Telset.id – Moment Energy secara resmi membuka pabrik baterai kendaraan listrik (EV) bekas terbesar di dunia, yang diberi nama Megafactory 1, di Vancouver, British Columbia, Kanada. Peresmian ini dilakukan hanya enam minggu setelah pengumuman proyek tersebut, menandai kecepatan eksekusi yang jarang terjadi di industri manufaktur.
Pabrik yang berlokasi di Vancouver ini tidak memproduksi sel baterai baru. Sebaliknya, fasilitas tersebut dirancang untuk memperpanjang masa pakai baterai EV yang sudah pensiun dengan mengubahnya menjadi sistem penyimpanan energi baterai skala komersial. Sistem ini dapat menyimpan daya untuk digunakan di pusat data, rumah sakit, pabrik, microgrid, dan infrastruktur kritis lainnya.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya permintaan listrik global dan gelombang pertama baterai EV yang mulai mencapai usia pensiun. Alih-alih langsung mendaur ulang baterai tersebut, Moment Energy memilih untuk merekondisinya menjadi penyimpanan baterai stasioner yang dapat terus beroperasi selama bertahun-tahun.
Meskipun baterai EV yang sudah pensiun biasanya tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk penggunaan kendaraan, banyak di antaranya masih memiliki masa pakai yang cukup panjang untuk penyimpanan energi stasioner. Dalam aplikasi ini, bobot dan ukuran baterai menjadi faktor yang kurang penting, sehingga baterai bekas tetap dapat dimanfaatkan secara optimal.
Perusahaan menargetkan Megafactory 1 dapat memproduksi sistem penyimpanan energi baterai sebesar 1 gigawatt-hour (GWh) per tahun pada tahun 2030. Selain itu, pabrik ini diproyeksikan akan menciptakan lebih dari 100 lapangan kerja langsung dan mendukung lebih dari 1.000 lapangan kerja tidak langsung di seluruh British Columbia.
“Kami mengumumkan proyek ini enam minggu lalu. Hari ini sudah beroperasi,” ujar Edward Chiang, salah satu pendiri dan CEO Moment Energy, dalam sambutannya saat acara peresmian pada 23 Juni. “Permintaan akan penyimpanan energi semakin cepat, begitu pula pasokan baterai EV yang sudah pensiun. Kami menunjukkan bahwa teknologi yang tepat dapat memungkinkan Amerika Utara untuk mengembalikan manufaktur domestik dalam hitungan minggu, bukan puluhan tahun, sekaligus menciptakan ribuan lapangan kerja dan kemakmuran ekonomi.”
Didirikan pada tahun 2020, Moment Energy telah berkembang dari sebuah startup universitas menjadi perusahaan penyimpanan baterai komersial. Pertumbuhan ini didukung oleh investor swasta dan program pemerintah. Pemerintah Kanada, melalui Pacific Economic Development Canada (PacifiCan), menginvestasikan CA$4,9 juta di perusahaan tersebut.
Baca Juga:
Awal tahun ini, Moment Energy juga berhasil menutup putaran pendanaan Seri B senilai US$40 juta, sehingga total pendanaan perusahaan kini mencapai lebih dari US$100 juta. Perusahaan ini juga mengklaim menjadi yang pertama meraih sertifikasi keamanan produk dan sertifikasi keamanan fungsional untuk sistem manajemen baterai yang dirancang khusus untuk baterai EV bekas pakai.
Keberhasilan Moment Energy membuka pabrik dalam waktu singkat menjadi bukti bahwa model bisnis baterai bekas memiliki potensi besar. Dengan semakin banyaknya baterai EV yang mencapai akhir masa pakainya di kendaraan, kebutuhan akan solusi penyimpanan energi stasioner yang andal dan terjangkau akan terus meningkat.
Pendekatan ini tidak hanya membantu mengurangi limbah elektronik, tetapi juga menyediakan sumber daya penyimpanan energi yang lebih murah dibandingkan dengan baterai baru. Hal ini menjadi relevan mengingat tren adopsi energi terbarukan yang membutuhkan solusi penyimpanan untuk mengatasi fluktuasi pasokan listrik.

Pabrik Megafactory 1 juga menjadi contoh bagaimana inovasi teknologi dapat menciptakan ekosistem ekonomi baru. Dengan menciptakan lapangan kerja langsung dan tidak langsung, proyek ini memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal British Columbia.
Dari sisi regulasi, dukungan pemerintah Kanada melalui investasi CA$4,9 juta menunjukkan keseriusan negara tersebut dalam mendorong ekonomi hijau dan manufaktur berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan target global untuk mengurangi emisi karbon dan mempercepat transisi energi.
Meskipun pabrik ini baru beroperasi, target produksi 1 GWh per tahun pada 2030 menunjukkan ambisi besar Moment Energy. Dengan kapasitas tersebut, pabrik ini dapat memasok sistem penyimpanan energi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari infrastruktur kritis hingga proyek energi terbarukan skala besar.
Ke depannya, model bisnis seperti yang dijalankan Moment Energy berpotensi diadopsi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dengan semakin banyaknya kendaraan listrik yang beredar, pasar baterai bekas akan menjadi segmen industri yang menjanjikan.





Komentar
Belum ada komentar.