📑 Daftar Isi

BMW 3 Series 2027 versi listrik i3 50 xDrive dan versi bensin M350 xDrive berdampingan

Harga Mobil Listrik BMW 3 Series 2027 Kini Lebih Murah dari Versi Bensin

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • BMW 3 Series 2027 hadir dalam versi bensin dan listrik dengan tenaga serta gaya serupa
  • Versi listrik i3 50 xDrive dijual US$61.500, lebih murah US$4.400 atau 6,7 persen dari M350 xDrive US$65.900
  • Harga belum termasuk biaya pengiriman (destination charges)
  • Varian bensin BMW 330 dibanderol US$49.900 dan xDrive US$51.900, namun belum ada padanan listriknya
  • Versi listrik memakai sasis dan teknologi terbaru BMW, versi bensin memakai platform lama yang dirombak
  • Jarak tempuh i3 listrik 468 mil, sedangkan versi bensin sekitar 450 mil per tangki
  • Pengisian cepat i3 memulihkan 208 mil dalam 10 menit
  • Prediksi BloombergNEF soal mobil listrik lebih murah pada 2026 mulai terwujud

Telset.id – Harga mobil listrik akhirnya mulai meninggalkan harga mobil bensin. BMW mencetak tonggak penting lewat 2027 BMW 3 Series yang hadir dalam versi bensin dan listrik, di mana versi listriknya justru dijual US$4.400 atau sekitar 6,7 persen lebih murah dibanding versi bensinnya.

Ini menjadi salah satu perbandingan harga paling gamblang di industri otomotif karena kedua versi mobil tersebut memiliki tenaga yang mirip, gaya yang mirip, dan menyasar kantong konsumen yang juga mirip. Selama bertahun-tahun, para analis otomotif memprediksi mobil listrik akan menjadi lebih murah dibanding padanan berbahan bakar fosilnya, dan sebagian besar memperkirakan hal itu terjadi pada paruh kedua dekade 2020-an.

BloombergNEF, misalnya, memperkirakan momen tersebut akan tiba pada 2026. Prediksi itu tidak jauh meleset. Harga mobil listrik memang sudah turun signifikan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi selama ini sulit membandingkan harga secara setara dengan kendaraan berbahan bakar fosil karena tidak setiap mobil listrik punya model bensin yang benar-benar sepadan. BMW kini memberikan satu contoh yang jelas.

Selisih Harga Versi Listrik dan Bensin

Angka yang dipakai BMW cukup spesifik. Versi bensin M350 xDrive dibanderol US$65.900, sementara versi listrik i3 50 xDrive dijual US$61.500. Kedua harga tersebut belum termasuk biaya pengiriman atau destination charges. Artinya, selisih harga di antara keduanya mencapai US$4.400, dan versi listrik lebih murah 6,7 persen.

Namun, ada catatan penting yang biasanya disorot para pengamat. Masih ada varian 3 Series berbahan bakar bensin yang jauh lebih murah, meski varian tersebut belum memiliki padanan listrik. BMW 330 versi 2027 dibanderol US$49.900, sedangkan varian xDrive yang lebih tinggi dibanderol US$51.900.

Perbedaan harga itu juga dibarengi dengan perbedaan platform. Dua kendaraan yang dibandingkan secara setara dibangun di atas platform yang berbeda. Versi listrik i3 memakai sasis dan teknologi terbaru BMW, sementara 3 Series berbahan bakar bensin hanya mengandalkan versi perombakan dari platform yang sudah ada.

Bagi sebagian konsumen, perbedaan platform ini bisa jadi pertimbangan tersendiri. Teknologi sasis terbaru pada model listrik biasanya membawa pembaruan pada pengalaman berkendara, meski detail teknisnya tidak dijelaskan lebih rinci dalam perbandingan ini.

Jarak Tempuh dan Pengisian Daya

Bagi kebanyakan orang, perbedaan terbesar antara kedua kendaraan ini justru terletak pada pengalaman mengisi daya atau mengisi bahan bakar. Namun, di titik ini pun keduanya ternyata lebih mirip dari yang mungkin dibayangkan sebagian orang.

Jarak tempuh 3 Series berbahan bakar bensin versi baru kemungkinan mirip dengan model-model sebelumnya, yaitu sekitar 450 mil per tangki untuk versi all-wheel-drive. Sementara itu, i3 versi listrik mampu menempuh 468 mil dalam sekali pengisian penuh.

BMW juga mengklaim pengisian cepat kendaraan ini cukup gesit untuk memulihkan 208 mil jarak tempuh hanya dalam 10 menit. Perbedaan jarak tempuh ini mungkin terasa bagi pengemudi yang sangat sering menempuh perjalanan jauh, tetapi bagi sebagian besar pengemudi, selisih tersebut sifatnya akademis.

Pandangan yang selama ini diterima secara umum adalah mobil listrik selalu lebih mahal di muka, meskipun menawarkan total biaya kepemilikan yang lebih rendah. Kini, mobil listrik mulai unggul juga dari sisi harga beli.

Perkembangan ini menandai pergeseran penting dalam cara konsumen menilai mobil listrik. Jika sebelumnya harga menjadi penghalang utama, kini perbandingan langsung antara dua model yang setara justru menunjukkan angka yang berlawanan.

Perbandingan harga yang disajikan BMW ini menjadi salah satu contoh paling jelas di industri otomotif, di mana dua kendaraan dengan tenaga yang setara, gaya yang setara, dan target konsumen yang setara justru memiliki selisih harga yang berpihak pada versi listrik.

Sejumlah pengamat akan tetap menyoroti adanya varian bensin yang lebih murah tanpa padanan listrik. Namun, untuk perbandingan yang benar-benar setara, angka yang ditunjukkan BMW memberi gambaran bahwa mobil listrik tidak lagi selalu identik dengan harga yang lebih mahal di muka.

Perkembangan ini juga menarik untuk dicermati dari sisi teknologi yang dibawa. Versi listrik i3 memakai sasis dan teknologi terbaru BMW, sementara versi bensin memakai platform yang sudah ada dengan sejumlah perombakan. Artinya, keunggulan harga pada versi listrik tidak datang dengan kompromi pada sisi kebaruan teknologi.

Bagi konsumen yang selama ini menimbang antara kendaraan listrik dan bensin, perbandingan ini memberikan satu data tambahan yang penting. Selisih harga 6,7 persen pada dua kendaraan yang setara bisa menjadi pertimbangan tersendiri, terutama ketika jarak tempuh keduanya juga tidak berbeda jauh.

Dengan jarak tempuh 468 mil pada versi listrik dan sekitar 450 mil pada versi bensin all-wheel-drive, serta kemampuan pengisian cepat yang memulihkan 208 mil dalam 10 menit, perbedaan pengalaman harian antara keduanya pun tidak terlalu besar bagi sebagian besar pengemudi.

Yang perlu dicatat, semua angka harga yang disebutkan BMW belum termasuk biaya pengiriman. Selain itu, sebagian informasi teknis lain seperti detail spesifikasi lengkap dan ketersediaan global tidak dijelaskan dalam perbandingan ini, sehingga gambaran yang tersedia masih terbatas pada aspek harga, platform, dan jarak tempuh.

Perbandingan ini menjadi penanda bahwa prediksi para analis otomotif soal mobil listrik yang lebih murah dari mobil bensin mulai terwujud. BloombergNEF yang memperkirakan momen tersebut terjadi pada 2026 tidak terlalu jauh dari kenyataan yang kini ditunjukkan lewat 2027 BMW 3 Series.

Bagi industri, contoh seperti ini memberi gambaran konkret bahwa pergeseran harga mobil listrik bukan lagi sekadar proyeksi. Bagi konsumen, perbandingan ini menjadi bahan pertimbangan yang lebih jelas ketika menilai apakah kendaraan listrik sudah layak dipilih dari sisi harga, bukan hanya dari sisi biaya kepemilikan jangka panjang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.