat ketika Musk sedang memanaskan Wall Street untuk menggabungkan kedua perusahaan. Pola waktunya pun cocok: Tesla menghabiskan September dengan meluncurkan ulang produk-produk yang pertama kali diperlihatkan bertahun-tahun lalu — Roadster, Semi, dan robotaxi — demi menjaga cerita tetap menarik menjelang perkiraan pemungutan suara pemegang saham soal merger. Pengungkapan berteknologi roket di akhir bulan pengerek saham memang sesuai dengan citra tersebut.
Di sisi lain, dinamika bisnis Tesla juga tak lepas dari sorotan. Isu seputar FSD Tesla dan gugatan yang menyeret perusahaan menunjukkan bahwa narasi teknologi tinggi kerap berjalan seiring dengan risiko hukum dan ekspektasi pasar yang tinggi.
Yang jelas, semua mata akan tertuju pada 1 Oktober. Mungkin mobil itu benar-benar melayang. Namun tanggal yang paling penting tetap satu: kapan orang biasa benar-benar bisa membelinya — atau lebih baik lagi, versi normal tanpa thruster.





Komentar
Belum ada komentar.