šŸ“‘ Daftar Isi

Tesla Arizona solar

Tesla Kunci 90% Listrik Proyek Surya Sterling Arizona

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Tesla kunci 90% output listrik tahunan Project Sterling di Arizona
  • Proyek surya 450 MW AC dengan baterai 1,4 GWh, beroperasi 2028
  • Lebih dari 760.000 panel surya dan 300 kontainer baterai LFP
  • Listrik bersih hingga 16 jam sehari, output 1,1 TWh per tahun
  • Konstruksi serap 400 pekerja hingga 2028

Telset.id – Tesla telah mengamankan sekitar 90% dari perkiraan output listrik tahunan sebuah proyek surya dan penyimpanan baterai berkapasitas 450 megawatt (MW) di Arizona, Amerika Serikat. Perusahaan energi ContourGlobal menggelar seremoni peletakan batu pertama Project Sterling pada 6 Oktober, berlokasi sekitar 20 mil di utara Lake Havasu City, Mohave County. Proyek ini menempati area lebih dari 2.000 acre di Gurun Mojave dan dijadwalkan mulai beroperasi pada 2028.

Angka 90% itu bukan klaim pemasaran kosong. Tesla menandatangani perjanjian jual beli listrik jangka panjang (power purchase agreement/PPA) yang mencakup sekitar 1 terawatt-hour (TWh) per tahun, plus sertifikat energi terbarukan yang menyertainya. Dengan proyeksi output tahunan Sterling di atas 1,1 TWh, porsi Tesla menjadi tulang punggung ekonomi proyek sejak fase konstruksi.

Bagi ContourGlobal, Sterling bukan proyek biasa. Fasilitas ini akan menjadi aset energi terbarukan terbesar perusahaan di seluruh dunia — sebuah penanda bahwa kombinasi surya plus baterai skala raksasa kini layak secara komersial, bukan sekadar proyek percontohan.

Spesifikasi Teknis Project Sterling

Sterling memasangkan lebih dari 760.000 panel surya dengan lebih dari 300 kontainer penyimpanan baterai. Panel suryanya memiliki kapasitas gabungan 509 MW DC, yang setelah konversi untuk jaringan menjadi 450 MW AC. Baterainya sendiri mampu mengirimkan daya hingga 360 MW dan menyimpan sekitar 1,4 gigawatt-hour listrik — cukup untuk discharge pada daya penuh selama sekitar empat jam.

Menurut ContourGlobal, kombinasi surya dan penyimpanan ini memungkinkan Sterling memasok listrik bersih hingga 16 jam sehari. Sistemnya menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) dengan pendinginan cair dan proteksi kebakaran terintegrasi — pilihan teknologi yang menekankan aspek keamanan dan daya tahan di iklim gurun ekstrem.

Tesla Arizona solar

Setelah beroperasi, Sterling diproyeksikan menghasilkan lebih dari 1,1 TWh listrik per tahun. Listriknya juga punya jalur masuk ke California. Sterling akan terhubung ke jaringan Western Area Power Administration dan telah mengamankan hak transmisi ke pasar listrik California Independent System Operator.

Konstruksi, Tenaga Kerja, dan Pendanaan

ContourGlobal memperkirakan konstruksi akan menyerap sekitar 400 pekerja hingga 2028. Kru lokal menangani pekerjaan sipil, jalan, dan logistik lokasi, termasuk jalan akses baru sepanjang 5,2 mil (8,4 km) yang menghubungkan proyek ke Route 66 yang bersejarah.

Proyek yang dibiayai swasta ini juga telah mengamankan equity bridge loan dari sekelompok bank internasional untuk membantu mendanai investasi ContourGlobal selama masa konstruksi. Skema ini menunjukkan bahwa proyek energi terbarukan skala besar tetap bisa menarik pendanaan lintas negara meski tanpa bergantung pada subsidi langsung.

Langkah Tesla di Arizona ini melengkapi rangkaian ekspansi infrastruktur energinya di Amerika Serikat. Sebelumnya, perusahaan juga memperluas jaringan pengisian daya untuk kendaraan niaga melalui Megacharger Semi, serta membangun fasilitas layanan khusus di Las Vegas melalui Semi Service Center. Pola ini menunjukkan Tesla tidak hanya bermain di sisi kendaraan, tetapi juga di sisi pasokan dan penyimpanan energi.

Di sisi lain, Tesla juga tengah menghadapi dinamika regulasi di Eropa terkait penamaan fitur berkendara asistensinya, termasuk tekanan terhadap regulator Belanda melalui regulator Belanda. Namun fokus di Arizona jelas berbeda: ini soal energi, bukan fitur mobil.

Yang menarik, PPA Tesla mencakup sertifikat energi terbarukan. Artinya, perusahaan tidak sekadar membeli listrik, tetapi juga mengklaim atribut lingkungannya. Dalam pasar energi yang makin ketat soal transparansi emisi, langkah ini strategis untuk memenuhi target keberlanjutan korporat maupun kebutuhan operasional pusat data dan jaringan pengisian daya.

Dengan kapasitas 450 MW AC dan baterai 1,4 GWh, Sterling masuk kategori proyek hybrid surya-plus-storage terbesar di Amerika Serikat. Kombinasi kapasitas ini memungkinkan listrik dikirim stabil, tidak hanya saat matahari bersinar — faktor kunci agar pembeli seperti Tesla bisa mengandalkan pasokan jangka panjang.

Proyek ini juga menyoroti pergeseran model bisnis Tesla: dari produsen mobil listrik menjadi pemain energi terintegrasi. PPA jangka panjang dengan proyek sebesar Sterling memberi visibilitas pendapatan yang stabil, sekaligus memastikan pasokan listrik bersih untuk operasi perusahaan di masa depan.

Bagi pasar energi global, keberhasilan Sterling bisa menjadi tolok ukur apakah skema serupa layak direplikasi di wilayah lain. Dengan mulai beroperasi pada 2028, proyek ini akan menjadi salah satu ujian terbesar bagi kombinasi panel surya masif dan baterai LFP skala giga di iklim gurun.

[IMAGE_ALT]
Tesla Arizona solar

[IMAGE_CAPTION]
Ilustrasi proyek surya dan penyimpanan baterai skala besar di Arizona yang memasok listrik untuk Tesla.

[IMAGE_DESCRIPTION]
Gambar menampilkan visualisasi proyek surya dan penyimpanan baterai Project Sterling milik ContourGlobal di Arizona, yang mencakup lebih dari 760.000 panel surya dan lebih dari 300 kontainer baterai. Tesla mengamankan sekitar 90% output listrik tahunan proyek ini melalui perjanjian jual beli listrik jangka panjang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.