Honda Element melaju di jalan raya dengan latar gedung perkotaan

Honda Dikabarkan Bangkitkan Element Sebagai Hybrid Terjangkau

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Honda dikabarkan akan menghidupkan kembali model Element sebagai kendaraan hybrid terjangkau
  • Peluncuran direncanakan pada tahun 2029 untuk bersaing dengan Ford Bronco Sport
  • Posisi Element baru akan berada di antara HR-V dan CR-V dalam jajaran produk Honda
  • Target penjualan tahun pertama mencapai 100.000 unit dengan produksi di pabrik Ohio
  • Perkiraan harga awal berkisar antara USD 30.000 hingga USD 35.000
  • Interior serbaguna menjadi ciri khas yang akan dipertahankan
  • Honda belum memberikan konfirmasi resmi namun tidak membantah kabar tersebut

Telset.id – Honda dikabarkan akan menghidupkan kembali model Element yang sempat populer sebagai kendaraan hybrid terjangkau. Kabar ini menjadi angin segar bagi penggemar setia SUV kotak tersebut.

Menurut laporan dari Automotive News, Honda berencana meluncurkan kembali Honda Element pada tahun 2029. Model terbaru ini akan hadir sebagai kendaraan hybrid kompak yang dirancang untuk bersaing langsung dengan Ford Bronco Sport. Posisi Element yang baru akan berada di antara HR-V dan CR-V dalam jajaran produk Honda.

Minat Honda terhadap segmen SUV off-road berukuran kecil ini didorong oleh popularitas kendaraan sejenis di pasar. Saat ini, Honda sebenarnya sudah memiliki varian TrailSport untuk CR-V dan Passport di sisi yang lebih kecil, serta versi tangguh dari Pilot dan Ridgeline untuk segmen SUV dan truk ukuran penuh. Namun, kehadiran Element diharapkan mampu mengisi celah pasar yang lebih spesifik.

Berdasarkan laporan yang sama, Honda berencana memproduksi Element hybrid di pabriknya yang berlokasi di Ohio, Amerika Serikat. Target penjualan pada tahun pertama peluncuran dipatok cukup ambisius, yaitu sekitar 100.000 unit. Angka ini menunjukkan keyakinan Honda terhadap potensi pasar untuk model ikonik ini.

Honda pertama kali menghentikan produksi Element pada tahun 2011 setelah mengalami penurunan penjualan selama beberapa tahun. Meskipun demikian, SUV kecil ini berhasil membangun basis penggemar yang sangat setia (cult following). Buktinya, masih banyak Element lawas yang dapat ditemukan di jalanan hingga saat ini.

Salah satu daya tarik utama Element generasi pertama adalah interiornya yang serbaguna. Lantai kabinnya tidak dilapisi karpet (kecuali untuk trim SC), sehingga sangat mudah dibersihkan. Kursi baris belakang dapat dilipat rata untuk berkemah, dilipat ke samping untuk membawa muatan kecil, atau bahkan dilepas seluruhnya dengan mudah. Konfigurasi kursi yang fleksibel ini membuat Element sangat cocok untuk berbagai aktivitas.

Jika Honda benar-benar memposisikan Element hybrid di antara HR-V dan CR-V, perkiraan harga awalnya bisa berada di kisaran USD 30.000 hingga USD 35.000. Kabar ini tentu menjadi kabar baik bagi konsumen di Amerika Serikat, terutama setelah Honda memperkenalkan tiga kendaraan listrik (EV) baru pada akhir tahun lalu dengan catatan bahwa tidak satupun dari model tersebut akan dijual di AS.

Engadget telah menghubungi Honda untuk meminta komentar terkait laporan ini. Seorang juru bicara perusahaan memberikan pernyataan resmi sebagai berikut:

β€œHonda Element telah mempertahankan basis penggemar setia sejak dihentikan produksinya pada tahun 2011, dan harapan akan kemungkinan kembalinya model ini terus beredar di dunia maya. Kami sangat menghargai antusiasme terhadap Element, tetapi kami tidak akan terlibat dalam spekulasi mengenai rencana produk masa depan kami.”

Pernyataan Honda ini memang tidak secara langsung mengonfirmasi atau membantah kabar tersebut. Namun, nada yang digunakan cenderung lebih terbuka dibandingkan dengan penolakan keras, yang sering kali menjadi pertanda positif bagi para penggemar.

Keputusan Honda untuk membangkitkan Element sebagai kendaraan hybrid menunjukkan strategi yang cermat. Alih-alih langsung melompat ke kendaraan listrik penuh untuk segmen ini, Honda memilih jalur hybrid yang lebih terjangkau dan praktis. Langkah ini memungkinkan Honda untuk menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik tanpa harus membebani konsumen dengan biaya teknologi baterai yang masih tinggi.

Selain itu, pemilihan platform hybrid juga membuat Element baru dapat diproduksi di pabrik yang sama dengan model-model lain, sehingga menekan biaya produksi. Faktor ini sangat penting untuk mencapai target harga jual yang kompetitif di kisaran USD 30.000 hingga USD 35.000.

Dari sisi persaingan, Element hybrid akan menjadi pesaing langsung bagi Ford Bronco Sport. Bronco Sport sendiri telah menuai kesuksesan dengan menggabungkan tampilan off-road yang khas dengan kepraktisan SUV kompak. Element diharapkan dapat menawarkan nilai lebih melalui interior yang lebih fleksibel dan efisiensi bahan bakar berkat teknologi hybrid.

Kembalinya Element juga menjadi angin segar bagi industri otomotif AS. Dengan rencana produksi di Ohio, Honda berkontribusi pada lapangan kerja lokal. Target penjualan 100.000 unit per tahun juga menunjukkan bahwa Honda melihat adanya permintaan yang cukup besar untuk kendaraan jenis ini.

Bagi para penggemar setia Element, kabar ini tentu sangat dinantikan. Banyak dari mereka yang masih menggunakan Element lama dan berharap dapat beralih ke model baru yang lebih modern dan efisien. Honda sepertinya menyadari potensi ini dan ingin memanfaatkan basis penggemar yang sudah ada.

Selain fokus pada Element, Honda juga terus mengembangkan teknologi elektrifikasi di berbagai lini. Misalnya, Honda juga dikabarkan tengah menjajaki kemitraan dengan QuantumScape untuk mengembangkan baterai solid-state EV yang lebih canggih. Langkah ini menunjukkan komitmen Honda untuk tetap relevan di era kendaraan listrik.

Di sisi lain, Honda juga berinovasi dalam hal kenyamanan dan keselamatan. Teknologi baru yang dikembangkan Honda dikabarkan mampu mendeteksi jalan rusak sebelum pengemudi melewatinya. Inovasi semacam ini tentu akan sangat berguna jika diterapkan pada model-model produksi massal seperti Element.

Kesimpulannya, rencana Honda untuk menghidupkan kembali Element sebagai kendaraan hybrid terjangkau adalah langkah strategis yang cerdas. Dengan menggabungkan desain ikonik, interior serbaguna, dan teknologi hybrid yang efisien, Element baru berpotensi menjadi pemain kuat di segmen SUV kompak. Meskipun Honda belum memberikan konfirmasi resmi, indikasi dari laporan yang ada sangat kuat dan patut untuk diantisipasi.

Para penggemar dan calon pembeli harus bersabar hingga tahun 2029 untuk melihat wujud nyata dari Element hybrid ini. Namun, kabar ini sudah cukup untuk membangkitkan kembali antusiasme terhadap salah satu model paling ikonik yang pernah dimiliki Honda.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.