Telset.id – Mobil terlaris di Inggris pada September 2025 bukan hatchback diesel murah buatan Eropa, melainkan sebuah SUV China. Jaecoo 7 mencatatkan lebih dari 10.800 pembeli di Inggris bulan lalu, berdasarkan data Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT). Ini menjadi gelar juara penjualan bulanan kedua bagi model tersebut sepanjang tahun ini.
Pada periode yang sama, Jaecoo 7 berhasil mengalahkan Tesla Model 3, Ford Puma, dan Kia Sportage untuk posisi puncak. Keberhasilan ini menegaskan bahwa kendaraan China semakin diterima di pasar Inggris, dengan pangsa pasar mencapai 23% pada September 2025 menurut Bloomberg. Jaecoo sendiri menguasai 4,3% pasar, Chery sebagai perusahaan induk sekaligus penjual merek sendiri meraih 2,8%, dan BYD menyumbang 5,75% penjualan kendaraan ringan berdasarkan data SMMT.
Kesuksesan produsen China ini sejalan dengan boom kendaraan listrik di Inggris secara lebih luas. Pada September 2025, kendaraan listrik berbasis baterai mencakup 28,3% pasar mobil Inggris, naik lima poin persentase dari September tahun sebelumnya. Sementara itu, plug-in hybrid mencapai 17% pasar, meningkat 4,8 poin persentase menurut SMMT.
Kenapa Jaecoo 7 Begitu Diminati?
Tidak sulit memahami alasan popularitas Jaecoo 7 di Inggris. Model ini memiliki kemiripan mencolok dengan Range Rover Velar, sehingga mendapat julukan “Temu Range Rover”. Dengan harga awal sekitar £30.000, Jaecoo 7 berada sekitar £26.000 lebih murah dibanding Velar. Kombinasi tampilan mewah dan interior premium membuat SUV buatan China ini menjadi pilihan logis bagi banyak konsumen.
Faktor lain yang mendukung adalah Inggris tidak menerapkan tarif mobil China seperti yang diberlakukan Uni Eropa. Kondisi ini memungkinkan merek China menawarkan harga menarik yang sulit disaingi negara lain. Selain itu, Jaecoo 7 tersedia sebagai plug-in hybrid, membuktikan tingginya minat konsumen terhadap model semacam ini di Inggris. Penjualan plug-in hybrid naik 55,7% pada September 2025 menurut Autocar, dengan total 59.563 registrasi baru. Hybrid terjangkau seperti Jaecoo 7 menjadi kontributor utama pertumbuhan tersebut.
Baca Juga:
Masalah Keandalan yang Membayangi
Namun, tidak semua kabar tentang Jaecoo 7 berjalan mulus. Menurut What Car, Jaecoo 7 termasuk dalam 10 mobil paling tidak andal di Inggris tahun ini. Sebagian besar masalahnya berasal dari elektronik non-powertrain, dan 65% pelanggan yang mengalami kendala harus menunggu perbaikan lebih dari satu minggu. Artinya, jalur yang lebih murah tidak selalu menjadi yang terbaik.
Meski demikian, kesuksesan Jaecoo 7 menunjukkan bahwa konsumen Inggris sangat terbuka membeli kendaraan China dan plug-in hybrid. Fenomena ini menjadi sinyal penting bagi industri otomotif global bahwa dominasi merek tradisional mulai tergoyahkan oleh pemain baru yang menawarkan nilai lebih.
Perkembangan ini juga menarik dicermati dari sisi teknologi konsumen. Adopsi kendaraan listrik dan hybrid yang semakin masif di Inggris menunjukkan pergeseran preferensi yang bisa menjadi acuan pasar lain, termasuk Indonesia. Seiring dengan itu, inovasi di sektor otomotif terus bersinggungan dengan teknologi lain, seperti yang terlihat pada AI Guardian Beta yang mengawasi aksi agen AI, atau kebijakan pembelian komponen seperti RTX 5090 yang kini memerlukan formulir dan ID di Micro Center.
Bagi konsumen yang memantau tren otomotif dan gadget, dinamika pasar Inggris ini menjadi gambaran bagaimana harga kompetitif dan desain menarik mampu mengubah lanskap industri, meski tantangan keandalan masih menjadi pekerjaan rumah bagi para produsen China.





Komentar
Belum ada komentar.