Telset.id – Tesla resmi masuk Vietnam. Perusahaan asal Amerika Serikat itu mulai membuka lowongan kerja di negara tersebut, dan salah satu perekrutnya menyatakan Tesla kini “resmi datang” ke Vietnam. Langkah ini menandai babak baru persaingan mobil listrik di Asia Tenggara, tepat di tengah dominasi VinFast yang menguasai sekitar 36% pasar mobil nasional sepanjang 2026.
Kepastian itu datang dari Ricky Ip, perekrut Tesla, melalui unggahan di X pada 28 Oktober 2026. “Tesla is officially coming to Vietnam – and we’re hiring,” tulisnya. Ia menyebut misi perusahaan adalah membangun dunia berkelimpahan luar biasa dan mencari orang-orang bersemangat untuk bergabung di Vietnam. Sebelumnya, Tesla tidak pernah berkomentar soal ekspansi ini.
Lima posisi yang dibuka adalah Sales Manager, Service Manager, HR Business Partner, Purchasing Manager, dan Project Developer, Charging. Posisi terakhir menjadi sinyal paling jelas: merekrut pengembang proyek pengisian daya hanya masuk akal jika Tesla berencana membangun Supercharger di Vietnam.

Jejak Pendirian Perusahaan hingga Pola Ekspansi
Langkah ini bukan tanpa persiapan. Tesla diam-diam mendaftarkan Tesla Motors Vietnam LLC di Ho Chi Minh City pada 11 September, dengan modal piagam sekitar 77,7 miliar dong atau setara 3 juta dolar AS. Lingkup usahanya mencakup impor mobil, grosir, dan ritel. Registrasi ini sempat berjalan tanpa konfirmasi resmi dari perusahaan.
Tesla pernah memakai pola serupa di Asia Tenggara. Perusahaan melakukan perekrutan besar-besaran di Thailand pada September 2022 dan membuka pemesanan tiga bulan kemudian. Di Filipina, perekrutan dimulai September 2024 dan peluncuran terjadi pada awal 2025. Dengan pola itu, peluncuran di Vietnam dalam beberapa bulan ke depan bukan hal mengejutkan.
Hingga kini belum ada informasi soal harga, model, maupun lokasi showroom. Menariknya, grafis rekrutmen menampilkan Roadster generasi berikutnya dengan keterangan kecil bahwa kendaraan tersebut “for illustration purposes only”.
Baca Juga:
Peta Kekuatan VinFast di Pasar Vietnam
Tesla tidak masuk ke pasar kosong. VinFast, produsen mobil listrik lokal, mengirimkan 177.697 unit di Vietnam sepanjang sembilan bulan pertama 2026 dari total nasional sekitar 495.000 unit. Artinya, VinFast menguasai sekitar 36% seluruh pasar mobil, termasuk mobil berbahan bakar bensin. Pada September saja, pangsa pasarnya mencapai 37,7%.
Perbandingan tahun berjalan pun timpang. VinFast mencatat 177.697 unit, disusul Toyota 53.978, Hyundai 35.412, Mitsubishi 31.932, Ford 30.353, dan Kia 23.461. Jika lima merek pesaing itu dijumlahkan, totalnya 175.136 unit, masih di bawah VinFast seorang diri. VinFast juga telah melampaui volume setahun penuh 2025 meski menyisakan satu kuartal, dan menyebut September sebagai bulan ke-25 berturut-turut sebagai merek mobil terlaris di Vietnam.
Komposisi model memperlihatkan karakter pasar. VinFast VF 3, crossover listrik dua pintu mungil yang diluncurkan di bawah 13.000 dolar AS, menjadi kendaraan terlaris sepanjang tahun. Model-model VinFast menempati lima posisi teratas pada September.
VinFast punya keunggulan kandang. Mobilnya diproduksi di Haiphong, sementara Tesla kemungkinan besar harus mengimpor seluruh unit, umumnya dari Giga Shanghai. Vietnam juga masih mempertahankan mobil penumpang dalam daftar tarif tinggi berdasarkan perjanjian perdagangan bebas ASEAN-China.
Soal pengisian daya, VinFast kembali unggul. V-Green, perusahaan saudara VinFast, mengelola jaringan pengisian daya dominan di negara itu dan tahun ini mengumumkan rencana belanja sekitar 380 juta dolar AS untuk 99 stasiun pengisian ultra-cepat. Jaringan pihak ketiga di Vietnam masih tipis.
Ada satu faktor yang menguntungkan Tesla. Vietnam baru saja memperpanjang pembebasan biaya pendaftaran untuk mobil listrik berbasis baterai hingga akhir 2030, dan kebijakan itu juga berlaku untuk EV impor.
Namun, volume VinFast menyimpan catatan tersendiri. Sebagian besar pengirimannya mengalir ke GSM, perusahaan taksi listrik dan ride-hailing Xanh SM yang didirikan oleh Chairman VinFast, Pham Nhat Vuong. VinFast memang lama bergantung pada Vietnam sebagai penopang utama pengiriman, seperti terlihat saat mengirim hampir 100.000 EV pada 2024.
Bagi Telset.id, langkah Tesla ini menandai ujian nyata pertama bagi strategi ekspansi perusahaan di pasar yang sudah dikuasai pemain lokal. Sejumlah dinamika lain di ekosistem Tesla juga terus berjalan, termasuk pengawasan otoritas terhadap pengguna alat ilegal di Seoul dan perbandingan performa dengan kompetitor seperti terlihat saat Tesla kalah dari Waymo.
Ekspansi ini juga memperlihatkan bahwa ambisi Tesla tidak berhenti pada mobil. Perusahaan terus mengembangkan lini produk lain, sejalan dengan langkah industri yang memperbarui robot humanoid secara global.
Dengan perekrutan yang sudah berjalan dan entitas hukum yang telah berdiri, kehadiran Tesla di Vietnam bukan lagi spekulasi. Pertanyaannya kini bergeser: seberapa cepat perusahaan mampu membangun jaringan pengisian daya dan merangkul konsumen yang selama ini setia pada merek lokal.





Komentar
Belum ada komentar.