📑 Daftar Isi

Mobil konsep Dreame Rocket Car yang dipamerkan di San Francisco

Dreame Tutup Divisi Mobil Listrik, Proyek Rocket Car Berakhir

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Dreame Technology resmi menutup bisnis otomotif dan melikuidasi proyek "Starry Sky"
  • Perusahaan baru masuk pasar mobil pada Agustus 2025, hanya bertahan satu tahun
  • Karyawan divisi otomotif menyusut dari hampir 1.000 orang menjadi beberapa puluh orang
  • Rocket Car mengklaim akselerasi 0,9 detik dan baterai 450 Wh/kg, tapi diduga hanya untuk pemasaran
  • Model supercar di CES tidak memiliki sasis dan digerakkan remote control
  • Model Rocket Car dibeli dari perusahaan model Shanghai dan dimodifikasi untuk efek visual
  • Perusahaan lebih fokus pada penggalangan dana daripada R&D dan produksi
  • Pemerintah daerah menyelidiki penggunaan dana investasi dan hibah
  • CEO Yu Hao kembali fokus ke empat lini bisnis inti: vacuum, robot rumput, EV roda dua, dan robot Magic Atom
  • Dreame tetap berupaya mencari pencatatan saham di pasar modal

Telset.id – Dreame Technology, perusahaan yang dikenal lewat produk vacuum cleaner dan robot pembersih, resmi menutup bisnis otomotifnya dan melikuidasi proyek “Starry Sky”. Keputusan ini mengakhiri petualangan singkat perusahaan di industri mobil listrik yang baru dimulai pada Agustus 2025, hanya satu tahun setelah resmi masuk pasar otomotif.

Penutupan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Dreame sempat menjadi sorotan media dengan peluncuran supercar di Consumer Electronics Show (CES) pada Januari 2026 dan debut “Nebula Next 01 Jet Edition” atau yang dikenal sebagai “Rocket Car” di San Francisco pada 27 April. Namun, di balik gemerlap peluncuran tersebut, kondisi internal perusahaan justru menunjukkan arah yang berlawanan.

Mobil Dreame Rocket Car yang dipamerkan di San Francisco

Karyawan Menyusut Drastis

Pada masa puncaknya, divisi otomotif Dreame mempekerjakan hampir 1.000 orang. Namun, setelah gelombang PHK yang dimulai sejak Mei, jumlah karyawan kini menyusut drastis menjadi hanya beberapa puluh orang. Sisa karyawan yang sebagian besar berasal dari departemen keuangan, hukum, dan HR, bertugas untuk menutup operasional, menangani utang pemasok, dan memproses pembubaran legal perusahaan terkait.

Rocket Car yang dipasarkan sebagai terobosan transportasi sipil kelas aerospace ini mengklaim akselerasi 0-100 km/jam hanya dalam 0,9 detik. Kendaraan ini dikabarkan menggunakan baterai all-solid-state berbasis sulfida dengan kepadatan energi melebihi 450 Wh/kg dan jarak tempuh CLTC lebih dari 550 km. Sistem propulsinya juga diklaim memiliki daya dorong maksimum 100 kN.

Tampilan samping Dreame Rocket Car Nebula Next 01

Proyek yang Lebih Banyak Bicara daripada Aksi

Meskipun klaim teknisnya terdengar mengesankan, sumber internal mengungkapkan bahwa proyek ini lebih berfokus pada pemasaran dan penggalangan dana daripada manufaktur sungguhan. Mantan karyawan mengungkapkan kepada China Economy bahwa model “supercar” yang dipamerkan di CES bahkan tidak memiliki sasis dan digerakkan menggunakan remote control.

Lebih mengejutkan lagi, model “Rocket Car” tersebut diduga dibeli dari perusahaan model di Shanghai dengan harga beberapa juta yuan (ratusan ribu dolar AS), kemudian dimodifikasi dengan sasis dan pendorong untuk menciptakan efek visual di depan kamera. Insider juga mengungkapkan bahwa logika operasional perusahaan terbalik—alih-alih berinvestasi di R&D untuk menciptakan produk, karyawan justru diwajibkan mengamankan pendanaan terlebih dahulu sebelum anggaran R&D dialokasikan.

Seorang mantan karyawan mencatat bahwa perusahaan menggunakan gaji tinggi dan jabatan yang berlebihan untuk menarik talenta dari produsen mobil mapan, dengan fokus pada pembiayaan daripada produksi. Kontraksi cepat ini juga terkait dengan pengawasan regulasi. Laporan menunjukkan bahwa otoritas pemerintah daerah turun tangan untuk menyelidiki penggunaan dana investasi, membatasi kemampuan perusahaan untuk membelanjakan hibah pemerintah secara bebas.

Kembali ke Bisnis Inti

CEO Dreame, Yu Hao, yang dikenal dengan gaya manajemen datar dan pendekatan “entrepreneurial”, kini mengalihkan perusahaan kembali ke kekuatan intinya. Dreame telah menghilangkan sebagian besar “inkubator” dan akan fokus pada empat lini bisnis utama: vacuum cleaning, robot pemotong rumput, kendaraan listrik roda dua, dan robot “Magic Atom”.

Produk inti Dreame yang menjadi fokus perusahaan

Produk utama Dreame yang menjadi tulang punggung perusahaan tetap menjadi prioritas. Meskipun keluar dari sektor otomotif, perusahaan terus berupaya untuk mencari pencatatan saham di pasar modal. Keputusan ini menunjukkan bahwa Dreame lebih memilih untuk memperkuat bisnis yang sudah terbukti daripada terus mengejar proyek ambisius yang belum tentu menghasilkan.

Kisah Dreame menjadi pelajaran penting tentang bagaimana perusahaan dengan ambisi besar bisa terjebak dalam gebyar pemasaran tanpa didukung fondasi manufaktur yang kuat. Di sisi lain, perusahaan tetap memiliki peluang untuk berkembang dengan fokus pada produk smart home yang sudah menjadi andalannya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.