Telset.id – Tesla resmi mengganti nama sistem Full Self-Driving (Supervised) menjadi Tesla Assisted Driving di Eropa. Langkah ini diambil setelah otoritas Jerman menilai nama lama berpotensi menyesatkan konsumen. Nama baru tersebut sudah muncul di situs web Tesla untuk kawasan Eropa, sementara di Amerika Serikat dan wilayah lain, sistem ini tetap disebut Full Self-Driving.
Perubahan nama ini menjadi bagian dari upaya Tesla untuk mengamankan persetujuan penggunaan teknologi tersebut di seluruh Uni Eropa. Sebelumnya, Belanda menjadi negara Uni Eropa pertama yang menyetujui sistem ini pada April, dan sejumlah negara lain menyusul. Saat ini, delapan negara Uni Eropa mengizinkan penggunaannya, dengan Slovakia diperkirakan menjadi negara kesembilan.
Meski demikian, Tesla masih membutuhkan dukungan dari setiap negara anggota yang tersisa. Dengan dukungan Jerman yang kini dijanjikan, Tesla mendorong adanya pemungutan suara yang dijadwalkan pada Desember untuk mendapatkan persetujuan penggunaan fitur Assisted Driving secara menyeluruh di Uni Eropa.
Alasan di Balik Perubahan Nama
Perubahan nama sistem ini tidak lepas dari kritik yang disampaikan Menteri Transportasi Jerman, Steffen Bilger. Ia berpendapat bahwa sistem tersebut tidak menawarkan kemampuan mengemudi yang sepenuhnya otonom, meskipun namanya mengandung kata “Full Self-Driving”. Sistem ini memang menangani kemudi, akselerasi, pengereman, dan navigasi, tetapi pengemudi tetap harus waspada dan siap mengambil kendali setiap saat.
Kritik tersebut menjadi dasar bagi Tesla untuk menyesuaikan penamaan produknya di pasar Eropa. Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa penamaan yang akurat menjadi salah satu syarat penting dalam proses regulasi teknologi kendaraan di kawasan tersebut.
Baca Juga:
Status Persetujuan di Uni Eropa
Hingga saat ini, delapan negara Uni Eropa telah mengizinkan penggunaan sistem Tesla Assisted Driving. Belanda mencatatkan diri sebagai negara pertama yang memberikan persetujuan pada April, lalu diikuti oleh beberapa negara lainnya. Slovakia diproyeksikan menjadi negara kesembilan yang menyusul.
Kendati jumlahnya terus bertambah, Tesla belum mendapatkan izin menyeluruh di seluruh Uni Eropa. Setiap negara anggota masih memiliki kewenangan untuk memberikan persetujuan masing-masing. Karena itu, dukungan dari Jerman menjadi krusial bagi kelanjutan proses ini.
Dengan dukungan Jerman yang kini dijanjikan, Tesla mendorong pemungutan suara yang dijadwalkan pada Desember. Pemungutan suara tersebut menjadi penentu apakah fitur Assisted Driving dapat diizinkan secara menyeluruh di Uni Eropa atau masih harus menunggu persetujuan negara anggota lainnya.
Perubahan nama dari Full Self-Driving (Supervised) menjadi Tesla Assisted Driving di Eropa menandai penyesuaian strategi Tesla dalam menghadapi kerangka regulasi yang lebih ketat. Sementara di Amerika Serikat dan wilayah lain, sistem ini tetap dipasarkan dengan nama Full Self-Driving. Langkah penamaan ulang ini menjadi bagian dari upaya Tesla memperluas penerimaan teknologi berkendara terbantunya di pasar Eropa.
Bagi konsumen di Eropa, perubahan nama ini turut memperjelas ekspektasi terhadap kemampuan sistem, yakni tetap membutuhkan perhatian penuh pengemudi meski telah menangani sejumlah fungsi berkendara. Sementara bagi pasar lain, penamaan Full Self-Driving masih berlaku tanpa perubahan.





Komentar
Belum ada komentar.