Huawei Siap Luncurkan Charger Super Cepat untuk Truk Listrik

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Dalam langkah besar untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di sektor komersial, Huawei mengumumkan rencana peluncuran sistem pengisian daya berdaya megawatt yang mampu mencapai kecepatan hingga 1.500 kilowatt (kW). Teknologi ini diprediksi akan menjadi game-changer untuk truk dan kendaraan komersial listrik lainnya, mengatasi salah satu tantangan terbesar dalam elektrifikasi transportasi: waktu pengisian yang lama.

Lompatan Besar dalam Teknologi Charging

Pengumuman ini disampaikan oleh Hou Jinlong, Presiden Unit Bisnis Digital Power Huawei, pada forum tahunan yang diselenggarakan oleh EV100 Think Tank di Beijing pada 29 Maret. Menurut Hou, charger baru Huawei ini tidak hanya menawarkan kecepatan pengisian yang jauh lebih tinggi dibandingkan teknologi saat ini, tetapi juga telah dikembangkan bersama lebih dari 20 model truk listrik dengan berbagai produsen otomotif.

Dengan kemampuan puncak 1.500 kW (1.5 MW), charger Huawei ini mampu mengisi penuh baterai berkapasitas 400 kilowatt-hour (kWh) hanya dalam 20 menit. Sebagai perbandingan, teknologi supercharging terbaru BYD yang baru saja diumumkan memiliki kecepatan maksimum 1.000 kW, sementara Tesla V4 Supercharger untuk truk Semi mendukung hingga 1.2 MW.

Mengapa Ini Penting?

Pengisian daya megawatt dianggap sebagai kunci untuk mendorong elektrifikasi armada truk komersial di berbagai skenario penggunaan. Selama ini, adopsi kendaraan listrik di sektor komersial tertinggal dibandingkan dengan kendaraan penumpang. Data dari China Association of Automobile Manufacturers menunjukkan bahwa penjualan kendaraan komersial baru energi di China tahun lalu mencapai 532.000 unit, kurang dari 20% total penjualan kendaraan komersial.

Hou menekankan bahwa stasiun pengisian cepat Huawei telah dilengkapi dengan unit penyimpanan energi dan sistem fotovoltaik surya untuk mengurangi tekanan ekstra pada kapasitas jaringan listrik. Pendekatan holistik ini menunjukkan pemikiran jangka panjang Huawei dalam membangun infrastruktur pengisian yang berkelanjutan.

Persaingan Supercharging Memanas

Pengumuman Huawei ini muncul di tengah persaingan sengit di pasar pengisian cepat China. Dua minggu sebelumnya, BYD mengklaim sebagai perusahaan pertama di industri yang mewujudkan pengisian daya megawatt pada kendaraan produksi. Sementara itu, Zeekr, merek di bawah payung Geely, mengumumkan rencana untuk memamerkan teknologi charger 1.2 MW di Auto Shanghai Show 2025.

Namun, tidak semua pelaku industri mendukung perlombaan kecepatan pengisian ini. CATL, produsen baterai terbesar dunia, mengingatkan bahwa pengisian ultra-cepat tidak boleh mengorbankan keandalan dan umur baterai kendaraan listrik.

Huawei akan menggelar konferensi pers khusus tentang teknologi ini pada 22 April mendatang, yang kemungkinan akan mengungkap lebih banyak detail teknis dan rencana implementasinya.

Dengan perkembangan terbaru ini, industri otomotif China terus memimpin inovasi dalam teknologi kendaraan listrik, khususnya di segmen pengisian cepat yang menjadi kunci untuk memperluas adopsi EV di sektor komersial.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TEKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI