Telset.id – FAW-Volkswagen resmi meluncurkan sedan listrik Jetta M6 di China pada 22 Oktober 2026, dengan harga mulai 79.800 yuan atau setara 11.900 USD. Model ini menjadi mobil listrik pertama Jetta yang dibangun di atas arsitektur EV “Jiesi” milik merek tersebut, dan langsung menawarkan dua opsi jarak tempuh hingga 555 km versi CLTC.
Peluncuran ini menempatkan Jetta M6 sebagai sedan listrik berbadan besar yang bermain di segmen harga paling sensitif di pasar China. Dengan panjang 4.806 mm dan jarak sumbu roda 2.820 mm, M6 masuk ke kelas sedan menengah, namun harga awalnya berada di bawah 80.000 yuan. Kombinasi dimensi dan harga inilah yang menjadi daya tarik utama model ini.
FAW-Volkswagen menyediakan tiga varian untuk Jetta M6, yaitu 465 Pro, 555 Max, dan 555 Ultra. Varian 465 Pro dibanderol 79.800 yuan (11.900 USD) dengan jarak tempuh CLTC 465 km atau sekitar 377 km WLTP. Varian 555 Max dijual 89.800 yuan (13.400 USD) dengan jarak tempuh 555 km CLTC atau sekitar 450 km WLTP, sementara 555 Ultra berada di 99.800 yuan (14.900 USD) dengan jarak tempuh yang sama.
Tiga Varian dan Performa Dua Motor
Jetta M6 menggunakan satu motor listrik yang dipasang di depan dengan dua pilihan tenaga, yaitu 113 kW (152 hp) dan 145 kW (195 hp). Torsi puncaknya masing-masing 230 N·m dan 260 N·m. Varian bertenaga lebih besar mampu berakselerasi 0–100 km/jam dalam 6,8 detik, sedangkan varian entry-level menuntaskan sprint yang sama dalam 8,3 detik.
Baterainya menggunakan lithium iron phosphate (LFP) dari CALB. Konsumsi energi minimum yang diklaim mencapai 10,5 kWh/100 km, dan mobil ini mendukung pengisian cepat yang mampu mengisi dari 30% ke 80% dalam 25 menit. Angka-angka ini menempatkan M6 sebagai sedan listrik yang efisien untuk penggunaan harian di dalam kota maupun perjalanan antarkota.

Untuk pasar China, Jetta M6 bersaing di ruang yang sudah padat oleh sedan listrik lokal. Namun pendekatan FAW-Volkswagen kali ini berbeda: alih-alih mengandalkan nama besar Volkswagen, mereka memakai merek Jetta yang selama ini identik dengan mobil terjangkau. Strategi ini sejalan dengan langkah Volkswagen memperluas portofolio EV di China, seperti yang terlihat pada ID.Cross 37 kWh yang juga menyasar segmen harga bawah.
Desain Bamboo Aesthetics dan Kokpit Berbasis AI
Jetta M6 dirancang oleh tim gabungan China-Jerman dengan bahasa desain “Bamboo Aesthetics”. Profil eksteriornya dibuat rendah hambatan udara dengan 17 penyempurnaan aerodinamis, menghasilkan koefisien drag 0,208. Mobil tersedia dalam enam warna eksterior dan pilihan roda 17 inci atau 18 inci.
Di kabin, M6 memakai kokpit wrap-around dengan layar sentral 15,6 inci beresolusi 2.5K. Sistem “Yuexing” Smart Cockpit 2.0 mengintegrasikan model AI seperti Doubao, DeepSeek, dan Qwen, yang mendukung pemrosesan bahasa alami dan perencanaan perjalanan berbasis AI. Konektivitasnya mencakup HiCar, CarLink, dan CarPlay.

Fitur yang paling menonjol di kelas harga ini adalah kehadiran sistem bantuan pengemudi canggih atau ADAS. Jetta M6 memakai chip Horizon Robotics Journey 6M dan model “GAIA 2.0 World Model” untuk mendukung Navigation on Autopilot (NOA) di jalan tol dan perkotaan, plus kemampuan parkir otomatis. Kombinasi ADAS dan harga di bawah 100.000 yuan menjadi pembeda utama M6 dibanding sedan listrik lain di segmennya.
Baca Juga:
Peluncuran Jetta M6 juga memperlihatkan bagaimana FAW-Volkswagen memposisikan merek Jetta di era listrik. Sebelumnya, M6 sudah membuka pre-sales di China dengan harga 12.035 USD, dan kini harga resminya turun menjadi 11.900 USD untuk varian termurah. Langkah ini mengindikasikan bahwa persaingan harga di segmen sedan listrik China masih berlangsung ketat menjelang akhir 2026.
Di sisi lain, Volkswagen sebagai induk merek tengah menghadapi persoalan kualitas pada lini EV globalnya. Sejumlah unit pernah ditarik kembali dalam program recall ID.3 hingga ID. Buzz, yang membuat isu keandalan baterai dan perangkat lunak menjadi sorotan. Karena itu, kehadiran M6 dengan baterai LFP CALB dan chip Horizon Robotics menjadi ujian tersendiri bagi FAW-Volkswagen di pasar domestik.

Dari sisi ukuran, Jetta M6 berada di antara sedan kompak dan sedan menengah. Lebarnya 1.868 mm dan tingginya 1.500 mm, dengan jarak sumbu roda 2.820 mm yang memberi ruang kabin lega. Untuk pasar China, dimensi ini menempatkan M6 sebagai alternatif sedan listrik keluarga yang tidak terlalu besar untuk jalan perkotaan, tetapi cukup luas untuk lima penumpang dewasa.
Jetta M6 juga menjadi contoh bagaimana pabrikan joint venture di China kian agresif mengadopsi komponen lokal. Mulai dari baterai CALB, chip Horizon Robotics, hingga model AI Doubao, DeepSeek, dan Qwen, hampir seluruh rantai pasok canggih M6 berasal dari ekosistem domestik China. Pendekatan ini berbeda dari generasi EV Volkswagen sebelumnya yang lebih bergantung pada pemasok global.
Bagi konsumen China, pilihan varian M6 cukup jelas: 465 Pro untuk pengguna yang mengejar harga termurah, 555 Max untuk keseimbangan jarak tempuh dan harga, serta 555 Ultra untuk yang menginginkan tenaga lebih besar dan fitur terlengkap. Ketiganya sudah termasuk ADAS dengan NOA perkotaan, fitur yang biasanya hanya ada di mobil listrik kelas atas.
Peluncuran Jetta M6 pada 22 Oktober 2026 menegaskan bahwa FAW-Volkswagen tidak tinggal diam menghadapi dominasi merek lokal di segmen EV terjangkau. Dengan harga mulai 11.900 USD, jarak tempuh hingga 555 km CLTC, dan ADAS berbasis chip Horizon Robotics, M6 menjadi salah satu sedan listrik dengan rasio fitur terhadap harga yang paling agresif di pasar China saat ini. Seberapa besar dampaknya terhadap penjualan Volkswagen Group di China akan terlihat dari angka pengiriman beberapa kuartal ke depan.





Komentar
Belum ada komentar.