Telset.id – Hyundai resmi mengoperasikan pabrik baterai kendaraan listrik (EV) terbarunya, sebuah fasilitas patungan senilai $5 miliar dengan SK On di Bartow County, Georgia, Amerika Serikat. Pembukaan pabrik ini menandai langkah strategis Hyundai dalam memperkuat rantai pasokan lokal di tengah persaingan ketat pasar EV Amerika.
Fasilitas ini pertama kali diumumkan pada akhir 2022 sebagai bagian dari Hyundai Motor Group Metaplant America (HMGMA), proyek ekonomi terbesar dalam sejarah negara bagian Georgia senilai total $12,6 miliar. Beberapa bulan kemudian, Hyundai dan SK On meresmikan kemitraan 50/50 untuk membangun pabrik baterai tersebut pada April 2023. Awalnya, pabrik ini ditargetkan mulai berproduksi pada paruh kedua 2025 untuk memasok baterai bagi kendaraan listrik Hyundai Motor Group, termasuk Kia dan Genesis.
Meskipun sedikit lebih lambat dari jadwal awal, pabrik baterai Hyundai-SK On kini telah mulai beroperasi. Seorang juru bicara dari perusahaan patungan tersebut mengonfirmasi kepada The Atlanta Journal-Constitution bahwa pabrik EV battery di Bartow County “sedang dalam tahap awal produksi dan berencana untuk secara bertahap meningkatkan skala operasi.”
Hyundai Metaplant, tempat produksi IONIQ 5 dan IONIQ 9, akan menjadi penerima pertama baterai dari pabrik baru ini. Saat beroperasi penuh, Hyundai memperkirakan pabrik baterai patungan ini akan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 35 GWh. Sebelumnya, SK On telah memasok baterai ke Hyundai Metaplant melalui pabrik khususnya di Commerce, Georgia, sejak April 2025.

## Ekspansi Rantai Pasokan Hyundai di AS
Pembukaan pabrik baterai ini merupakan bagian dari strategi besar Hyundai untuk memproduksi kendaraan listrik dan baterainya secara lokal di Amerika Serikat. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi permintaan pasar, tetapi juga untuk memanfaatkan insentif dari Undang-Undang Pengurangan Inflasi (IRA) yang mensyaratkan perakitan akhir dan produksi baterai di Amerika Utara.
Baca Juga:
Sebelumnya, Hyundai juga telah meresmikan pabrik baterai terpisah dengan LG Energy Solution pada April lalu, yang berlokasi sekitar 30 menit di luar Savannah, Georgia. Proyek tersebut sempat mengalami penundaan akibat penggerebekan oleh otoritas imigrasi AS (ICE) yang kontroversial.
## Dominasi IONIQ 5 dan Persaingan Ketat dengan Chevrolet
Pembukaan pabrik baterai ini terjadi di saat Hyundai (tidak termasuk Kia dan Genesis) berhasil mendekati posisi General Motors sebagai merek EV terlaris kedua di Amerika Serikat. Menurut data Kelley Blue Book, Hyundai menjual 26.936 unit kendaraan listrik murni di AS pada paruh pertama 2026, menjadikannya merek EV terpopuler ketiga setelah Tesla dan Chevrolet.
Meskipun penjualan EV Hyundai turun 5,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, penurunan ini terutama disebabkan oleh penghentian bertahap model IONIQ 6 standar (hanya varian N yang akan tetap dijual), yang penjualannya anjlok 86% secara tahunan. Di sisi lain, Hyundai IONIQ V mencatatkan performa impresif.
Pada paruh pertama 2026, Hyundai IONIQ 5 menjadi EV terlaris ketiga di AS, hanya di belakang Tesla Model 3 dan Model Y. Sementara itu, penjualan IONIQ 9 yang memiliki tiga baris kursi melonjak 380% tahun ini, seiring konsumen mencari opsi kendaraan yang lebih efisien di tengah kenaikan harga bahan bakar.
Chevrolet sendiri menjual 28.267 unit EV, atau hanya 1.331 unit lebih banyak dari Hyundai. Namun, penjualan EV Chevy merosot 40% dari hampir 47.000 unit pada paruh pertama 2025. Angka ini menunjukkan bahwa Hyundai berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan sementara pesaingnya justru mengalami penurunan signifikan.

## Strategi Harga Agresif dan Tingkat Konversi Tinggi
Saat mengunjungi Metaplant pada April lalu, Hyundai mengungkapkan kepada Electrek bahwa kendaraan listriknya mampu menarik pembeli baru ke merek tersebut, dengan tingkat konversi (conquest rate) yang lebih tinggi dibandingkan kendaraan bensin atau hybrid. IONIQ 5 mencatat tingkat konversi sebesar 69,8% tahun lalu, sementara IONIQ 9 mencapai 64,3%.
Setelah menginvestasikan miliaran dolar untuk memperluas rantai pasokan lokal di AS, Hyundai mulai meneruskan penghematan biaya kepada konsumen. Hyundai IONIQ 5 model 2026 dibanderol mulai dari $35.000, menjadikannya salah satu EV paling terjangkau di Amerika Serikat. Pekan lalu, Hyundai juga meluncurkan promosi penjualan musim panas yang agresif dengan suku bunga 0% APR dan diskon hingga $10.000 untuk kendaraan listrik.
## Implikasi Pasar EV ke Depan
Dengan beroperasinya pabrik baterai baru ini, Hyundai semakin memperkuat posisinya di pasar EV Amerika Serikat. Kapasitas produksi baterai yang lebih besar dan rantai pasokan yang terintegrasi secara lokal akan memungkinkan Hyundai untuk meningkatkan volume produksi dan menjaga daya saing harga.

Pertanyaan besarnya adalah apakah Hyundai mampu melampaui Chevrolet sebagai merek EV terlaris kedua di AS pada akhir 2026. Dengan tren penjualan yang positif dan strategi harga yang agresif, peluang itu terbuka lebar. Namun, persaingan di pasar EV tetap dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ketersediaan model baru, insentif pemerintah, dan kondisi ekonomi makro.





Komentar
Belum ada komentar.