📑 Daftar Isi

Ilustrasi pengisian daya mobil listrik General Motors di rumah dengan home charger GM Energy

GM dan PG&E Hadirkan Smart Charge Bundle untuk Pemilik EV Baru

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • GM dan PG&E luncurkan Smart Charge Bundle di Northern dan Central California
  • Pembeli EV Chevrolet, GMC, Cadillac dapat home charger gratis senilai hingga 1.999 dolar AS
  • Kredit tagihan 15 dolar AS per bulan plus potensi hemat hingga 50 dolar AS
  • Wajib pelanggan PG&E, pakai installer Electrum, dan OnStar aktif 8 tahun
  • Sistem managed charging WeaveGrid atur waktu pengisian daya otomatis

Telset.id – General Motors (GM) resmi menggandeng Pacific Gas and Electric (PG&E) untuk menghadirkan paket pengisian daya rumah bernama Smart Charge Bundle, yang kini aktif di wilayah Northern dan Central California. Lewat kemitraan ini, pembeli mobil listrik GM terpilih berhak mendapatkan home charger gratis plus kredit bulanan pada tagihan energi, asalkan bersedia membantu menjaga kestabilan jaringan listrik. Program ini menyasar seluruh model EV GM yang dijual saat ini, dan hadir sebagai jawaban atas kekhawatiran biaya pengisian daya yang kerap membebani calon pemilik kendaraan listrik.

Konsep di balik Smart Charge Bundle sebenarnya sederhana, namun menuntut kompromi dari sisi pengguna. Pemilik kendaraan harus mengizinkan pihak utility—dalam hal ini PG&E—menentukan kapan mobil listrik mereka diisi daya, melalui fitur yang disebut managed charging. Tujuannya jelas: menghindari beban berlebih pada jaringan listrik saat jam-jam sibuk atau peak hours. Meski begitu, pengemudi tetap memegang kendali penuh, karena fitur ini bisa di-override alias dibatalkan kapan saja sesuai kebutuhan.

Mekanisme managed charging bekerja dengan membiarkan mobil atau charger berkomunikasi lewat internet ke penyedia energi. Proses pengisian daya dapat dimulai dan dihentikan dari jarak jauh untuk membantu menyeimbangkan beban jaringan. Pendekatan ini mirip dengan logika yang dipakai sejumlah produsen lain dalam mengembangkan layanan berbasis kecerdasan buatan untuk kendaraan, seperti yang terlihat pada AI Assistant Ford yang membantu pemilik memahami perilaku mobil mereka.

Charger Gratis dan Skema Biaya Instalasi

Dari sisi perangkat keras, pembeli yang membeli EV baru merek Chevrolet, GMC, atau Cadillac dari dealer yang berpartisipasi akan mendapatkan GM Energy PowerShift home charger secara cuma-cuma. Perangkat ini dijual dengan harga ritel hingga 1.999 dolar AS. Alternatif lain yang tersedia adalah charger PowerUp 2, yang biasanya dibanderol 899 dolar AS. Namun, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi pembeli, dan ini bukan perkara sepele.

Pertama, pembeli wajib merupakan pelanggan residensial PG&E. Kedua, biaya instalasi, perizinan, serta peningkatan kelistrikan yang berkaitan dengan home charger sepenuhnya menjadi tanggungan pelanggan. Instalasi harus dilakukan melalui installer pilihan GM, yaitu Electrum, yang saat ini memiliki paket standar seharga 1.499 dolar AS. Paket tersebut mencakup perizinan dan panjang conduit serta konduktor maksimal 35 kaki. Untuk pekerjaan tambahan seperti trenching atau peningkatan panel listrik, biaya dikenakan ekstra di luar paket.

Selain itu, kendaraan wajib memiliki paket layanan OnStar yang aktif. Kabar baiknya, semua kendaraan GM baru sudah mendapatkan layanan tersebut secara gratis selama delapan tahun. Jadi, syarat ini relatif tidak memberatkan pembeli baru. Bagi konsumen yang tengah menimbang antara membeli kendaraan baru atau merawat unit lama, pertimbangan semacam ini bisa menjadi relevan, sebagaimana dibahas dalam panduan Kapan Lebih Baik membeli perangkat baru dibanding memperbaiki yang lama.

Potensi Penghematan hingga 50 Dolar AS per Bulan

Ketika seluruh sistem telah berjalan, pelanggan yang berpartisipasi bisa mendapatkan kredit tagihan bulanan sebesar 15 dolar AS. Lebih dari itu, mereka berpotensi menghemat tambahan hingga 50 dolar AS per bulan dengan menggeser waktu pengisian daya ke periode saat biaya listrik dan permintaan lebih rendah. Angka ini tentu menarik, tetapi perlu dicatat bahwa besaran penghematan tambahan tersebut sangat bergantung pada perilaku pengisian daya masing-masing pengguna serta tarif listrik yang berlaku di wilayah mereka.

Untuk mewujudkan semua ini, GM dan PG&E menggunakan perangkat lunak managed charging dari WeaveGrid. Sistem tersebut bekerja secara otomatis berdasarkan kebutuhan pihak utility, tanpa mengharuskan pengguna memantau harga listrik setiap saat. Di luar California, sistem yang sama memungkinkan pemilik EV GM mengisi daya saat energi lebih murah, tanpa perlu repot memantau fluktuasi tarif listrik secara berkala.

Perkembangan teknologi kendaraan listrik dan perangkat pintar memang terus bergerak cepat. Di sisi lain, inisiatif berbagi perangkat gratis juga menjadi tren, seperti langkah Meta Bagikan Kacamata AI untuk tunanetra di Irlandia, yang menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi besar berlomba memberikan nilai tambah langsung kepada pengguna.

Soal pemilihan charger, bagi pemilik baru, PowerUp 2 sejatinya sudah memadai. Perangkat ini terhubung ke internet melalui Wi-Fi bawaan dan mampu menyalurkan daya hingga 11,5 kilowatt pada sirkuit 48 ampere. Kemampuan tersebut setara dengan penambahan jarak tempuh hingga 27,2 mil per jam. Charger ini tersedia dengan konektor J1772 maupun NACS, sehingga pelanggan bisa memilih sesuai kebutuhan kendaraan mereka sejak awal. Perlu diketahui, semua EV GM model tahun 2027 sudah dilengkapi port NACS langsung dari pabrik.

Bagi mereka yang ingin memanfaatkan baterai tegangan tinggi mobil untuk memberi daya pada rumah, PowerShift Charger menjadi pilihan yang lebih tepat. Charger ini kompatibel dengan perangkat keras tambahan yang memungkinkan bidirectional charging. Selain itu, perangkat ini juga dapat dipasangkan dengan home battery standalone untuk mendukung kebutuhan energi rumah tangga.

Secara keseluruhan, Smart Charge Bundle menawarkan kombinasi antara penghematan biaya dan kontribusi terhadap stabilitas jaringan listrik. Namun, calon pembeli perlu mencermati detail syarat dan ketentuan, terutama terkait biaya instalasi dan peningkatan kelistrikan yang tidak termasuk dalam paket gratis. Kemitraan GM dan PG&E ini menjadi salah satu contoh bagaimana industri otomotif dan sektor energi mulai berkolaborasi menghadapi transisi kendaraan listrik di Amerika Serikat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.