Telset.id – Rivian R2 yang baru diluncurkan terlihat di dekat kantor pusat Rivian di Irvine, California, Amerika Serikat, dengan sensor LiDAR terpasang. Sensor ini tidak akan disertakan pada unit pertama yang dikirimkan ke pelanggan, melainkan akan ditambahkan dalam beberapa bulan mendatang.
Klaim mengenai kemampuan mengemudi otonom di masa depan menjadi tren di industri otomotif, terutama dengan maraknya istilah kecerdasan buatan (AI). Setiap pabrikan mobil harus memiliki rencana untuk sistem bantuan pengemudi, dan semakin “tech-y” sebuah pabrikan, semakin komprehensif pula rencana tersebut.
Pada Desember lalu, Rivian mengungkapkan ambisi AI dan Autonomy, termasuk rencana untuk mulai menyertakan LiDAR pada kendaraan R2 yang akan datang. LiDAR adalah teknologi yang mendeteksi objek menggunakan laser, menciptakan point cloud definisi tinggi di sekitar kendaraan. Sebagian besar pengamat meyakini teknologi ini diperlukan untuk mendukung otonomi penuh, meskipun masih ada perdebatan.

Rivian R2 mulai dikirimkan pada 9 Juni, namun hingga saat ini belum dilengkapi LiDAR. Rivian menyatakan bahwa beberapa bulan pertama produksi tidak akan menyertakan sensor LiDAR. Demi mempercepat pengiriman dan mendapatkan pendapatan yang sangat dibutuhkan, unit perdana akan hadir dengan “Launch Package” yang mencakup warna eksklusif, paket derek, dan langganan seumur hidup Autonomy+, perangkat lunak bantuan pengemudi milik Rivian.
LiDAR dijadwalkan hadir pada kendaraan R2 di “akhir 2026,” yang tergantung pada definisi, bisa dimulai besok. Namun, beberapa bulan ke depan tampaknya menjadi perkiraan yang lebih realistis.
## Desain LiDAR yang Lebih Ramping
Foto yang diunggah oleh pengguna Reddit, LawlessSpace, menunjukkan Rivian R2 tanpa kamuflase di dekat kantor pusat Rivian. Yang menarik, mobil tersebut tidak hanya tanpa kamuflase, tetapi juga tidak memiliki “taxi bump” atau tonjolan besar di atas kaca depan yang umum ditemukan pada banyak implementasi LiDAR.
Karena LiDAR bekerja dengan menembakkan laser ke depan kendaraan, ia membutuhkan “jendela” untuk menembakkan laser tersebut. Menempatkannya lebih tinggi memberikan visibilitas yang lebih baik, sehingga seringkali terdapat tonjolan besar di atas kaca depan yang mirip dengan tanda di atas taksi.
Rivian R2 memiliki jendela LiDAR yang lebih sempit dan tidak menjorok ke atas kaca depan, melainkan menyatu dengan garis bodi mobil. Desain ini memang terlihat sedikit tidak biasa, namun tidak sekontroversial tonjolan pada banyak mobil lain.
Desain ini sudah terlihat pada saat AI Day, namun R2 tersebut masih berupa purwarupa. Kini, desain tersebut terlihat pada kendaraan produksi yang tidak tertutup, menandakan bahwa ini kemungkinan besar merupakan implementasi akhir yang akan digunakan Rivian.
Hal ini juga mengindikasikan bahwa ketersediaan LiDAR sudah dekat. Meskipun jadwal “akhir 2026” terkesan tidak mengikat, jika Rivian sudah membuat mobil dengan LiDAR, kemungkinan besar mereka akan sesuai dengan jadwal yang telah diumumkan.
## Kemungkinan Integrasi Launch Package dan LiDAR
Rivian juga mengirimkan email kepada pemegang reservasi hari ini dengan perkiraan waktu kapan mereka akan diundang untuk memesan. Email tersebut menyertakan kalimat: “R2 Performance with Launch Package will remain available for you until it’s your time to order.”
Kalimat ini memicu spekulasi bahwa mereka yang memiliki jendela pemesanan akhir mungkin bisa mendapatkan R2 dengan Launch Package dan LiDAR secara bersamaan. Sebelumnya, diasumsikan bahwa pelanggan hanya bisa memilih salah satu, di mana Launch Package merupakan kompensasi karena LiDAR belum tersedia di kendaraan.
Baca Juga:
Kehadiran LiDAR pada Rivian R2 menjadi langkah maju yang signifikan bagi ambisi otonomi perusahaan. Fitur Self-Driving memang menjadi isu sensitif, terutama dengan adanya gugatan class action terhadap Rivian. Namun, dengan implementasi LiDAR yang lebih rapi dan jadwal yang semakin dekat, Rivian menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan teknologi otonom.
Selain itu, langkah Rivian untuk mengintegrasikan LiDAR tanpa mengorbankan desain aerodinamis kendaraan patut diapresiasi. Ini menjadi pembeda dibandingkan insentif EV yang mungkin mempengaruhi keputusan pembeli.
Dengan semua perkembangan ini, Rivian R2 semakin siap untuk bersaing di pasar kendaraan listrik yang semakin kompetitif, tidak hanya dari segi performa, tetapi juga dari segi teknologi otonom yang ditawarkan.





Komentar
Belum ada komentar.