šŸ“‘ Daftar Isi

Sensor TMCS2100-Q1 Texas Instruments terpasang di traction inverter untuk efisiensi EV

Sensor Baru TI Bikin EV Lebih Hemat dan Halus

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • TI luncurkan sensor arus TMCS2100-Q1 untuk traction inverter EV
  • Sensor diklaim 20 kali lebih akurat dari sensor coreless satu arah
  • Mengukur medan magnet horizontal dan vertikal untuk kompensasi getaran
  • Kesalahan pengukuran di bawah 1% meski posisi bergeser 0,4 mm
  • Manfaat: akselerasi halus, motor senyap, efisiensi meningkat, jangkauan lebih jauh
  • Desain ringkas memungkinkan inverter lebih kecil dan ringan
  • Dampak nyata tergantung implementasi produsen mobil

Telset.id – Texas Instruments (TI) meluncurkan sensor arus listrik baru bernama TMCS2100-Q1 yang dirancang untuk traction inverter pada kendaraan listrik (EV). Komponen mungil ini diklaim mampu membantu EV mendapatkan jangkauan tempuh lebih jauh dari baterai yang sama, sekaligus memberikan akselerasi lebih halus dan mengurangi kebisingan motor.

Traction inverter adalah bagian vital dari EV yang berfungsi mengatur aliran listrik dari baterai ke motor. Komponen ini bisa diibaratkan sebagai manajer daya bagi motor, karena harus mengetahui secara pasti berapa banyak listrik yang mengalir untuk memberikan daya yang tepat pada momen yang tepat. Semakin akurat pengukuran tersebut, semakin presisi pula kontrol motor yang dilakukan EV.

Akurasi pengukuran ini sangat berpengaruh pada pengalaman berkendara. Pengukuran yang kurang presisi dapat menyebabkan fluktuasi kecil pada daya yang dikenal sebagai torque ripple. Pengemudi mungkin merasakan efeknya sebagai akselerasi yang kurang halus, sementara EV bisa kehilangan sebagian energi dalam bentuk panas berlebih dan kebisingan motor.

Mengatasi Kompromi Desain Sensor Konvensional

Sensor yang sudah ada sebelumnya memaksa produsen mobil untuk membuat kompromi. Sensor dengan inti magnetik (magnetic core) memang akurat, namun ukurannya lebih besar dan berat. Sementara itu, sensor tanpa inti yang lebih kecil menghemat ruang, tetapi getaran saat kendaraan bergerak bisa mengganggu akurasi pembacaannya.

Sensor baru dari TI ini hadir dengan desain kompak namun tetap akurat. Alih-alih hanya mengukur medan magnet di sekitar arus listrik dalam satu arah, TMCS2100-Q1 mengukurnya secara horizontal dan vertikal secara bersamaan. Kemampuan ini memungkinkan sensor untuk mengkompensasi pergeseran posisi akibat getaran.

Texas Instruments mengklaim bahwa TMCS2100-Q1 20 kali lebih akurat dibandingkan sensor tanpa inti satu arah yang ada saat ini. Sensor ini mampu menjaga kesalahan pengukuran di bawah 1 persen bahkan ketika posisinya bergeser sejauh 0,4 milimeter. Angka tersebut mungkin terdengar sangat kecil, namun sistem penggerak EV membutuhkan pengukuran yang sangat presisi, terutama pada sistem 800-volt terbaru yang mampu mengalirkan daya sangat besar dengan cepat.

EVs more range

Manfaat Nyata bagi Pengemudi EV

Bagi pengemudi EV, manfaat yang mungkin dirasakan dari sensor ini meliputi akselerasi yang lebih halus, motor yang lebih senyap, efisiensi yang meningkat, dan berpotensi memberikan jangkauan tempuh lebih jauh dari baterai yang sama. Karena ukurannya yang ringkas, sensor ini juga dapat membantu produsen mobil membangun traction inverter yang lebih kecil dan lebih ringan.

Perlu dicatat bahwa komponen tunggal ini tidak akan menambah jumlah mil yang dapat diprediksi pada jangkauan EV. Dampaknya di dunia nyata akan bergantung pada bagaimana produsen mobil menggunakannya dan bagaimana desain keseluruhan sistem penggerak (powertrain). Namun, efisiensi EV memang dibangun dari banyak perbaikan kecil, dan kontrol yang lebih akurat atas listrik yang menggerakkan motor merupakan salah satu perbaikan yang berguna.

Inovasi seperti ini menjadi salah satu pendorong utama adopsi kendaraan listrik yang lebih luas. Seiring dengan meningkatnya minat terhadap teknologi terbaru, efisiensi dan performa EV akan terus menjadi fokus utama pengembangan.

Dengan akurasi pengukuran yang lebih tinggi, sensor TMCS2100-Q1 menawarkan solusi atas dilema yang selama ini dihadapi para insinyur otomotif. Mereka tidak lagi harus memilih antara akurasi atau ukuran yang ringkas. Sensor ini memberikan keduanya, membuka jalan bagi desain inverter yang lebih efisien dan ringkas di masa depan.

Kehadiran sensor ini juga menjadi sinyal bahwa perlombaan untuk meningkatkan efisiensi EV terus berlanjut di level komponen. Setiap peningkatan kecil pada akurasi kontrol daya dapat berkontribusi pada pengalaman berkendara yang lebih baik secara keseluruhan, baik dari segi kenyamanan maupun efisiensi energi.

Para pengamat industri akan mencermati bagaimana produsen mobil mengadopsi sensor ini dalam desain generasi berikutnya. Jika diimplementasikan dengan baik, teknologi ini berpotensi menjadi salah satu penyumbang peningkatan efisiensi yang signifikan bagi kendaraan listrik di masa mendatang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.