Telset.id ā Sebuah proyek penggerak listrik yang dipimpin Nio meraih First Prize pada ajang China Society of Automotive Engineers (China-SAE) Science and Technology Progress Awards 2026. Penghargaan yang diumumkan pada 28 Oktober itu menyoroti sistem penggerak listrik 925V dengan continuous-wave winding, hasil kolaborasi Nio bersama Tongji University, Harbin University of Science and Technology, dan Baoshan Iron & Steel.
Angka yang baru diungkap dalam pengumuman tersebut cukup spesifik: kepadatan daya motor 19,06 kW/kg, kepadatan daya controller 226,92 kW/L, dan daya pengisian puncak lewat voltage-boosted charging sebesar 202,78 kW. Proyek ini mencakup tiga area kerja, yakni produksi massal continuous winding berinsulasi tegangan tinggi, integrasi thermal management ke dalam drive unit yang ringkas, serta pemanfaatan ulang hardware penggerak listrik untuk pengisian daya bertekanan voltase tinggi.
Teknologi ini mulai diproduksi massal pada Desember 2024 dan kini digunakan pada sejumlah model Nio serta Onvo. Bagi pasar otomotif Tiongkok, pengakuan dari China-SAE menempatkan efisiensi penggerak sebagai medan pertarungan baru, bukan sekadar kapasitas baterai. Tren rekayasa penggerak semacam ini sejalan dengan arah industri yang dibahas dalam laporan Motor Listrik Masa Depan, di mana generasi baru komponen penggerak menjadi penentu.
Bagaimana Nio Mengindustrialisasi Continuous Wave Winding
Arsitektur W-Pin milik Nio memakai konduktor tembaga persegi panjang yang dibentuk menjadi stator winding secara kontinu, bukan merakit banyak segmen tembaga terpisah lewat proses bending dan welding. Proses manufakturnya menggunakan 12 kawat tembaga pipih, masing-masing sepanjang lima meter, yang dibentuk oleh precision tooling menjadi 24 tekukan. Panjang dan kekakuan material itulah yang membuat upaya menjaga geometri konduktor sekaligus integritas insulasi menjadi rumit.
Tim engineering awalnya mencoba metode 180-degree flip-bending. Rotasi berulang pada konduktor membuat material meregang dan mengancam keutuhan insulasi. Pendekatan itu akhirnya ditinggalkan dan diganti proses planar forming yang menekuk kawat tanpa rotasi berulang. Hasilnya, lapisan insulasi dapat dikontrol hingga 0,14 mm dan toleransi perakitan motor dijaga dalam rentang 0,02 mm.
Kerusakan pada satu konduktor kontinu atau insulasinya bisa menggagalkan seluruh rakitan winding. Berbeda dengan hairpin winding konvensional yang menyambung segmen tembaga terpisah di ujungnya, desain kontinu ini menekan jumlah sambungan listrik di tengah. Konsekuensinya, posisi konduktor dan kualitas insulasi harus dikendalikan presisi di sepanjang lini produksi.
Baca Juga:
Ketahanan Tegangan Tinggi dan Pengisian Daya
Arsitektur 925V menuntut kemampuan insulasi listrik yang lebih tinggi, terutama saat silicon carbide (SiC) power electronics melakukan switching cepat. Pengujian yang dijalankan mencakup 1.300 jam operasi suhu tinggi secara kontinu tanpa kegagalan. Program terpisah untuk dataran tinggi mengumpulkan lebih dari 500 jam dalam kondisi simulasi di ketinggian 5.500 meter, menggabungkan operasi tegangan tinggi berkelanjutan, switching hingga 15.000 kali per detik, dan kenaikan kecepatan motor secara mendadak.
Uji lain meliputi three-axis random vibration hingga 5,5g serta paparan suhu dari -40°C sampai +85°C selama lebih dari dua bulan. Tekanan udara yang menurun di ketinggian bisa melemahkan dielectric strength pada celah udara, sehingga tuntutan terhadap insulasi winding ikut meningkat.
Sistem penggerak ini juga mengintegrasikan voltage-boosted charging dengan memanfaatkan ulang hardware penggerak listrik, tanpa perlu boost converter khusus yang terpisah. Winding motor menyediakan induktansi yang dibutuhkan untuk konversi tegangan, sementara perangkat switching pada inverter mengendalikan prosesnya. Mekanisme ini memungkinkan tegangan DC dari infrastruktur pengisian bertegangan lebih rendah dinaikkan agar sesuai dengan baterai tegangan tinggi. Proyek ini melaporkan daya pengisian puncak 202,78 kW, meski output aktual tetap bergantung pada charger dan kondisi operasi kendaraan.

Angka kepadatan daya motor 19,06 kW/kg dan controller 226,92 kW/L merujuk pada komponen terpisah, sehingga tidak bisa dibandingkan langsung dengan rating drive unit terintegrasi utuh yang sudah mencakup reduction gearbox, differential, inverter, dan housing. Konteks ini penting agar klaim efisiensi tidak dibaca sebagai perbandingan setara antarproduk.
Dari sisi rantai pasok, pencapaian ini menunjukkan bahwa kompetisi kendaraan listrik Tiongkok kian bergeser ke rekayasa komponen. Pergeseran tekanan kompetitif juga terlihat di pasar regional, seperti yang tergambar dalam situasi Honda Terancam oleh ekspansi pemain lokal di Vietnam. Bagi konsumen, parameter seperti efisiensi penggerak dan kecepatan pengisian akan makin menentukan daya tarik sebuah model.
Produksi di Model Nio dan Onvo
Nio mulai mengembangkan teknologi penggerak listrik pada 2015 dan telah melewati empat generasi. Sistem continuous wave-winding masuk produksi massal pada Desember 2024, dengan pengungkapan proyek yang melaporkan produksi berskala jutaan unit. Teknologi ini digunakan pada Nio ET9, ES8, dan ES9, serta Onvo L90 dan L80.
Proyek tersebut juga mencantumkan 146 paten terotorisasi dan kontribusi terhadap enam standar otomotif nasional Tiongkok. Debut teknis Nio ET9 disebut sebagai titik masuk arah penggerak listrik tegangan tinggi perusahaan. Rangkaian capaian ini memperlihatkan bahwa pengembangan penggerak tidak berhenti pada satu model, melainkan menyebar ke lini produk yang lebih luas.
Penghargaan First Prize diberikan dalam ajang SAECCE, ajang yang menjadi panggung bagi capaian rekayasa otomotif Tiongkok. Bagi industri, pengakuan ini menegaskan bahwa efisiensi konversi energi dan integrasi pengisian daya menjadi tolok ukur baru dalam penilaian teknologi kendaraan listrik, di samping kapasitas baterai dan jangkauan. Perkembangan semacam ini juga menjadi sinyal bagi pasar lain yang tengah membangun ekosistem kendaraan listrik, termasuk soal bagaimana komponen penggerak dirancang agar mampu menangani tegangan tinggi sekaligus berfungsi ganda sebagai jalur pengisian.
Dengan produksi yang sudah berjalan sejak Desember 2024 dan penggunaan lintas merek Nio serta Onvo, sistem 925V ini bukan lagi proyek laboratorium. Angka 19,06 kW/kg, 226,92 kW/L, dan 202,78 kW menjadi catatan teknis yang bisa diverifikasi dari pengungkapan resmi proyek, sekaligus menandai sejauh mana rekayasa penggerak listrik Tiongkok melangkah pada 2026.





Komentar
Belum ada komentar.