📑 Daftar Isi

Kia EV5 dan PV5 konsep mobil patroli listrik dengan lampu khusus dan emblem polisi

Kia Ubah EV5 dan PV5 Jadi Mobil Patroli Listrik Polisi

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Kia mengonversi EV5 dan PV5 menjadi konsep mobil patroli listrik
  • Dipamerkan di International Public Security Industry Exhibition 2026 Korea Selatan
  • EV5 punya bagasi hingga 965 liter plus luggage board untuk peralatan
  • PV5 AI Patrol Car dibekali tiga kamera AI 4K dan drone di atap
  • Drone thermal imaging zoom 90X bisa baca pelat nomor
  • AI Patrol Car sudah beroperasi di Seoul sejak Juli lalu

Telset.id – Kia mengonversi EV5 dan PV5 menjadi kendaraan patroli sebagai bagian dari dorongan menghadirkan mobil polisi yang lebih ramah lingkungan. Kedua konsep mobil patroli listrik itu dipamerkan di ajang International Public Security Industry Exhibition 2026 di Korea Selatan, membawa tema “A New Era of K-Public Security by Artificial Intelligence (AI) and Robotics”.

Langkah ini menempatkan Kia pada jalur yang sudah lebih dulu ditempuh sejumlah departemen kepolisian di berbagai negara, yang telah memakai mobil patroli listrik seperti Ford Mustang Mach-E dan Tesla Model Y. Kia menilai segmen mobil listrik untuk patroli punya alasan teknis yang kuat: torsi instan, kebutuhan perawatan lebih rendah, dan suara yang nyaris senyap.

Pada pameran tersebut, Kia memamerkan dua konsep kendaraan patroli yang dibangun dari EV5 dan PV5. Keduanya dilengkapi lampu khusus, sirene, serta emblem kepolisian pada bagian samping. Kia memanfaatkan ajang itu untuk memamerkan perangkat dan teknologi keamanan terbarunya.

Kia-electric-police-vehicles

EV5 Disebut Paling Cocok untuk Patroli

Kia menyebut EV5 sebagai kendaraan yang pas untuk kebutuhan kepolisian. SUV listrik ukuran menengah ini menawarkan ruang kabin yang diklaim “best-in-class” serta kapasitas bagasi hingga 965 liter. Kia menambahkan luggage board untuk menyimpan peralatan dan berbagai perlengkapan lain.

Kapasitas bagasi sebesar itu menjadi salah satu pertimbangan praktis bagi kendaraan patroli, yang biasanya harus membawa peralatan tambahan di luar kebutuhan penumpang. EV5 sendiri merupakan SUV listrik menengah yang menjadi basis salah satu dari dua konsep yang dipamerkan.

Konsep kedua berbasis PV5, van listrik lima tempat duduk Kia. Versi ini tampil lebih agresif dari sisi teknologi, karena menjadi basis pengembangan AI Patrol Car yang digarap Kia bersama Korean National Police Agency pada awal tahun ini.

Tiga Kamera AI dan Drone di Atap PV5

PV5 AI Patrol Vehicle dibekali tiga kamera AI 4K serta landasan pendaratan drone yang dipasang di atap. Kamera yang ditempatkan di depan dan belakang kendaraan menggunakan AI untuk mendeteksi situasi berbahaya dan otomatis memberi peringatan kepada pengemudi.

Sistem itu, menurut penjelasan Kia, dapat mengidentifikasi senjata api, pisau, pemukul, dan senjata lain, sekaligus situasi darurat seperti seseorang yang pingsan. Kemampuan deteksi ini menjadi pembeda utama konsep patroli berbasis PV5 dibanding kendaraan patroli listrik konvensional.

Kia-PV5-Patrol-AI-electric-van

Van patroli listrik ini juga membawa drone di atap untuk pengawasan darat, sementara docking station mengisi dayanya saat kendaraan bergerak. Drone tersebut dilengkapi kamera thermal imaging dengan zoom 90X yang mampu membaca pelat nomor dan melacak posisi seseorang yang sedang melarikan diri.

Kombinasi kamera AI, drone, dan docking station menunjukkan arah pengembangan kendaraan patroli yang tidak lagi sekadar alat transportasi, melainkan platform pengawasan bergerak. Pendekatan ini sejalan dengan tema pameran yang menempatkan AI dan robotika sebagai inti era baru keamanan publik versi Korea.

Kia-PV5-Patrol-AI-electric-van

Kia juga telah menjalankan program pelatihan untuk penerapan kendaraan listrik di lingkungan kepolisian. Langkah itu melengkapi pengembangan AI patrol car yang dikerjakan bersama Korean National Police Agency.

Pengembangan kendaraan patroli listrik ini bersinggungan dengan rantai pasok komponen kendaraan listrik yang terus bergerak, termasuk langkah industri seperti akuisisi bisnis suku cadang yang melibatkan pemain besar di sektor ini.

Dari sisi teknologi baterai dan jangkauan, pengembangan kendaraan listrik untuk kebutuhan operasional juga terlihat pada inovasi seperti range extender truk listrik yang dirilis CATL. Keduanya menunjukkan bahwa kebutuhan kendaraan listrik untuk tugas berat dan operasional masih terus dicari solusinya oleh industri.

Kia-PV5-Patrol-AI

Kia menyatakan AI Patrol Car-nya sudah dioperasikan oleh Wide Area Prevention Patrol Division di Seoul Metropolitan Police Agency sejak Juli lalu. Artinya, konsep ini bukan sekadar studi desain di atas panggung pameran, melainkan sudah masuk ke operasional satuan kepolisian di Korea Selatan.

“Kami ingin menunjukkan daya saing mobilitas elektrifikasi Kia dan potensinya untuk digunakan sebagai kendaraan patroli polisi,” ujar seorang pejabat Kia dalam pernyataan resminya.

Kia juga berencana melanjutkan pengembangan solusi khusus untuk kepolisian dan sektor publik lain berdasarkan kendaraan listriknya. Rencana itu menandakan segmen kendaraan operasional pemerintah akan menjadi salah satu medan pertarungan berikutnya di pasar mobil listrik.

Bagi pasar otomotif, langkah Kia ini memperlihatkan bahwa adopsi kendaraan listrik tidak berhenti pada konsumen pribadi. Segmen armada pemerintah, termasuk kepolisian, menjadi uji nyata berikutnya bagi kesiapan kendaraan listrik menghadapi kebutuhan operasional sehari-hari. Sejumlah model listrik yang menyasar segmen performa dan jarak tempuh juga terus bermunculan, seperti yang terlihat pada peluncuran Range Rover Sport Electric dengan jarak 374 mil dan harga yang lebih murah.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.