📑 Daftar Isi

Prototipe Ford pikap listrik Rp480 jutaan sedang menjalani uji coba di jalan raya

Ford Siapkan Pickup Listrik Rp480 Jutaan Rilis 2027

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Ford sedang uji coba prototipe pikap listrik berukuran medium dengan harga mulai USD 30.000 (Rp480 jutaan)
  • Kendaraan ini akan rilis tahun 2027 sebagai model pertama berbasis platform Universal EV Platform (UEV)
  • Desain lebih kompak mirip Ford Maverick dengan ruang kabin lebih luas dari Toyota RAV4
  • Menggunakan baterai LFP prismatik dan teknologi megacasting untuk efisiensi biaya
  • Dilengkapi port pengisian NACS native untuk akses ke jaringan Supercharger Tesla
  • Diproduksi di pabrik perakitan Louisville Assembly Plant

Telset.id – Ford semakin serius mempersiapkan kendaraan listrik terbarunya. Pabrikan asal Amerika Serikat itu dikabarkan tengah menguji coba prototipe pickup listrik berukuran medium yang akan dijual dengan harga mulai sekitar Rp480 jutaan atau setara USD 30.000. Model ini dijadwalkan meluncur pada tahun 2027 sebagai penerus semangat F-150 Lightning yang sudah dihentikan produksinya.

Informasi ini muncul setelah Ford diketahui sedang melakukan pengujian intensif di beberapa lokasi di Amerika Serikat. Setelah sebelumnya tertangkap kamera di Long Beach, California, prototipe terbaru kembali terlihat di Arizona saat menjalani uji coba dalam cuaca panas. Hal ini menandakan bahwa Ford tidak main-main dalam mempersiapkan kendaraan listrik yang lebih terjangkau bagi pasar massal.

Pickup listrik ini menjadi kendaraan pertama yang dibangun di atas platform Universal EV Platform (UEV) milik Ford. Platform ini dirancang untuk menjadi fondasi bagi model-model listrik Ford di masa depan dengan fokus pada efisiensi biaya produksi dan performa yang lebih baik. Dengan pendekatan baru ini, Ford berharap dapat menekan harga jual tanpa mengorbankan kualitas dan fitur.

Desain Lebih Kompak, Mirip Maverick

Dari hasil tangkapan kamera, prototipe pickup listrik Ford ini terlihat memiliki dimensi yang lebih kecil dari F-150 Lightning. Bahkan, ukurannya disebut-sebut mirip dengan Ford Maverick, pikap kompak yang sudah lebih dulu meluncur. Dalam salah satu foto, kendaraan ini tampak mungil ketika berjalan di samping Ford Expedition, SUV full-size milik Ford.

Meski terlihat kecil, kabar baiknya adalah ruang kabin bagian belakang disebut cukup lega. Ford bahkan mengklaim bahwa pickup ini akan menawarkan ruang interior untuk penumpang yang lebih luas dibandingkan Toyota RAV4. Ini menjadi nilai tambah bagi konsumen yang menginginkan kendaraan kompak namun tetap fungsional untuk keluarga.

Beberapa detail desain juga mulai terlihat. Pada bagian grille depan, terdapat kamera yang dipasang di bagian tengah. Selain itu, terdapat pula spoiler baru di bagian atap kabin belakang. Desain kendaraan ini juga disebut-sebut memiliki kemiripan dengan Ford Ranchero, mobil pikap legendaris Ford dari masa lalu, terutama dari sisi proporsi dan jarak ground clearance yang rendah.

Ford-$30,000-EV-pickup-spotted-testing

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah pola kamuflase yang digunakan. Pada beberapa prototipe, kamuflase tersebut dihiasi dengan gambar emoji atau objek acak seperti bola sepak dan hati. Meskipun masih tertutup rapat, beberapa detail penting sudah bisa diidentifikasi, termasuk keberadaan layar sentuh infotainment berukuran besar di dalam kabin.

Interior Modern dengan Layar Raksasa

Dari foto interior yang berhasil diabadikan, terlihat jelas bahwa Ford membekali pikap listrik ini dengan layar sentuh infotainment berukuran besar. Hal ini mengonfirmasi apa yang sempat ditampilkan secara singkat di situs web “rahasia” milik Ford untuk kendaraan ini. Kabinnya tampak modern dan minimalis, sesuai dengan tren kendaraan listrik saat ini.

Ford juga dikabarkan telah menyiapkan sebuah situs web rahasia yang bisa diakses melalui kode QR yang disembunyikan di balik kamuflase prototipe. Di situs tersebut, terdapat beberapa video yang memberikan gambaran awal mengenai model baru ini. Langkah ini menunjukkan strategi pemasaran yang unik untuk membangun antusiasme konsumen sebelum peluncuran resmi.

Teknologi dan Baterai Canggih

Untuk menekan biaya produksi, Ford akan menggunakan teknologi megacasting dalam proses manufakturnya. Teknologi ini memungkinkan pembuatan komponen bodi dalam satu cetakan besar, sehingga mengurangi jumlah komponen dan waktu perakitan. Selain itu, Ford juga akan menggunakan baterai LFP prismatik yang lebih murah dan lebih tahan lama dibandingkan baterai lithium-ion konvensional.

Dalam hal efisiensi aerodinamis, Ford mengklaim bahwa pikap listrik ini akan menjadi yang terbaik di kelasnya. Saleem Merkt, Senior Manager Advanced EV Aerodynamics Ford, mengatakan bahwa efisiensi aerodinamis kendaraan ini “lebih dari 15% lebih baik dibandingkan pikap lain yang ada di pasaran saat ini.” Hasilnya adalah jangkauan yang lebih jauh dan biaya operasional yang lebih rendah bagi konsumen.

Pickup listrik ini juga akan menjadi kendaraan listrik pertama Ford yang dilengkapi dengan port pengisian daya NACS (North American Charging Standard) secara native. Standar ini memungkinkan akses langsung ke jaringan Supercharger milik Tesla, yang merupakan jaringan pengisian daya terluas di Amerika Utara.

Strategi Produksi dan Target Pasar

Ford berencana memproduksi pikap listrik ini di pabrik perakitan Louisville Assembly Plant. Dengan harga mulai sekitar USD 30.000 atau setara Rp480 jutaan, kendaraan ini menjadi salah satu pikap listrik termurah di pasaran. Target ini sangat ambisius mengingat F-150 Lightning yang semula dijanjikan seharga USD 40.000, pada kenyataannya dijual dengan harga USD 55.000 saat peluncuran.

Meskipun demikian, Ford optimistis dapat memenuhi target harga tersebut berkat pendekatan produksi yang baru. Penggunaan platform UEV bersama dengan teknologi megacasting dan baterai LFP diyakini mampu menekan biaya produksi secara signifikan. Hal ini sejalan dengan komitmen Ford untuk membuat kendaraan listrik lebih terjangkau bagi masyarakat luas.

Kehadiran pikap listrik murah ini juga menjadi sinyal bahwa persaingan di segmen kendaraan listrik semakin ketat. Ford tidak ingin ketinggalan dari para pesaingnya yang juga berlomba-lomba menghadirkan kendaraan listrik dengan harga kompetitif. Dengan peluncuran pada tahun 2027, Ford masih memiliki waktu untuk menyempurnakan produknya.

Pengujian yang terus dilakukan di berbagai kondisi cuaca menunjukkan bahwa Ford ingin memastikan keandalan kendaraan ini sebelum resmi dipasarkan. Uji coba di Arizona dengan suhu panas yang ekstrem menjadi bukti bahwa Ford serius menguji ketahanan baterai dan sistem pendingin kendaraannya.

Meskipun masih dalam tahap pengembangan, antusiasme terhadap pikap listrik Ford ini sudah mulai terlihat. Komentar dari pembaca di berbagai forum otomotif menunjukkan bahwa banyak yang berharap Ford benar-benar bisa memenuhi janji harga USD 30.000. Jika berhasil, kendaraan ini bisa menjadi game changer di pasar otomotif Amerika Serikat.

Ford juga telah belajar dari pengalaman sebelumnya dengan F-150 Lightning. Kegagalan AI dalam menjaga kualitas produksi sempat menjadi sorotan, dan Ford kini lebih berhati-hati dalam mengadopsi teknologi baru. Perusahaan bahkan merekrut ulang 300 inspektur setelah sistem AI gagal menjaga standar kualitas.

Dengan semua persiapan yang dilakukan, Ford tampaknya serius ingin merebut hati konsumen yang menginginkan kendaraan listrik dengan harga terjangkau. Pikap listrik seharga Rp480 jutaan ini bisa menjadi solusi bagi mereka yang selama ini terhalang harga kendaraan listrik yang masih mahal.

Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari proyek ambisius Ford ini. Apakah mereka benar-benar bisa menghadirkan pikap listrik murah berkualitas tinggi pada tahun 2027? Waktu yang akan menjawab.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.