📑 Daftar Isi

Ilustrasi stasiun pengisian cepat DC Kempower dengan beberapa plug untuk kendaraan listrik

: Jumlah Plug Charging EV Lebih Penting daripada Daya Besar

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Data Kempower menunjukkan korelasi jumlah plug dengan utilisasi situs sebesar 0,63, tiga kali lebih tinggi dari daya terpasang (0,228)
  • Situs dengan 8 plug mengantarkan 128.342 kWh, lebih dari dua kali lipat situs 4 plug (61.453 kWh)
  • Sistem distributed charging Kempower membagi daya antar kendaraan dalam kenaikan 25 kW secara real-time
  • Situs dengan distributed charging rata-rata memiliki utilisasi 83% lebih tinggi dari dispenser daya tetap
  • Titik ideal sekitar 100 kW daya tersedia per plug saat semua konektor terisi
  • White paper tidak mengungkap jumlah situs, periode observasi, atau kontrol variabel
  • Temuan menunjukkan korelasi, bukan bukti kausalitas

Telset.id – Data terbaru dari Kempower, produsen charger asal Finlandia, menunjukkan bahwa jumlah plug pada stasiun pengisian kendaraan listrik (EV) memiliki pengaruh tiga kali lebih besar terhadap tingkat utilisasi situs dibandingkan total daya terpasang. Analisis terhadap situs pengisian publik yang terhubung dengan perangkat lunak cloud ChargEye milik Kempower mengungkapkan korelasi sebesar 0,63 antara jumlah plug dan utilisasi situs, jauh lebih tinggi dibandingkan korelasi daya terpasang yang hanya 0,228.

Temuan ini menantang asumsi umum di industri charging EV yang kerap berfokus pada penambahan daya besar. Dalam dataset Kempower, situs dengan delapan plug berhasil mengantarkan energi lebih dari dua kali lipat dibandingkan situs dengan empat plug, yakni 128.342 kWh berbanding 61.453 kWh. Artinya, memberi lebih banyak pengemudi EV tempat untuk mengisi daya tampaknya lebih bermanfaat daripada memasang lebih sedikit charger dengan daya sangat besar.

Namun, temuan ini tidak berarti kecepatan pengisian menjadi tidak penting. Justru, hasil analisis menunjukkan bahwa memasang daya besar yang tidak terpakai tidak akan otomatis menarik lebih banyak pengemudi atau menjual lebih banyak listrik.

Utilisasi Infrastruktur Menjadi Tantangan Utama

“Pengisian publik semakin menjadi tantangan utilisasi infrastruktur, bukan sekadar tantangan penempatan daya,” ujar Jed Routh, vice president of markets and products untuk Kempower North America. “Data ChargEye kami menunjukkan bahwa memberikan lebih banyak kendaraan akses ke pengisian dan mendistribusikan daya yang tersedia secara dinamis dapat membantu operator mendapatkan lebih banyak dari infrastruktur pengisian mereka.”

Kempower plugs

Pernyataan Routh menegaskan pergeseran paradigma dari sekadar menambah daya menjadi mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur yang ada. Bagi operator stasiun pengisian, pendekatan ini berpotensi mengurangi biaya investasi tanpa mengorbankan layanan kepada pengguna EV.

Strategi Distribusi Daya Dinamis

Kempower menggunakan pengaturan pengisian terdistribusi yang menghubungkan beberapa plug ke unit daya terpusat. Perangkat lunaknya kemudian mengalihkan daya yang tersedia antar kendaraan dalam kenaikan 25 kW, tergantung pada kapasitas yang dapat diterima setiap EV secara real-time. Sebagai contoh, jika kurva pengisian satu EV turun dari 250 kW menjadi 100 kW, sistem dapat mengirim kapasitas yang tidak terpakai tersebut ke kendaraan lain alih-alih membiarkannya menganggur.

Ketika kapasitas mencukupi, sebuah kendaraan dapat menerima daya hingga 320 kW. Kempower menyebutkan bahwa situs pengisian publik dalam dataset mereka yang menggunakan pengisian terdistribusi rata-rata memiliki utilisasi 83% lebih tinggi dibandingkan situs dengan dispenser daya tetap. Analisis mereka juga menunjukkan bahwa sekitar 100 kW daya tersedia per plug adalah titik ideal ketika semua konektor terisi penuh.

Bagi operator pengisian, strategi ini berarti bisa menambah lebih banyak plug tanpa harus membayar kapasitas jaringan listrik yang cukup untuk mengantarkan kecepatan maksimum setiap konektor secara bersamaan. Lebih banyak pengemudi dapat mengisi daya, dan sistem membagi daya yang tersedia berdasarkan kebutuhan aktual kendaraan.

Pendekatan ini sejalan dengan perkembangan industri charging yang semakin beragam. Beberapa operator kini mulai menghadirkan inovasi pada infrastruktur pengisian, termasuk stasiun charging bermerek sendiri untuk memperkuat identitas layanan mereka.

Catatan Penting tentang Metodologi

Ada catatan penting yang perlu diperhatikan: white paper Kempower tidak mengungkapkan berapa banyak situs yang dipelajari, periode observasi, cara menghitung utilisasi, atau apakah mereka mengontrol variabel seperti lokasi, lalu lintas, usia situs, harga, dan keandalan. Hasil yang ditunjukkan adalah korelasi, bukan bukti bahwa menambah plug dengan sendirinya membuat situs pengisian lebih ramai.

Seorang komentator dengan nama Anthony yang disukai oleh 9 orang menanggapi temuan ini dengan perspektif praktis pengemudi EV jarak jauh. “Jika saya punya pilihan pergi ke lokasi dengan 4 atau 8 charger, atau lokasi dengan 16 atau 20 charger, saya akan memilih lokasi yang lebih besar karena beberapa alasan,” tulisnya. Ia menyebutkan tingkat pergantian yang lebih tinggi, dampak operasional yang lebih kecil jika ada charger rusak, dan peluang lebih baik mendapatkan kecepatan lebih tinggi dengan power sharing yang lebih sedikit.

Meski demikian, temuan ini masuk akal secara praktis. Situs pengisian tidak perlu daya yang cukup untuk setiap EV menarik daya puncaknya sekaligus, karena EV tidak mempertahankan tingkat daya tersebut sepanjang sesi pengisian. Menyebarkan daya yang tersedia ke lebih banyak plug dapat memungkinkan operator melayani lebih banyak pengemudi tanpa membangun koneksi jaringan yang lebih besar dan lebih mahal.

Bagi pengguna EV di Indonesia, pemahaman tentang standar fast charging dan teknologi pengisian menjadi semakin relevan seiring pertumbuhan infrastruktur charging di berbagai negara. Temuan Kempower ini memberikan wawasan berharga bagi operator dan calon investor di sektor pengisian kendaraan listrik.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.