📑 Daftar Isi

Mitsubishi Eclipse Sportback EV: Spesifikasi Pengisian Daya Resmi

Mitsubishi Eclipse Sportback EV: Spesifikasi Pengisian Daya Resmi

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Mitsubishi akhirnya merilis spesifikasi pengisian daya resmi untuk Mitsubishi Eclipse Sportback EV, mobil listrik terbaru yang pertama kali diperkenalkan pada awal Juni 2026. Informasi ini menjadi kunci bagi calon konsumen yang ingin mengetahui seberapa praktis kendaraan ini digunakan sehari-hari.

Salah satu kejutan terbesar adalah penggunaan port NACS (North American Charging Standard) pada Eclipse Sportback EV. Keputusan ini memungkinkan mobil listrik Mitsubishi tersebut untuk mengakses jaringan Supercharger milik Tesla yang tersebar luas di Amerika Serikat. Ini merupakan langkah strategis yang secara langsung menjawab salah satu kekhawatiran utama pengguna mobil listrik, yaitu ketersediaan infrastruktur pengisian daya.

Dari segi kecepatan, mobil ini mampu melakukan pengisian daya DC cepat hingga 150 kW. Dengan daya sebesar itu, baterai mobil dapat diisi dari 10 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 35 menit. Durasi ini cukup kompetitif di kelasnya dan cocok untuk perjalanan jarak jauh. Selain port NACS untuk pengisian cepat, Mitsubishi juga membekali Eclipse Sportback EV dengan port J1772 yang dapat digunakan untuk pengisian daya Level 1 dan Level 2 di rumah.

Kembaran Teknis Nissan Leaf

Yang menarik, spesifikasi pengisian daya ini identik dengan Nissan Leaf terbaru. Hal ini bukanlah kebetulan. Dalam siaran pers resminya, Mitsubishi secara terbuka menyatakan bahwa Eclipse Sportback EV pada dasarnya adalah Nissan Leaf yang diubah pada bagian eksteriornya. Perubahan yang dilakukan Mitsubishi terbatas pada “bemper depan dan belakang yang unik yang menggema kendaraan lain di jajaran global Mitsubishi Motors, lampu depan dan belakang serta light signature yang khas, velg alloy yang mencolok dan sporty,” serta “branding Triple Diamond yang ikonik.”

Dengan kata lain, platform, baterai, motor listrik, dan hampir seluruh komponen teknis Eclipse Sportback EV identik dengan Nissan Leaf. Strategi rebadge ini memungkinkan Mitsubishi untuk memasuki pasar mobil listrik dengan cepat tanpa harus mengembangkan platform dari nol. Bagi konsumen, ini berarti mereka mendapatkan teknologi yang sudah teruji dari Nissan dengan gaya desain khas Mitsubishi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai tren pengisian daya, Anda bisa membaca artikel tentang Perbaikan Kualitas Pengisian Daya di Amerika Serikat.

Mitsubishi berjanji akan merilis lebih banyak informasi mengenai Eclipse Sportback EV “dalam waktu dekat.” Belum ada pengumuman resmi mengenai harga jual atau ketersediaan di pasar global, termasuk Indonesia. Namun, dengan spesifikasi yang sudah diumumkan, mobil ini diposisikan sebagai kendaraan listrik yang praktis dengan dukungan infrastruktur pengisian daya yang luas berkat akses ke jaringan Supercharger Tesla.

Keputusan Mitsubishi untuk mengadopsi port NACS menunjukkan perubahan lanskap industri otomotif, di mana standar pengisian daya mulai terunifikasi. Langkah ini tentu akan memudahkan pengguna dalam perjalanan jauh, terutama di Amerika Utara. Sementara itu, untuk pengisian daya di rumah, port J1772 yang disertakan memastikan kompatibilitas dengan sebagian besar wall charger yang sudah ada di pasaran.

Dengan kecepatan pengisian 150 kW, Eclipse Sportback EV berada di kelas menengah untuk mobil listrik. Meski tidak secepat beberapa pesaing yang menawarkan pengisian 350 kW, durasi 35 menit untuk mencapai 80 persen dianggap cukup efisien untuk mengisi daya sambil beristirahat dalam perjalanan. Sebagai perbandingan, Anda bisa melihat Range Rover Sport Electric yang menawarkan kecepatan pengisian lebih tinggi.

Secara keseluruhan, pengumuman spesifikasi pengisian daya ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai posisi Eclipse Sportback EV di pasar. Mobil ini menawarkan solusi pengisian yang praktis dan terintegrasi dengan ekosistem pengisian daya terbesar di Amerika Serikat, yaitu Tesla Supercharger. Bagi konsumen yang mencari mobil listrik dengan desain sporty dan dukungan pengisian daya yang andal, Eclipse Sportback EV menjadi opsi yang patut dipertimbangkan.

Mitsubishi belum memberikan detail lebih lanjut mengenai kapasitas baterai atau konsumsi energi mobil ini. Informasi tersebut kemungkinan akan diumumkan bersamaan dengan peluncuran resmi atau saat pemesanan dibuka. Yang jelas, dengan mengadopsi platform Nissan Leaf, Eclipse Sportback EV mewarisi keandalan dan efisiensi yang sudah terbukti.

Strategi rebadge yang dilakukan Mitsubishi ini bukanlah hal baru di industri otomotif. Banyak produsen mobil yang melakukan kerja sama serupa untuk berbagi platform dan teknologi guna menekan biaya pengembangan. Namun, yang menarik adalah keterbukaan Mitsubishi dalam mengakui bahwa mobil ini adalah Nissan Leaf dengan wajah baru. Hal ini menunjukkan transparansi kepada konsumen dan menghindari kebingungan di pasar.

Dengan semua informasi yang sudah diungkap, Mitsubishi Eclipse Sportback EV kini memiliki profil yang lebih jelas. Mobil ini adalah pilihan menarik bagi mereka yang menginginkan mobil listrik dari Mitsubishi dengan teknologi yang sudah matang dan akses ke jaringan pengisian daya yang luas. Kita tunggu saja informasi selanjutnya dari Mitsubishi dalam waktu dekat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.