Telset.id – Jaringan Tesla Robotaxi justru mencatat penurunan jumlah mil yang ditempuh untuk pelanggan berbayar pada kuartal kedua 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya. Penurunan ini bertolak belakang dengan ambisi besar Tesla yang selama setahun terakhir gencar mempromosikan masa depan armada Robotaxi sebagai tulang punggung bisnisnya.
Berdasarkan grafik yang dirilis Tesla pada Rabu (22/7/2026), jumlah mil perjalanan berbayar di Q2 2026 hanya sekitar 700.000 mil. Angka ini turun signifikan dari 1,1 juta mil yang tercatat di Q1 2026, atau mengalami penurunan sebesar 36%. Penurunan ini terjadi meskipun Tesla telah memperluas layanan ke enam kota di Texas dan Florida.
Penurunan jarak tempuh Robotaxi ini juga terjadi di tengah melemahnya profit dari bisnis inti Tesla lainnya. Kinerja keuangan perusahaan pada kuartal kedua pun disebut berada di bawah ekspektasi Wall Street. Akibatnya, saham Tesla anjlok lebih dari 13% pada perdagangan awal Kamis (23/7/2026).
Salah satu penyebab utama keterbatasan ekspansi ini diungkapkan langsung oleh CEO Elon Musk. Dalam konferensi pers terkait hasil Q2 2026, Musk mengakui bahwa Tesla membutuhkan lebih banyak data berkendara yang spesifik untuk Cybercab.
“Kami perlu mengumpulkan data berkendara yang spesifik untuk Cybercab sebelum kami bisa menempatkan banyak unit di jalan,” ujar Musk. Cybercab adalah sedan dua kursi berwarna emas yang dirancang khusus untuk menjadi tulang punggung armada otonom Tesla.
Musk menjelaskan bahwa Tesla harus mengakumulasi mil dengan Cybercab yang dilengkapi setir, pedal akselerasi, dan rem untuk mengkalibrasi sasis Cybercab. Ini merupakan pengakuan yang menarik karena selama bertahun-tahun Tesla mengklaim bahwa jutaan mobil pelanggannya telah mengumpulkan data untuk melatih robotaxi di masa depan.
Meskipun mengalami penurunan, Tesla tetap optimistis dengan masa depan layanan ini. Ashok Elluswamy, VP AI Tesla, menyebut bahwa Robotaxi Tesla telah menempuh lebih dari 380.000 mil tanpa pengemudi pengaman di dalam kendaraan dan tidak mengalami insiden berarti.
Namun, data dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menunjukkan cerita yang sedikit berbeda. Tesla telah melaporkan 22 kecelakaan sejak layanan Robotaxi diuji coba setahun lalu. Meskipun sebagian besar melibatkan tabrakan dengan kendaraan lain, ada juga laporan tentang mobil Robotaxi yang menabrak benda seperti trotoar, tiang listrik, dan bak truk derek.
Elon Musk juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam pengembangan Robotaxi. Ia khawatir jika satu insiden saja terjadi, pemberitaan media global bisa memicu tindakan keras dari regulator.
“Jika kami melukai satu orang pun, itu akan menjadi berita utama di seluruh dunia, dan regulator akan segera menindak aktivitas kami,” kata Musk.
Tesla juga mengambil momen ini untuk mempromosikan pendekatan visi murni (tanpa radar atau lidar) yang digunakan dalam sistem otonomnya. Elluswamy menyebut pendekatan ini membuktikan bahwa otonomi yang aman dan terjangkau bisa dicapai hanya dengan kamera.
Penurunan jarak tempuh Robotaxi ini menjadi catatan penting di tengah berbagai tantangan lain yang dihadapi Tesla. Seperti yang diberitakan sebelumnya, pendapatan Tesla Q2 2026 memang mencetak rekor, namun di sisi lain arus kas perusahaan justru negatif. Selain itu, rencana produksi massal Cybercab juga mengalami penundaan, yang semakin memperjelas bahwa jalan menuju armada otonom masih panjang dan penuh tantangan.





Komentar
Belum ada komentar.