Telset.id – Sebuah SUV Hyundai berkamuflase tertangkap kamera sedang menjalani pengujian di jalan raya, memberikan gambaran awal tentang model yang diduga kuat sebagai Hyundai IONIQ 4, atau kemungkinan lain Hyundai IONIQ 1. Prototipe ini terlihat melintas di Korea Selatan, tak lama setelah Hyundai membuka pemesanan untuk IONIQ 3 di Inggris dan Eropa.
Kemunculan kendaraan uji ini menandakan Hyundai tengah mempercepat pengembangan jajaran kendaraan listriknya. Sebelumnya, IONIQ 3 hadir sebagai EV kompak pertama Hyundai di bawah payung merek IONIQ, dirancang dan diproduksi khusus untuk pasar Eropa dengan membawa desain baru bertema “Aero Hatch”.
Berbeda dari IONIQ 3, kendaraan berkamuflase yang terekam di Korea Selatan ini memiliki desain yang lebih tegak, mendekati bentuk SUV konvensional. Rekaman dari ShortsCar memberikan gambaran awal bahwa kendaraan ini mengusung proporsi boks yang khas, bukan siluet hatchback aerodinamis seperti saudaranya.
Identitas Masih Misteri: IONIQ 4 atau IONIQ 1?
Hingga kini, Hyundai belum mengonfirmasi secara resmi nama model tersebut. Namun, SUV segmen B baru ini diperkirakan akan hadir sebagai IONIQ 4. Prototipe berkamuflase yang terlihat di Korea Selatan itu diduga kuat sebagai IONIQ 4, atau bisa juga IONIQ 1.
Ukuran pastinya sulit ditentukan dari video tersebut, tetapi SUV ini terlihat nyaris identik dengan prototipe yang tertangkap saat pengujian pada Maret lalu. Saat itu, media China Autohome merilis sejumlah foto mata-mata yang mengklaim kendaraan tersebut “sangat mungkin” merupakan prototipe Hyundai IONIQ 1. Kendaraan itu membawa label uji “HE1”, yang mengisyaratkan identitasnya sebagai IONIQ 1.
Sebagai perbandingan, kendaraan uji listrik Hyundai sebelumnya, seperti IONIQ 5 dan IONIQ 9, diberi label “ME” dan “NE”, dengan huruf “E” di akhir yang menandakan bahwa keduanya berbasis platform E-GMP. Perbedaan penamaan ini menimbulkan pertanyaan tersendiri soal posisi model baru tersebut dalam lini produk Hyundai.

Baca Juga:
Strategi 100 Model Baru Hyundai hingga 2030
Kemunculan prototipe ini tidak lepas dari peta jalan besar Hyundai. Dalam ajang CEO Investor Day pada Agustus, Hyundai Motor mengungkap rencana meluncurkan 100 kendaraan baru atau yang diperbarui antara sekarang hingga 2030. Rinciannya mencakup 58 model untuk Amerika Utara, 49 untuk Korea Selatan, 41 untuk Eropa, dan 26 untuk India.
Selain IONIQ 3 yang baru diluncurkan dan Tucson terbaru, Hyundai akan menghadirkan sejumlah model listrik baru. Di antaranya adalah A-SUV listrik untuk India, B-SUV global, dan satu lagi B-SUV untuk Eropa. Hyundai juga menyiapkan model hybrid, EREV, dan EV baru yang akan diluncurkan dalam delapan bulan ke depan.
SUV segmen B yang tertangkap kamera ini pun disebut-sebut sebagai bagian dari gelombang peluncuran tersebut. Meski belum ada konfirmasi resmi, keberadaan prototipe yang sudah turun ke jalan menjadi sinyal kuat bahwa tahap pengujian tengah berlangsung intensif.

Sebelumnya, interior kendaraan ini sempat terlihat sekilas pada awal tahun. Kabinnya tampak mengadopsi sistem infotainment baru Hyundai, Pleos Connect. Sistem ini menjadi salah satu elemen yang membedakan generasi EV terbaru Hyundai dari model-model sebelumnya.
Dari sisi platform, Hyundai IONIQ 4 atau IONIQ 1 ini diperkirakan akan sangat mirip dengan Kia EV3, dengan desain SUV boks tradisional. Kemiripan ini juga berpotensi merambah ke sektor baterai, di mana Kia EV3 ditawarkan dengan dua pilihan paket baterai: 58,3 kWh dan 81,4 kWh.
Dengan paket baterai tersebut, Kia EV3 menyediakan jangkauan WLTP hingga 214 mil (344 km) untuk baterai kecil dan 308 mil (497 km) untuk baterai besar. Di Amerika Serikat, Kia EV3 tersedia dengan paket baterai yang sama, memberikan jangkauan estimasi EPA hingga 221 mil dengan baterai 58,2 kWh dan 321 mil dengan baterai 81,4 kWh.
Jika Hyundai mengikuti jejak Kia, maka SUV listrik kompak ini berpotensi menawarkan kombinasi jangkauan dan harga yang kompetitif di segmennya. Namun, angka resmi masih harus menunggu konfirmasi dari pabrikan.

Perlu dicatat, Hyundai belum merilis detail resmi apa pun terkait nama, spesifikasi, maupun jadwal peluncuran model ini. Semua informasi yang beredar masih bersumber dari rekaman mata-mata dan laporan media. Namun, dengan prototipe yang sudah menjalani pengujian jalan, informasi lebih lanjut diperkirakan akan segera muncul.
Langkah Hyundai memperluas jajaran EV kompaknya juga sejalan dengan strategi global perusahaan yang tengah mendorong adopsi kendaraan listrik di berbagai pasar utama. Di sisi lain, Hyundai juga masih menaruh perhatian pada pengembangan teknologi baterai generasi berikutnya, termasuk baterai solid-state yang dianggap masih layak dikejar meski biayanya mahal.
Selain itu, pasar China juga menjadi medan pertempuran penting bagi Hyundai. Baru-baru ini, Hyundai meluncurkan IONIQ V di China dengan harga promo yang agresif, menunjukkan bahwa pabrikan asal Korea Selatan ini serius menggarap berbagai segmen harga di pasar global.
Untuk saat ini, publik masih harus bersabar menunggu detail resmi. Yang jelas, kehadiran prototipe SUV listrik kompak ini menegaskan bahwa Hyundai tidak berhenti berinovasi di segmen EV. Dengan puluhan model baru yang direncanakan hingga 2030, Hyundai tampaknya ingin memastikan posisinya tetap kuat di pasar kendaraan listrik global.
[LINK_PLACEMENT]
- /autonext/hyundai-tucson-2027-debut-hybrid-lebih-kuat-dan-efisien/ → anchor “Tucson terbaru” (paragraph 2, H2 kedua)
- /autonext/hyundai-ioniq-5-tetap-raja-ev-as-di-tengah-pasar-yang-lesu/ → anchor “Hyundai IONIQ 5” (Baca Juga)
- /autonext/hyundai-baterai-solid-state-masih-layak-dikejar-meski-mahal/ → anchor “baterai solid-state” (paragraph terakhir)
- /autonext/hyundai-ioniq-v-meluncur-di-china-harga-promo-di-bawah-rp250-juta/ → anchor “IONIQ V di China” (paragraph terakhir)





Komentar
Belum ada komentar.