📑 Daftar Isi

Ford crossover SUV murah US$ 25.000 yang dipreview untuk dealer

Ford Siapkan Crossover Murah US$ 25.000, Bukan Berbasis Platform EV

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Ford siapkan crossover SUV murah mulai US$ 25.000, jadikan model termurah di lini produk
  • Kendaraan tidak berbasis Universal EV platform, melainkan hybrid dan bensin
  • Produksi dijadwalkan 2029 di pabrik Hermosillo, Meksiko, menggantikan Ford Escape
  • Ford Fathom pikap listrik akan dibuka pre-order awal 2027 mulai US$ 28.350
  • Penjualan Mustang Mach-E turun 46% di paruh pertama 2026, jadi pertimbangan strategi

Telset.id – Ford dikabarkan tengah mengembangkan crossover SUV baru dengan banderol mulai sekitar US$ 25.000, menjadikannya kendaraan termurah di lini produk pabrikan asal Amerika Serikat tersebut. Informasi ini terungkap setelah Ford memamerkan model tersebut kepada para dealer dalam pertemuan tertutup di Las Vegas pekan lalu. Yang mengejutkan, crossover murah ini tidak akan menggunakan Universal EV platform seperti yang sempat diduga sebelumnya.

Menurut laporan Automotive News, para dealer yang hadir dalam acara preview tersebut melihat kendaraan entry-level ini sebagai SUV berbody kotak dan lebar. Salah satu dealer bahkan menyebut desainnya mirip dengan generasi pertama Ford Escape. Ford sendiri belum membeberkan detail spesifikasi lengkap, hanya menampilkan mock-up awal dalam bentuk video.

Kendaraan ini diposisikan di bawah Ford Maverick dan dijadwalkan mulai diproduksi pada 2029 di pabrik Hermosillo Assembly Plant, Meksiko. Yang menarik, alih-alih menggunakan platform EV universal seperti saudaranya, crossover ini justru akan ditawarkan dalam varian hybrid dan mesin bensin konvensional.

Strategi Ford di Balik Crossover Murah

Keputusan Ford untuk tidak menggunakan Universal EV platform pada crossover murah ini cukup mengejutkan, terutama setelah perusahaan menginvestasikan banyak sumber daya untuk mengembangkan platform tersebut. Namun, Sam Fiorani, vice president of global vehicle forecasting di AutoForecast Solutions, mengatakan bahwa model ini kemungkinan akan menggantikan Ford Escape.

Salah satu dealer yang hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa eksekutif Ford menegaskan komitmen perusahaan terhadap powertrain hybrid ke depannya. Ini menjadi sinyal bahwa Ford masih melihat pasar hybrid sebagai segmen yang menjanjikan, terutama untuk kendaraan dengan harga terjangkau.

Baca Juga:

Sebelumnya, pekan lalu Ford juga mengumumkan nama dan harga awal untuk pikap listrik menengah terbarunya, Ford Fathom. Pikap listrik ini akan dibuka pre-order-nya pada awal 2027 dengan harga mulai US$ 28.350. Ford mengatakan Fathom akan bersaing “di jantung pasar EV terjangkau” dengan harga di bawah US$ 30.000, dan pengiriman dijadwalkan mulai akhir 2027.

Ford-$25,000-SUV

Kehadiran crossover murah ini menimbulkan pertanyaan mengapa Ford tidak merilis SUV listrik di atas Universal EV platform yang sudah dikembangkan dengan investasi besar. Salah satu komentar dari pembaca Electrek menyebutkan bahwa investasi tersebut difokuskan pada pabrik di Louisville, bukan pabrik di Meksiko yang akan memproduksi SUV ini. Sebuah SUV bermesin konvensional dari pabrik ICE pada 2029 tidak berarti Ford tidak akan memiliki SUV EV dari pabrik EV pada waktu yang serupa.

Banyak hal bergantung pada kesuksesan Fathom, baik dari sisi produksi maupun pasar. Jika Fathom sukses, Ford kemungkinan akan mempercepat rencana konversi pabrik ke proses produksi platform EV baru. Ford sendiri telah menyatakan bahwa Universal EV platform cukup fleksibel untuk mendukung kendaraan mulai dari ukuran B-car hingga van komersial.

Peluang Crossover EV Terjangkau di Pasar AS

Data pasar menunjukkan bahwa pada paruh pertama 2026, empat dari lima EV terlaris di AS adalah SUV terjangkau, termasuk Chevy Equinox EV, Toyota bZ, Hyundai IONIQ 5, dan Tesla Model Y. Tesla Model 3 menempati peringkat kedua. Sementara itu, Ford Mustang Mach-E hanya menempati peringkat ketujuh dengan penjualan yang turun 46% dari paruh pertama 2025 menjadi hanya 11.632 unit.

Penurunan penjualan Mustang Mach-E yang signifikan ini menjadi bahan pertimbangan. Apakah Ford sebaiknya mengganti Mach-E yang sudah menua dengan crossover EV entry-level? Jawabannya tampaknya sudah jelas. Namun, Ford tampaknya memilih pendekatan yang lebih hati-hati dengan menghadirkan crossover hybrid dan bensin terlebih dahulu sebelum benar-benar terjun ke segmen EV murah.

Ford-$25,000-SUV-hybrid

Keputusan Ford untuk menghadirkan crossover murah dengan opsi hybrid dan bensin ini menunjukkan strategi bertahap dalam transisi elektrifikasi. Dengan harga US$ 25.000, kendaraan ini akan menjadi pintu masuk bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan yang lebih efisien tanpa harus langsung beralih ke EV penuh.

Langkah ini juga bisa menjadi jawaban atas tantangan yang dihadapi Ford di segmen EV. Meskipun Mustang Mach-E masih menjadi salah satu EV yang dikenal, penurunan penjualan yang tajam menunjukkan bahwa persaingan di segmen EV SUV semakin ketat. Kehadiran pemain seperti Tesla, Hyundai, dan Chevrolet dengan harga yang lebih kompetitif membuat Ford harus berpikir ulang tentang strategi produknya.

Ford-$30,000-EV-pickup

Ford tampaknya ingin memanfaatkan momentum pasar dengan menghadirkan kendaraan yang lebih terjangkau. Crossover seharga US$ 25.000 akan menjadi titik masuk yang menarik bagi konsumen yang selama ini menganggap mobil Ford terlalu mahal. Dengan posisi di bawah Maverick, model ini diharapkan bisa menarik segmen pembeli baru.

Namun, keputusan untuk tidak menggunakan platform EV universal pada crossover ini tetap menjadi catatan. Beberapa analis mungkin melihat ini sebagai peluang yang terlewatkan, mengingat platform tersebut sudah dirancang fleksibel. Di sisi lain, pendekatan bertahap ini bisa jadi justru lebih bijak secara bisnis, mengingat infrastruktur pengisian daya dan adopsi EV di AS masih terus berkembang.

Ford juga masih memiliki opsi untuk menghadirkan crossover EV terjangkau di masa depan menggunakan Universal EV platform, mengingat platform tersebut mendukung berbagai ukuran kendaraan. Pertanyaannya tinggal kapan dan apakah pasar sudah siap. Untuk saat ini, Ford memilih jalur yang lebih aman dengan menghadirkan opsi hybrid dan bensin terlebih dahulu.

Keputusan Ford ini juga relevan dengan perkembangan terbaru di lini produknya. Sebelumnya, Ford juga sempat melakukan recall terhadap Mustang Mach-E terkait masalah kaca samping yang bisa lepas saat melaju. Ford Recall tersebut melibatkan 86.543 unit dan menjadi sorotan tersendiri bagi reputasi EV Ford.

Di sisi lain, Ford juga terus berinovasi dalam hal teknologi. Perusahaan baru-baru ini meluncurkan AI Assistant untuk membantu pemilik kendaraan memahami mobil mereka dengan lebih baik. Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Ford tidak hanya fokus pada pengembangan produk baru, tetapi juga pada peningkatan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Dengan semua perkembangan ini, jelas bahwa Ford sedang berada dalam fase transformasi besar. Dari pengembangan Fathom sebagai pikap listrik terjangkau hingga crossover murah yang akan hadir pada 2029, Ford tampaknya serius ingin merebut pangsa pasar kendaraan terjangkau di AS. Pertanyaannya sekarang adalah apakah strategi ini akan berhasil dan bagaimana respons pasar terhadap langkah Ford ke depannya.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.