📑 Daftar Isi

Grafik penjualan EV Mercedes-Benz yang melonjak 50% di Q2 2026

Penjualan EV Mercedes Melonjak 50% di Q2 2026, Eropa Jadi Motor Utama

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Penjualan BEV Mercedes-Benz global naik 50% YoY menjadi 63.000 unit di Q2 2026
  • Eropa menyumbang 82% penjualan EV global Mercedes dengan lonjakan 87% YoY
  • Penjualan van listrik naik 46% YoY menjadi 10.100 unit
  • Pangsa EV global Mercedes naik dari 7% menjadi 13%
  • Penjualan mobil penumpang global turun 8% akibat penurunan 30% di China
  • Model baru seperti CLA, C-Class listrik, dan GLC listrik jadi pendorong utama

Telset.id – Penjualan kendaraan listrik murni (BEV) Mercedes-Benz melonjak 50% pada kuartal kedua 2026, meskipun penjualan mobil penumpang global perusahaan justru turun 8% year-on-year menjadi sekitar 417.800 unit. Lonjakan ini terutama didorong oleh permintaan kuat di Eropa, sementara pasar global lainnya, khususnya China, masih menjadi titik lemah.

Data terbaru menunjukkan bahwa Mercedes berhasil menjual 63.000 unit BEV (mobil penumpang dan van) secara global pada Q2 2026. Angka ini tidak hanya naik 50% dibandingkan Q2 2025, tetapi juga meningkat 25% secara kuartalan dari Q1 2026. Namun, pencapaian ini menyimpan cerita yang timpang antar kawasan.

Eropa menjadi kawasan yang melakukan “pekerjaan berat” bagi Mercedes. Perusahaan menjual 43.500 mobil listrik penumpang di Eropa pada Q2 2026, melonjak 87% year-on-year. Angka ini berarti Eropa sendirian menyumbang sekitar 82% dari total penjualan mobil listrik penumpang global Mercedes selama kuartal tersebut. Pangsa BEV Mercedes di Eropa pun hampir dua kali lipat menjadi 26%, artinya lebih dari seperempat dari seluruh kendaraan Mercedes yang terjual di benua itu adalah kendaraan listrik murni.

Kinerja Van Listrik dan Pasar Domestik

Sektor van listrik juga menunjukkan performa impresif. Mercedes menjual 10.100 unit van listrik secara global, naik 46% year-on-year dan meningkat 64% dibandingkan Q1 2026. Kenaikan ini mendorong pangsa kendaraan listrik global dari penjualan Mercedes-Benz Vans menjadi 11%, naik dari 7% pada tahun 2025.

Di pasar domestik Jerman, tren positif juga terlihat. Mercedes mencatatkan penjualan EV yang berlipat ganda di negara asalnya. Data dari Federal Motor Transport Authority menunjukkan penjualan EV di Jerman melonjak 48% pada Juni 2026 dan mencapai 28,4% dari total penjualan mobil di negara tersebut.

Portofolio Baru dan Tantangan Global

Kesuksesan di Eropa tidak lepas dari portofolio model listrik baru Mercedes. Pengiriman CLA terbaru sudah dimulai, dan buku pesanan untuk C-Class listrik serta GLC listrik sudah dibuka dengan pengiriman pertama dijadwalkan sebelum akhir tahun. Mercedes juga memperkenalkan VLE, kendaraan yang digambarkan sebagai perpaduan antara van dan sedan mewah yang tersedia dalam varian listrik penuh.

Meskipun pangsa EV dalam total penjualan Mercedes naik menjadi 13% di Q2 2026 (dari 7% tahun lalu), angka ini sebagian besar didorong oleh lonjakan penjualan di Eropa. Secara global, tantangan masih membayangi. Penjualan di China, pasar mobil terbesar dunia, justru turun 30% year-on-year.

Secara keseluruhan, kendaraan plug-in (EV dan PHEV) Mercedes mencapai 87.500 unit secara global, menyumbang sekitar 21% dari total penjualan kuartalan. Dari jumlah tersebut, 52.900 unit adalah kendaraan listrik murni dan 34.600 unit adalah PHEV.

Lonjakan 50% ini membuktikan bahwa Mercedes masih bisa menggerakkan jarum di pasar tradisionalnya dengan produk baru. Namun, perusahaan belum lebih dekat untuk mencapai ambisi globalnya. Dalam perlombaan EV, Eropa yang kuat memang berguna, tetapi tidak akan cukup jika BMW, Tesla, dan merek premium China terus merebut pangsa pasar di pasar-pasar yang masih harus ditaklukkan Mercedes.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.